
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah pergulatan panas yang mereka lalui dengan peluh yang membanjiri di seluruh lekuk tubuh mereka akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi yang pada kenyataannya mereka mengulang dan mengulangnya lagi di sana.
Entah sudah berapa kali mereka melakukan pergulatan panas ini di malam pertama di Maldives dan entah sudah berapa kali mantan duda itu menyiramkan benih unggulnya kedalam rahim sang istri.
Seolah tak ada lelah serta ingin membayar lunas sampai puas setelah dia mengalami puasa panjangnya sejak sang mantan istri mengandung Kendra hingga sekarang dia menikah lagi.
Mereka berdua sama-sama berharap semoga kerja keras yang menikmatkan ini akan segera membuahkan hasil seperti yang di harapkan.
Begitu benar-benar membersihkan diri akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh mereka di jam yang menunjukkan waktu dini hari.
*****
''Sayang...''panggil Kevin dengan menciumi seluruh wajah Sifa yang membuat Sifa tak mau memaksa membuka kedua matanya yang merasa geli karena ulah sang suami.
''Apa sih dad?''tanya Sifa dengan malas juga dengan suara seraknya.''Masih ngantuk...''rengeknya.
''Bangun dulu yuk kita sholat subuh bareng.''ajak Kevin.''Nanti kamu bisa tidur lagi.''katanya lagi lalu mencium sekilas bibir Sifa yang cemberut karena waktu tidurnya terganggu.''Ayok.''ajak Kevin lagi.
''Gendong...''pinta Sifa dengan suara manjanya yang tak ayal membuat Kevin menyunggingkan senyumnya sambil geleng-geleng kepala lalu meraih tubuh Sifa.
Di gendongnya istri cantiknya itu sampai ke kamar mandi.
''Tumben manja gini...sampai minta gendong?''tanya kevin saat berjalan ke kamar mandi.
''Capek.''kata Sifa singkat.
Sebenarnya Sifa sangat malu melakukan hal ini tapi ya sudahlah bodo amat orang dia bener-bener capek dan salah siapa buat dia sampai seperti ini...pikir Sifa.
*****
''He'em.''jawab Sifa sambil menganggukkan kepalanya.
''Capek banget ya?''tanya Kevin lagi.
''He'em.''jawab Sifa.
''Ya sudah kamu tidur saja biar ini aku yang beresin.''kata Kevin.
''Gak apa-apa biar aku saja.''kata Sifa.
''Sudah kamu tidur saja sana atau...''kata Kevin.''Mau aku tiduri...''godanya yang sukses membuat Sifa langsung buru-buru beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju tempat tidur.
Sedangkan Kevin hanya terkekeh geli di buatnya karena sikap Sifa itu,kemudian Kevin membereskan yang mereka pakai untuk melakukan ibadah dan menyimpannya kembali di tempatnya semula.
*****
''Maaf ya sudah membuatmu capek...''lirih Kevin begitu menghampiri sang istri di tempat tidur.
''Ehm iya gak apa-apa dad...itukan memang sudah tugas aku sebagai istri dan lagi pula aku juga ingin mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya.''kata Sifa yang memang belum benar-benar terlelap.
''Terimakasih ya sayang.''ucap Kevin sambil merengkuh tubuh indah itu kedalam dekapannya.''Terimakasih telah hadir dalam hidupku dan Kendra...terimakasih karena sudah membawa kebahagiaan untuk kami berdua...terimakasih karena sudah mau menerimaku yang seorang duda beranak satu ini...terimakasih juga sudah mau menerima Kendra dengan tulus...terimakasih...terimakasih.''ucap Kevin lalu mengecupi ubun-ubun kepala Sifa berkali-kali.
''Aku juga berterimakasih padamu dad...juga pada Kendra...untuk segalanya yang telah kalian berikan pada kehidupanku saat ini.''ucap Sifa lalu mendongakkan kepalanya dan mengecup rahang tegas sang suami.
Setelahnya mereka berdua sama-sama terlelap dengan perasaan bahagia juga dalam dekapan yang semakin erat.