
❤️ Happy Reading ❤️
Mobil mewah milik keluarga Wijaya yang di kemudikan oleh sang supir dan membawa para wanita berharga keluarga tersebut membelah hiruk pikuk dan padatnya jalanan...
Para wanita itu sedang sibuk mengobrol sampai ke mana tempat tujuan mereka...dan disinilah mereka sekarang di salah satu mall terbesar dan terlengkap di kota ini...mall milik keluarga Wijaya...di bawah naungan perusahaan Wijaya yang sekarang tampu kepemimpinan ada di pundak seorang Kevin Wijaya...duda beranak satu yang mempunyai sejuta pesona.
''Kita kemana dulu ini ma?''tanya Kania begitu mereka sudah berada di dalam mall.
''Kita perawatan dulu di salonnya si Di.''jawab mama Iren.
''Ok... let's go...''seru Kania antusias sementara Putri dan Sifa hanya mengikutinya saja.
*****
''Selamat padi nyonya...selamat datang di D' spa and salon.''sapa salah seorang karyawan dengan begitu ramah dan sopan ya tak lupa juga senyum manis yang dia tampilkan.
''Mana Di?''tanya mama Iren langsung.
''Madam...''jawab karyawan tersebut.
''Halo selamat pagi nyonya Wijaya yang terhormat...selamat datang di salon eike.''sapa sang pemilik tempat memotong kata-kata sang karyawan.
''Hai Di...''sapa Kania juga Putri yang memang sudah sering di ajak kesana oleh mama Iren.
''Hai juga nona dan nyonya muda Wijaya.''sapa Di pada keduanya lalu menatap ke arah Sifa.
''Di kenalin ini adalah Sifa...calon nyonya muda Wijaya...''kata mama Iren yang melihat tatapan Di pada Sifa.
''Maksudnya...eike masih belum ngeh...''tanya Di.
''Ini adalah calon istrinya Kevin Wijaya...''jelas mama Iren.
''Oh ya ampun...ya ampun...sumpah demi apa...''seru Di.''Akhirnya ada juga yang bisa naklukkin pria tampan tapi bak beruang kutub itu...''lanjutnya.
''Di,kita mau perawatan ni...''seru Kania.
Jangan lupakan mama Iren yang sibuk serta heboh memilih tritmen perawatan untuk sang calon menantunya.
Akhirnya setelah dua jam lebih mereka selesai juga melakukan perawatannya dan hasilnya sangat memuaskan...keempat wanita tadi yang memang dasarnya sudah cantik bertambah cetar membahana karena tak sedikit pula kocek yang mereka keluarkan tapi kali ini mama Iren yang meneraktir mereka semua seperti sebelum-sebelumnya sebelum ada Sifa.
*****
''Kemana lagi kita ma?''tanya Putri.
''Belanja dong.''jawab mama Iren.''Ayo...''ajaknya.
Lalu mereka pun melangkah menuju ke toko pakaian bermerek...tas...serta sepatu dan sandal juga aksesoris.
Begitu memasuki toko tersebut mata langsung di manjakan dengan barang-barang branded yang tentunya memerlukan untuk merogoh kocek yang tak sedikit...bayangkan saja hanya untuk sebuah kaos atau sandal bahkan dompet kecil yang hanya bisa untuk menyimpan uang koin saja harus mengeluarkan uang berjuta-juta.
''Selamat datang nyonya...''sapa salah satu karyawan toko tersebut.
''Oh nyonya Wijaya...selamat datang...ada yang bisa saya bantu?''kata owner toko tersebut yang kebetulan sedang berada di sana.
''Kami ingin melihat-lihat dulu.''jawab mama Iren berwibawa.''Apa ada barang baru?''tanyanya.
''Ada nyonya...ada beberapa barang yang baru saja di launching.''jawabnya.
''Kalian tolong bawa nyonya-nyonya ini untuk melihat-lihat serta tunjukan juga barang yang baru datang kemarin.''katanya pada beberapa karyawan.''Dan satu lagi layani mereka dengan baik.''peringatnya.
''Maaf nyonya saya tidak bisa menemani karena masih ada sesuatu hal yang harus saya kerjakan.''katanya meminta maaf.
''Iya tidak apa-apa.''kata mama Iren.
''Baiklah kalau begitu saya permisi nyonya...selamat siang.''pamitnya.
''Selamat siang.''jawab mama Iren.