
❤️ Happy Reading ❤️
''Sudah kak pilih saja yang kakak mau dan kakak suka...''kata Kania yang di angguki Putri karena melihat sang calon kakak ipar yang dari tadi hanya melihat-lihat sambil sesekali memegang dan melihat harga dari barang tersebut.
''Gila mahal-mahal banget...kan sayang uangnya kalau cuma buat beli beginian.''pikir Sifa.
''Ambil saja apa yang kamu mau Fa,pakek aja black card yang di kasih Kevin tadi...kapan lagi kita bisa menghambur-hamburkan uang mereka...''sahut mama Iren yang mendengar perkataan ketiga putrinya...ya dia sudah menganggap Sifa seperti putrinya walaupun belum menikah dengan Kevin tapi dia yakin kalau Sifa dan Kevin itu pasti berjodoh.
''Tapi ma...''kata Sifa yang merasa tidak enak.
''Sudahlah kak...kapan lagi bisa morotin kak Kevin.''potong Kania yang membuat Sifa langsung melotot ke arahnya.
''Bener tu kata Kania.''kata mama setuju.
Karena Sifa hanya melihat-lihat saja membuat mama Iren sedikit geram...calon menantunya ini di suruh belanja dan memilih serta membeli barang-barang branded kok malah gak milih apa-apa...kalau wanita lain pasti sudah dengan senang hati memilih ini dan itu...dan tentu saja ini menjadi satu poin plus untuk Sifa di mata mama Iren dan keluarga.
''Kamu bener-bener beda Fa...anak mama beruntung banget bisa kenal dan dapetin kamu.''gumam mana Iren.
*****
Tanpa sepengetahuan Sifa...mama Iren,Kania dan Putri setelah selesai memilih barang belanjaan mereka malah memilih-milihkan beberapa barang untuk Sifa...lengkap mulai dari tas,dompet,high heels,flat shoes,pakaian serta tak lupa pula dengan aksesorisnya...karena mereka yakin kalau Sifa pasti gak bakal memilih satu pun barang yang ada di sana karena harganya yang selangit.
''Sudah semua?''tanya mama Iren.
''Sudah ma.''jawab Kania yang sudah di ikuti oleh karyawan yang menenteng barangnya begitu pula putri dan mama Iren...hanya Sifa saja yang gak bawa apa-apa.
Mam Iren,Kania juga Putri saling tatap lalu melirik Sifa.
''Tuh benerkan pasti gak bakal beli apa-apa.''begitulah mungkin arti dari tatapan mata mereka bertiga.
Mama Iren membayar berlebih dahulu total belanjaan yang di belinya lalu Kania dan Putri.
''Yang ini semua totalnya Rp_.''kata sang kasir.
''Itu belanjaan kakak.''kata Kania yang membuat Sifa kaget.
''Kita bertiga yang pilihin.''sahutnya tanpa dosa.''Habisnya kakak sama sekali gak milih tadi...''lanjutnya.
''Oh ya ampun.''batin Sifa.''Baiklah aku bayar dulu.''kemudian Sifa mengeluarkan card miliknya dari dalam dompet yang di ambilnya di tas.
''Tunggu.''cegah mama Iren.
''Ada apa ma?''tanya Sifa.
''Cart dari Kevin mana Fa?''tanyanya.
''Ada di dompet aku ma.''jawab Sifa.
''Pakek itu black cart dari Kevin aja.''kata mama
''Tapi ma...''kata Sifa.
''Gak ada tapi-tapian...pakek punya Kevin.''paksa mama.
''Baiklah.''jawab Sifa pasrah tapi dalam hatinya merasa tidak enak pada sang kekasih.
''Sudah?''tanya mama Iren.
''Sudah ma.''jawab Sifa.
''Kirim semua barangnya ke kediaman keluarga Wijaya.''titah sang nyonya besar keluarga Wijaya pada karyawan toko.
''Baik nyonya.''jawabnya.
''Selanjutnya kemana nih?''tanya Putri.
''Makan dulu yuk...aku laper.''kata Kania yang memang waktu sudah kelewat jam makan siang.