
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
''Assalamualaikum.''ucap salam Sifa juga Kevin dan Kendra saat baru melewati pintu masuk ke ruangan.
''Wa'alaikumsalam.''jawab Nana dan Carlo.
''Maaf sudah menunggu lama ya...''kata Sifa.
''Oh enggak kok,kami juga baru saja sampai.''jawab Nana dengan mata yang terfokus pada Kendra.
''Ehm...ehm.''Sifa sedikit berdehem untuk mengalihkan perhatian Nana karena putranya itu seperti merasa tak nyaman di pandang secara intens seperti itu terlebih oleh orang yang baru saja dikenalnya walaupun notabene dia ibu kandungnya namun Kendra kan baru mengetahuinya.''Apakah kami boleh duduk?''tanya Sifa berusaha menjaga sopan santunnya karena mereka datang belakangan.
''Eh tentu saja....silahkan.''kata Nana sedikit kaget sebenarnya karena suara Sifa memecah fokusnya yang melihat Kendra.
''Terimakasih.''ucap sifa.''Duduk sayang.''ucap Sifa kemudian pada sang putra.
''Iya mom.''jawab Kendra.
''Kita ke intinya saja.''kata Kevin dengan datar dan wajah dinginnya.''Kami sudah memberitahukan pada Kendra tentang siapa kamu yang sebenarnya.''kata Kevin lagi.
''Benarkah?''tanya Nana yang seperti tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
''Iya benar.''sahut Sifa.''Kami juga tak ingin menutupi sebuah kebenaran...karena kami juga ingin agar putra kita ini mengetahui di mana letak surganya yang sebenarnya.''sambung Sifa lagi.
Mendengar penuturan Sifa membuat mata Nana berkaca-kaca...hatinya pun tersentuh dengan istri baru mantan suaminya itu.
''Terimakasih...terimakasih karena kalian mengijinkan aku untuk mengenal putraku...dan putraku mengetahui siapa ibu kandungnya.''ucap Sifa.
''Karena kami juga orangtua dan terutama aku juga seorang ibu jadi tau bagaimana rasa rindu pada anaknya.''sahut Sifa.
''Apa aku boleh memeluknya?''tanya Nana sedikit ragu tapi juga sangat berharap.
Kendra langsung menatap kepada mommy dan daddynya.
Setelah mendapat persetujuan dari daddy dan mommynya...Kendra pun langsung berdiri dan berjalan kearah Nana secara perlahan.
Nana yang melihat putranya berdiri pun juga ikut berdiri.
Grep
''Putraku...''lirih Nana memeluk Kendra.''Maaf...maafkan mommy...maafkan segala kesalahan mommy.''ucapnya dengan menangis sesegukan.
Setelah puas berpelukan Nana pun mengajak Kendra untuk duduk di dekatnya...rasanya masih belum puas dia bisa berdekatan dengan putra yang telah lama di tinggalkan serta di sia-siakannya itu.
''Jangan membicarakan yang telah lalu...karena kami tak ingin meracuni pikiran serta hati Kendra.''kata Sifa.''Kami tak ingin dia menyimpan dendam.''sambungnya lagi.''Masa lalu biarlah menjadi masa lalu.''lanjutnya.
''Baiklah dan terimakasih.''kata Nana lega,karena jujur dia takut serta khawatir kalau sampai putranya itu menjadi benci padanya.
''Hai sayang...perkenalkan aku Carlo...suami dari ibumu.''kata Carlo memperkenalkan diri.''Yang artinya aku juga ayahmu.''sambungnya lagi dengan senyum ramah nan tulus.
''Salam kenal a...yah.''kata Kendra.
''O iya sayang kamu juga punya adik laki-laki lagi.''kata Carlo memberi tahu.''Namanya Charli...ough dia pasti senang sekali mempunyai kak laki-laki seperti kamu.''sambungnya.
''Sifa,Kevin...kami akan kembali besok lusa.''kata Nana.''Kami tak ada niatan untuk mengambil Kendra tapi ijinkan kami untuk tetap berhubungan baik dengan kalian.''tuturnya.
''Tentu saja mbak.''sahut Sifa.''Kenapa cepat sekali?apa tak ingin di sini lebih lama?''tanyanya.
''Sebenarnya kami juga ingin lebih lama di sini tapi pekerjaan ayahnya Charli sudah menumpuk.''jawab Nana.''Kami akan sering-sering kesini kalau ada waktu tapi kalian juga harus bergantian kesana ya...''katanya lagi.
''Tentu saja...kalau ada waktu kami akan berkunjung kesana.''sahut Sifa.
''Aku cukup lega...tenang dan bahagia karena putraku memiliki mommy sebaik dirimu yang mempunyai kasih sayang yang begitu berlimpah.''kata Nana.''Kendra benar-benar beruntung memiliki mommy sepertimu.''imbuhnya lagi.
''Bukan Kendra mbak,tapi aku yang begitu beruntung dan bersyukur bertemu juga bisa memiliki Kendra di dalam hidupku...dia Malaikat Kecilku mbak.''kata Sifa.''Dan akan selamanya seperti itu.''timpalnya lagi.