Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
123.Bab 122


❤️ Happy Reading ❤️


Kini Sifa dan Luna sudah sampai di Golden mall,salah satu mall terbesar di sana.


''Mari bersenang-senang.''seru Luna saat baru menginjakkan kakinya di dalam mall tersebut.


''Mau apa dulu ni Lun?''tanya Sifa.


''Temenin aku cari sesuatu dulu yuk...ada yang mau aku beli ni.''jawab Luna.


''Oke lets go.''sahut Sifa semangat,karena sudah lama dia tidak merasakan my time bersama sahabatnya itu.


''Kamu gak pengen cari apa gitu?''tanya Luna pada sang sahabat saat mereka ada di bagian snack atau makanan ringan.


''Boleh juga ni cari beberapa cemilan buat dirumah...sekalian beliin buat dua ponakan aku.''sahut Sifa yang melihat sang sahabat sedang sibuk memasukkan berbagai cemilan dalam keranjang belanjaannya.


Akhirnya Sifa membeli beberapa kotak susu UHT rasa coklat dan vanila,beberapa jenis snack dan biskuit,tak lupa pula dia membelikan beberapa kotak susu untuk kedua orangtuanya...yaitu susu yang baik untuk tulang mereka.


Setelah selesai dengan urusan berbelanja sekarang mereka memutuskan untuk makan sambil nongkrong dan mengobrol santai.


*****


Sedang asiknya mengobrol sambil menikmati makan yang mereka pesan siapa sangka Siska juga sedang ada di sana bersama sang mama.


''Jaga ya tu mulut.''sentak Luna.''Maling teriak maling...situ apa kami yang tak tau diri.''seru Luna lagi dengan nada mengejek.


''Apa maksud kamu!''bentak mama Siska.


''Slow tante jangan marah dong nanti lekas tua...''sahut Luna.''Bukannya putri tante itu ya yang lebih pantas di sebut wanita tak tau diri.''cetus Luna.


''Sahabat kamu itu yang tak tau diri...berani-beraninya menjerat seorang duda kaya dan ingin menghancurkan perusahaan keluarga menantuku...mertua serta suami sepupunya sendiri...saudara macam apa kalau begitu.''katanya tak kalah ketus.


''Terus apa kabar dengan putri tante ini...sepupu macam apa yang dengan tega berselingkuh dengan kekasih sepupunya sendiri.''balas Luna yang membuat posisi Siska dan mamanya terpojok dan mendapatkan bisikan-bisikan pedas tentangnya.


''Oh sepupuku jadi kamu masih dendam padaku karena hal itu...akukan sudah minta maaf padamu dan itu hanya sebuah kesalahan masa lalu lagi pula sekarang kami sudah menikah dan kami juga saling mencintai.''ucap Siska berubah haluan menarik simpati karena semakin banyak orang yang memperhatikan mereka.


''Cih drama.''cibir Luna.


''Putriku sudah berulang kali meminta maaf padamu tapi kenapa kamu sangat tega ingin menghancurkan usaha mertua serta suaminya...''kata mama Siska kemudian setelah mendapatkan kode mata dari sang putri.


''Maaf kalau dulu kami berkhianat tapi jujur kami saling mencintai tapi mungkin cara kami yang salah...''katanya menarik rasa iba para pengunjung lainnya.''Jangan kamu jadikan kekasihmu yang duda itu untuk menjadi tameng menghancurkan keluarga kami...jangan kau manfaatkan dia untuk segala ambisimu membalas dendam pada kami.''lanjutnya.''Kasihan dia bila hanya kau jadikan boneka saja.''sambungnya lagi yang ingin membuat kesan bahwa Sifa adalah wanita yang jahat dan semakin terpojok karena cemooh orang-orang yang ada di sana.


''Fa...kamu kok diem aja sih...ngomong dong,membela diri kek atau apa kek.''ucap Luna yang gregetan pada sahabatnya yang hanya diam saja dari tadi.