Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
277.Bab 276


❤️ Happy Reading ❤️


''Oke sekarang masalah Nana sudah selesai terus bagaimana dengan Kendra?''tanya Putri yang baru saja buka suara.


''Benar kata kak Putri karena aku rasa Kendra akan sulit untuk menerima semua ini dan hal ini juga akan mempengaruhi psikisnya.''sahut Kania.


''Iya benar...maka dari itu kita harus memberi sedikit demi sedikit pengertian pada Kendra dan kita juga tidak boleh menanamkan kebencian di hatinya terhadap ibu kandungnya sendiri.''kata Sifa.''Kita bisa menggunakan kata-kata yang ringan sehingga bisa dengan mudah di mengerti oleh anak seusianya.''sambungnya lagi.''Karena aku juga tak ingin kalau sampai putraku menyimpan rasa dendam.''lanjutnya lagi.


''Baiklah kami ikut dengan apa pun yang akan kalian lakukan asal hal itu tak menyakiti hati cucu kami.''kata papa Adi.''Karena papa yakin bahwa kalian berdua pasti akan melakukan hal yang terbaik untuk cucu kami...putra kalian.''tuturnya lagi.


''Terimakasih pa...insyaallah sebisa mungkin kami akan melakukan yang terbaik dan mudah-mudahan tak akan ada yang tersakiti.''kata Sifa.


''Kalau memang itu sudah keputusan kalian kami hanya bisa mendukung serta memberi kalian semangat kak.''kata Kemal.


''Dan kalau ada apa-apa tolong jangan segan-segan untuk menghubungi kami,karena sebisa mungkin kami akan ikut membantu.''sahut Chiko suami Kania.


''Terimakasih semua.''ucap Kevin.


''Jangan bilang terimakasih kak...karena ini adalah gunanya sebuah keluarga...saling mendukung juga saling tolong menolong.''kata Kemal.


''Kakak selalu ada untuk kami di saat situasi apapun jadi sudah waktunya kami pun melakukan hal yang sama kak.''imbuh Kania.


Mama Iren dan papa Adi menjadi terharu melihat putra dan putrinya yang saling sayang dan saling memberi dukungan satu sama lain.


Waktu terus bergulir hingga tak terasa hari sudah cukup larut malam.


''Lebih baik kalian menginap saja dan bisa pulang besok pagi.''saran Kevin.


''Iya lagian juga kasihan sama anak-anak...pasti sekarang mereka sudah pada tidur.''sambung Sifa.


''Baiklah kak,kalau begitu kami istirahat dulu.''kata Kania.


''Kakak juga harus istirahat sekarang...karena tubuh serta otak kakak juga butuh untuk mengistirahatkan diri.''sambung Kemal.


''Kamu gak perlu khawatir tentang itu Mal...karena dokter pribadi aku yang satu ini tak akan pernah lelah mengingatkan serta tak akan berhenti mengomel kalau aku tak istirahat dengan cukup.''kata Kevin dengan mata yang melirik sang istri.


''Itu harus kak...Kania dukung kakak ipar seratus persen bila perlu jewer aja kak kalau gak...gak usah di kasih jatah sekalian.''kata Kania.


''Kamu ini ya bisanya jadi kompor aja.''kesal Kevin.


''Biarin wlek...''kata Kania yang langsung menyeret tangan suaminya agar cepat pergi dari sana karena kalau tidak sudah dapat di pastikan dia akan kena omel sang kakak.


''Sudah mas...jangan teriak-teriak...ini sudah malam.''tegur Sifa dengan lembut.


Orangtua dari Kevin,Kemal dan Kania tersenyum bahagia melihat keakraban anak-anaknya yang masih terjaga sampai sekarang meskipun mereka semua sudah berkeluarga.


''Ma,pa...Sifa dan mas Kevin ke kamar duluan ya.''pamit Sifa.''Mama dan papa juga harus istirahat.''katanya lagi.


''Iya sayang,kami juga akan ke kamar.''kata mama Iren.


''Kemal sama Putri juga mau istirahat.''kata Kemal.


''Selamat malam semuanya...assalamualaikum.''kata Sifa.


''Wa'alaikumsalam.''


*****


''Sayang...aku takut...takut kehilangan Kendra.''kata Kevin tiba-tiba ketika mereka berdua sudah berbaring di ranjang.


''Kamu harus berpikir yang positif mas...berpikir yang baik-baik jangan berprasangka buruk.''kata Sifa.''Kita tidak boleh mengkhawatirkan atau menakutkan sesuatu yang belum terjadi dan bahkan tidak akan terjadi.''lanjutnya.


''Sayang...kamu kok bisa setenang ini?''tanya Kevin.


''Bohong kalau aku juga tak mempunyai rasa takut dan khawatir kehilangan Kendra mas tapi aku berusaha menepis semua itu karena aku meyakinkan pada diriku sendiri bahwa Kendra akan selamanya bersama dengan kita...dan insyaallah akan selalu seperti itu.''kata Sifa.''Kalau sampai wanita itu berani merebut atau membawa Kendra dari kita...seperti yang tadi aku bilang...aku sendiri yang akan membuat perhitungan padanya.''sambungnya.


''Terimakasih sayang...terimakasih karena kamu selalu ada untuk kami...terimakasih karena kamu juga sudah menyayangi Kendra seperti anakmu sendiri layaknya Kenan dan Kiran.''ucap Kevin.


''Seperti yang dahulu pernah aku katakan padamu mas...bahwa aku sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama pada bocah laki-laki tampan nan menggemaskan yang memanggilku dengan sebutan mommy dari saat pertama kali kami bertemu.''kata Sifa sambil menerawang...membayangkan pertama kalinya dia bertemu dengan Kendra di sebuah taman.


''I love you sayang...aku sangat mencintaimu...istriku.''ucap Kevin sambil memeluk tubuh istrinya.


''Aku jauh lebih mencintaimu...suamiku.''balas Sifa.''Sudah malam...jadi lebih baik sekarang kita tidur agar besok pikiran serta tubuh kita lebih fresh.''kata Sifa.


''Baiklah sesuai katamu sayang...selamat malam istriku.''ucap Kevin lalu mengecup seluruh wajah sang istri tanpa ada yang terlewat.


''Selamat malam juga suamiku.''ucap Sifa dan tak lupa pula dia mengecup kening,pipi serta bibir suaminya.


Mereka tidur dalam damai serta dengan saling berpelukan...memberikan rasa nyaman serta menyalurkan kehangatan satu sama lain.