Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
97.Bab 96


❤️ Happy Reading ❤️


Setelah puas bermain-main dengan Kendra...setelah sholat magrib Sifa di bantu oleh Kania untuk bersiap-siap karena dia dan Kevin akan datang ke resepsi pernikahan Siska dan Erik.


''Kak...''seru Kania saat dia keluar terlebih dahulu di depan Sifa.


Panggilan Kania membuat Kevin,Kendra serta orangtuanya menoleh ke arah putri bungsu keluarga Wijaya itu.


Penampilan Sifa begitu memukau sehingga membuat Kevin terpana di buatnya.


''Sifa cantik ya Vin.''bisik mama Iren yang di angguki Kevin tanpa sadar.


''Anggun...elegan.''kata papa Adi dan lagi-lagi di angguki oleh Kevin dengan mata uang terus menatap lekat sang pujaan hati.


''Ehem...ehem...''dehem Kania.''Sudah kak jangan dilihatin mulu.''ujarnya namun Kevin masih belum sadar sepenuhnya.


''Daddy.''teriak Kendra sambil menarik ujung jas yang dikenakan Kevin.


''Eh...''kaget Kevin yang membuat semua orang tertawa tapi Sifa hanya tersipu malu dan Kevin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


''Mau jadi ke pesta enggak?''tanya mama Iren.


''Eh iya mam.''jawab Kevin.''Ayo sayang.''ajak Kevin,lalu mereka berdua berpamitan dan pergi menuju tempat resepsi di adakan.


*****


Mereka berdua langsung menuju ballroom hotel begitu sampai dan disana sudah banyak sekali tamu yang berdatangan...mulai dari kerabat juga teman dan rekan bisnis keluarga Hartono.


Begitu masuk bak sepasang raja dan ratu...mereka berdua menjadi pusat perhatian.


''Benar-benar pasangan yang serasi.''


''Huh jadi ngiri melihat mereka berdua.''


Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang keluar dari mulut para tamu undangan.


Sifa terlihat sangat anggun dan elegan sedangkan Kevin terlihat tampan dan mempesona...karismanya membuat para kaum hawa langsung terpana serta terpaku padanya.


''Fa...''panggil Nia yang membuat Sifa langsung menolehkan kepalanya.


''Itu kakak dan yang lainnya dad...kesana yuk.''kata Sifa sambil menunjuk kearah keluarganya yang lain.


Siska dan mamanya yang dari tadi melihat kearah Sifa sejak datang semakin geram dan membencinya karena bukannya Siska yang menjadi pusat perhatian sebagai mempelai tapi malah Sifa.


''Selamat datang di pesta pernikahanku sepupuku...''seru Siska yang mengalihkan atensi beberapa orang yang ada di sana.''Gimana mewah banget kan pestanya?''kata Siska.''Kamu nikmati saja ya pestanya karena aku yakin kamu dan calon suami kamu yang hanya orang rendahan itu belum pernah datang ke pesta mewah seperti ini...pesta orang-orang kaya yang di hadiri para orang penting seperti para pengusaha dan pejabat negara.''hinanya.''Dan satu lagi silahkan nikmati semua hidangan yang tersaji...karena aku yakin dia(tunjuknya pada Kevin) maupun kamu tidak pernah makan enak seperti ini bahkan untuk membelinya pun kamu akan berpikir seribu kali atau bahkan tidak mampu.''cerocosnya.


''Kamu...''kata Sifa sedikit menaikkan nada suaranya karena tersulut emosi.


''Aku...?''tunjuk Siska pada dirinya sendiri.''Ada apa dengan aku...''katanya tanpa dosa.


''Tolong...jangan bicara yang bisa menyakiti hati orang lain.''kata Sifa yang sudah bisa mengendalikan emosinya karena tangannya di genggaman lembut oleh Kevin.


''Menyakiti hati orang lain?''tanyanya.''Aku hanya mengungkapkan fakta yang ada kalau memang calon suami kamu itu hanya orang rendahan.''lanjutnya.''Kalau kamu bukan sepupu aku...kamu dan dia tidak pantas berada di sini.''katanya lagi.''Dasar rendahan.''ejeknya.


''Aku harap kamu bisa jaga ucapanmu Siska.''kata Sifa.