Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
270.Bab 269


❤️ Happy Reading ❤️


"Maaf nyonya kami permisi.''pamit Sifa dengan seulas senyum di bibirnya.


''Tap...tapi...''kata Nana terbata.''Kev...vin...''panggilnya walau masih terbata namun berusaha memberanikan diri memanggil sang mantan suami yang telah di sakitinya dulu.


Kevin yang namanya di panggil pun sama sekali tak menghiraukan malah tetap melenggang pergi dari sana sambil menggandeng tangan putra sulungnya juga menggendong sang princess Wijaya.


Sedangkan si tampan Kenan di gandeng sang mommy dan berjalan di belakang Kevin.


''Kevin.''teriak Nana kembali namun masih juga tak di hiraukan oleh si empunya nama.


''Dad.''panggil Sifa dan Kevin pun menoleh.''Daddy di panggil tu sama...''kata Sifa terputus.


''Biarkan saja.''potong Kevin dengan cepat lalu kembali melangkahkan kakinya yang tadi terhenti sejenak.


''Tap...''kata Sifa lagi.


''Mom.''tegur Kevin penuh dengan penekanan dan Sifa cukup mengerti dan tidak melanjutkan kembali ucapannya.


Kevin lalu membawa anak beserta istrinya untuk pergi dari sana.


Ada seribu pertanyaan yang sekarang sedang bersarang di pikiran Sifa saat ini tantang siapa,kenapa,ada hubungan apa antara suaminya dengan wanita yang baru saja tak sengaja di jumpainya.


*****


Sedangkan masih di dekat yang sama tadi,seorang wanita duduk sambil menangis sesegukan,dia sudah tak memperdulikan lagi tatapan-tatapan dari orang-orang yang berlalu lalang di sana.


''Huft.''terdengar suara helaan nafas panjang di belakangnya.''Kamu kenapa?''tanyanya kemudian.''Kami menunggumu dari tadi.''lanjutnya lagi.


''Hiks...hiks...hiks...''bukannya menjawab atau menghentikan tangisnya,wanita itu justru malah semakin menangis dan langsung memeluk tubuh tegap yang mencarinya.


Pria itu membiarkan saja agar puas menangis barulah dia akan bertanya,kalau masih dalam keadaan seperti ini...walaupun di tanya akan percuma saja karena bukan jawaban yang di dapat melainkan tangis pilu yang bakal terus di dengarnya.


Di bawanya tubuh ramping itu untuk duduk di tempatnya yang semula,tak lupa pula dia menyodorkan satu botol air mineral yang tadi di belinya.


''A...ak...ku...ta...tadi ber...temu de...dengan...nya.''kata Nana yang masih terbata-bata setelah menangis.


''Ke...Kev...Vin...''jawabnya.


''Dimana?''tanyanya.''Disini?''katanya lagi dan di angguki oleh Nana.


''Terus sekarang dimana?''cecarnya lagi namun di jawab dengan gelengan kepala oleh Nana tanda dia tidak tau.


''Sudah pergi.''lirihnya.


''Kevin...dengan siapa dia?''tanyanya lagi yang sangat begitu penasaran.


''Sepertinya istri juga anak-anaknya dan...''katanya dengan wajah yang berubah sendu kembali.


''Dan?''tanya laki-laki itu.


''Ken...dra.''lirihnya dan lagi-lagi dia meneteskan air matanya.


Menyesal...satu kata itu yang dia rasakan karena setelah pergi meninggalkan Kevin beserta putranya ke luar negeri ternyata dia di khianati serta di tipu dan di campakkan oleh kekasihnya...karirnya pun hancur dan hidup sengsara hingga dia bertemu kembali dengan pria di masa lalunya...pria yang kini ada di sampingnya,pria yang dulu sudah menyakitinya namun ingin menebus segalanya dengan cara berusaha memperbaiki semuanya.


''Di...dia sudah besar...dan sangat tampan.''kata Nana dengan membayangkan wajah bocah laki-laki yang tadi tak sengaja menabraknya.


''Mami...papi...''panggil seorang anak laki-laki yang sedari tadi hanya diam saja menyaksikan kedua orangtuanya.


''Eh iya sayang...maafkan mami,mami sampai tak menyapamu.''kata Nana lalu mengelus dan mencium puncak kepala bocah itu.


''Ayo sekarang kita pulang dulu.''ajak pria yang di panggil papi oleh anak itu.


''Tap...''kata Nana.


''Kita pasti akan bisa menemukan dan bertemu kembali dengan mereka Na...karena kita sekarangkan tinggal di kota yang sama.''potongnya.''Lagi pula berikan Kevin waktu na...''sarannya.''Dengan semua yang telah kamu lakukan pada mereka...wajar saja kalau sampai saat ini Kevin masih kelihatan begitu sangat membencimu.''sambungnya.


''Iya aku juga sadar dengan hal itu.''sahut Nana.''Kesalahan dan luka yang aku torehkan begitu sangat besar.''lanjutnya lagi.


''Makanya beri mereka waktu.''sahut pria tadi.''Ayo kita pulang...''ajaknya kembali.