
❤️ Happy Reading ❤️
Saat ini nyonya besar Wijaya beserta yang lainya sedang duduk di sebuah restoran guna mengisi perut mereka yang sudah keroncongan minta di isi...
''Ma,Sifa ke toilet bentar ya...''pamit Sifa.
''Mau aku temenin kak?''tawar Putri.
''Gak usah Put,terimakasih.''ucap Sifa lalu menuju toilet di restoran tersebut.
Ketika para wanita sedang bahagia dengan aktivitasnya para pria di rumah sedang melihat notifikasi di ponsel mereka pesan tentang penggunaan black cart yang di gunakan para ratu di hati mereka.
''Kebiasaan si mama kalau sudah belanja...bisa kalap.''kata papa Adi setelah melihat nominal di notifikasinya walaupun sudah terbiasa tapi tetep saja dia geleng-geleng kepala.
''Putri tu juga sudah di racunin sama mama kalau lagi belanja bareng...''sungut Kemal yang selalu di ceritain sama Putri kalau habis pergi belanja sama mama mertuanya.
''Ni Sifa juga belanja...pasti mama yang paksa.''kata Kevin yang sudah tau tabiat mamanya.
Tapi tetap saja mereka tertawa bahagia walaupun para wanita itu menggunakan uang mereka dengan nominal yang gak sedikit...jangankan uang...nyawapun akan mereka berikan untuk para wanita yang berharga dalam hidup mereka.
*****
Bruk
''Maaf...maaf...''ucap Sifa yang baru saja keluar toilet dan tak sengaja menabrak seseorang yang baru akan ke toilet.
''Sifa.''ucap orang itu...sontak saja Sifa langsung melihat siapa orang yang bertabrakan dengannya...yang ternyata adalah sang mantan kekasih
Deg
''Bagaimana kabarmu?''tanya sang mantan.
''Ba...baik.''jawab Sifa.
''Sayang...kok...la...ma...''seru seseorang yang baru saja datang dan langsung bergelayut manja di lengan pria itu.
''Loh Sifa.''serunya.''Kamu disini juga?''tanyanya basa basi dan Sifa hanya menampilkan senyum terpaksanya kepada kedua orang yang di depannya.
''Sayang kamu sudah belum ke toiletnya?''tanya sang wanita pada kekasihnya itu.
''Ayo dong sayang kita kan harus pergi buat mempersiapkan segalanya...''kata sang wanita lagi.
''Kalau begitu aku permisi.''kata Sifa yang sudah merasa jengah.
''Fa,jangan lupa datang ke nikahan kita ya bulan depan...''serunya dan hanya di senyumi oleh Sifa.
"Kenapa sih harus ketemu sama dua orang tak tau diri itu di sini...bikin bad mood aja.''gumam Sifa.
*****
''Maaf ya lama...''ujar Sifa begitu sampai di meja yang di tempati oleh mama serta adik kekasihnya itu.
''Iya gak apa-apa.''jawab mama.''Dimakan dulu sayang nanti keburu dingin.''kata mama Iren lagi.
''Iya terimakasih ma.''ucap Sifa.
''Habis ini kita mau kemana lagi?''tanya Kania.
''Menurut kalian bardua kita kemana?''tanya mama ke Putri juga Sifa.
''Ehm kalau pulang aja gimana ma?''usul Sifa.
''Iya aku setuju...pulang aja ya ma.''sahut Putri.
''Baiklah kita pulang.''jawab mama Iren.
''Loh kok pulang si...kan masih pengen jalan...''seru Kania protes.
''Kan bisa kapan-kapan lagi Kan.''kata Putri.
''Memangnya kamu mau tu kena semprot kedua kakak laki-laki kamu karena sudah bawa kedua wanitanya pergi seharian?atau kena omel sama ketiga keponakan kamu itu?kalau mama sih ogah...''kata mama.
''Ih aku juga ogah...bisa jadi bulan-bulanan mereka nanti aku.''sahut Kania bergidik membayangkan bagaimana reaksi para kakak serta keponakannya.''Ya sudah kita pulang.''lanjutnya.
Setelah selesai makan mereka pun melenggang pergi menuju keluar mall.
''Hai sepupuku...''seru seseorang.''Upps gak sengaja...''lanjutnya tanpa dosa.