
Aku berjalan memasuki rumahku. Tampak rumah begitu berantakan, yah mungkin karena
Ibu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk membenahi rumah. Apalagi bisnisnya begitu sangat lancar membuatnya banyak waktu ditempat kerja. Aku melepaskan tas dari bahuku dan mulai membereskan rumah, sudah begitu lama aku tidak membantu ibu melakukan pekerjaan rumah, “ibu pasti sangat lelah tiap hari” Pikir ku.
Aku sudah membersihkan dapur dan ruang tamu, aku menatap pintu kamar ayah ibu, sudah sangat lama aku tidak pernah memasuki ruangan itu, aku melangkah dan membuka pintu kamar tersebut. Aku menatap ruangan tersebut beraroma wangi ibu. Kamar ini tidak begitu berantakan, yah itu karena ruangan ini begitu luas jadi seluruh barang dapat ditata dimana pun.
Aku berjalan menghampiri meja rias ibu, disana sangat banyak kosmetik dan scin care berbagai merek. Ibu sangat suka dengan hal itu dan itu adalah benda kesukaan ibu. Ibu tidak akan pernah ketinggalan jika produk baru keluar akan kosmetik dan scin care.
Aku menatap sebuah amplop dan membukanya pelan. Begitu terkejutnya aku mendapati bahwa ternyata itu adalah hutang. Disana tertulis angka hutang sebesar Rp10.350.000.000.
Tanganku mulai gemetaran, bagaimana mungkin orang tuaku memiliki hutang sebesar itu. Dan utang itu sudah nenunggak 2 bulan. Jantung ku berdebar begitu cepat, bahkan berdiri pun aku tidak sanggup. Kakiku yang gemetaran membuat ku terduduk diatas kasur.
Tiba-tiba ponselku berbunyi dari ruang tamu. Aku mengumpulkan tenaga untuk bisa berdiri dan berjalan kearah ruang tamu. Ternyata yang menelfon David.
“Hal.. Lo”ucapku
Suaraku yang begitu lirih langsung David tanya ada apa
“Aku.. Ga apa-apa.. “ sahutku
David langsung menutup telfonnya, pasti dia akan kesini.
Aku terduduk diatas sofa dan melamun. Belum beberapa lama tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
Aku yakin itu adalah David.
Aku membuka pintu dan benar itu adalah David.
Aku langsung memeluknya, rasanya begitu hangat.
“Ada apa”tanya David
“orang tuaku memiliki hutang lebih dari sepuluh milliar. Aku ga tau bagaimana mungkin kedua orang tuaku memiliki hutang sebesar itu” aku mulai menangis dalam pelukannya.
Dia mengusap air mataku dan mencium keningku. Rasanya begitu tenang.
Kami berbaring diatas sofa sambil pelukan. Rasanya begitu capek membuat ku begitu nyenyak untuk tidur.
Bunyi ponsel David membuat ku terbangun.
Aku tidak melihat David disamping ku, “ponsel dan kunci mobil masih diatas meja, dia pasti belum pulang. Tapi kemana dia? “ pikir ku.
Aku meraih ponsel dari ternyata kakaknya
“hallo” ucapku
“Hallo ini siapa? Mana David? “ tanya kakak David.
“ini Nandini kak, David lagi keluar “ jawab ku berbohong.
“ohhh Nandini, kakak ucapkan selamat ya udah jadian dengan David. Kakak senang banget dengar kabar bahagia ini dari David. Kamu tau, kamu adalah wanita yang sangat dicintai David. David akan melakukan segalanya buat kamu. Jadi kakak mohon jangan kecewakan adikku itu ya”pinta kakak David.
“Ya kak makasih “ ucapku.
“ya udah deh nanti aku telfon lagi. Lagi sibuk nih” ucap kakak David
“ya kak” sahutku sembari menutup telfon.
aku kembali merebahkan badanku diatas sofa dan kembali memikirkan bagaimana mungkin orang tuaku memiliki hutang sebesar itu.
aku begitu sedih memikirkannya
***