Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
154.Bab 153


❤️ Happy Reading ❤️


Sifa dan Kevin terlelap sangat nyenyak hingga sinar mentari pagi yang cerah menerobos masuk melalui celah-celah jendela dan gorden kamar mereka.


Sehingga memaksa mereka berdua untuk membuka matanya karena silauan cahaya dari sang mentari.


''Pagi.''sapa Sifa pada sang suami yang tidur miring menghadapnya dengan menyangga kepalanya menggunakan sebelah tangannya adat lebih tinggi sehingga bisa dengan puas memandangi wajah ayu sang istri saat terlelap.


''Pagi juga sayang.''balas Kevin.


Cup


''Morning kiss.''katanya setelah mencium sekilas bibir manis sang istri.


Cup


''Morning kiss.''balas Sifa dengan malu-malu karena untuk yang pertama kalinya Sifa mencium bibir Kevin karena biasanya dia hanya menerima ciuman dari Kevin.


''Wah...sudah berani cium-cium ya sekarang.''goda Kevin.


''Ish apaan sih.''kata Sifa yang sudah meraih bantal dan menenggelamkan wajah meronanya di sana.


''Loh kok di tutup sih yank mukanya?''tanya Kevin.''Padahal aku pengen lihat gimana wajah istriku saat ini.''goda Kevin lagi lalu meraih bantal yang di pegang Sifa dan di hentakkannya lalu di buangnya kesembarang tempat.


''Kok di buang sih dad.''protes Sifa.


''Biarin.''sahut Kevin.''Sini cium lagi...''kata Kevin lagi dengan sedikit mengerlingkan sebelah matanya.


Karena Sifa hanya diam akhirnya Kevin menarik bubuh sifa hingga menabrak di dada bidangnya.


Lalu di raihnya wajah nan ayu itu dan di ciuminya.


Di gigitnya kecil bibir semanis cherry itu agar sedikit terbuka sehingga dia dengan bebas serta leluasanya untuk mengeksplor dan mengobrak-abrik semua yang ada di dalamnya.


Sifa sedikit memukul-mukul dada bidang Kevin dengan kedua tangannya karena merasa pasokan udara yang ada di rongga dadanya semakin menipis.


''Kamu mau membunuhku ya dad...''seru Sifa dengan napas tersengal begitu pangutan mereka terlepas.


''Maaf sayang...makanya jangan lupa bernapas.''ucap Kevin.


Begitu di rasa deru napas Sifa sudah kembali normal...kembali lagi Kevin meraih tekuk Sifa dan menyambar bibir yang sudah menjadi sangat candu untuknya sejak saat dia mencicipinya pertama kali.


Sedikit demi sedikit Sifa mulai membalas ciuman Kevin...dia mulai menggerakkan bibirnya perlahan,dia juga sudah mulai bisa mengatur napasnya.


Sentuhan serta ciuman Kevin sungguh sangat bisa membuat seorang Sifa terbuai...membuatnya hilang akal dan melupakan segalanya.


Yang semula niat hati hanya ingin menggoda sang istri jadi kebablasan ke hal yang menyenangkan.


Kegiatan yang menuntut kepuasan serta kenikmatan surga dunia yang hakiki....yang bisa membuat mereka terbang ke awang-awang ke langit ke tujuh.


Begitu melihat sang istri yang sudah terbuai serta terbakar hasrat karena ulahnya,ciuman Kevin pun turun ke leher jenjang nan mulus yang ada di depannya yang bisa membuat Sifa mend***h karena kecupan-kecupan itu semakin membuat tubuhnya meremang.


Sedangkan Kevin semakin semangat melancarkan aksinya setelah mendengarkan des**han yang semakin membuncahkan limbido dalam tubuhnya dan membuatnya semakin bergairah tak tertahan.


Setelah puas bermain di sana,bibirnya terus turun hingga berhenti di dua buah benda kenyal favoritnya.


Di rem*snya salah satu benda itu dengan sebelah tangannya sedangkan bibirnya sudah sibuk menyusuri yang satunya lagi.


Di j***t serta di h***pnya benda itu bagaikan seorang anak yang sedang sangat membutuhkan sumber mata air kehidupan itu.