
❤️ Happy Reading ❤️
''Kalian beneran sudah yakin ingin mempertemukan Kendra dengan wanita itu?''tanya papa Adi yang saat ini mereka sedang duduk bersama di ruang keluarga dan tentu saja tanpa Kendra juga si kembar.
Kendra dan si kembar sudah di tidurkan terlebih dahulu oleh Sifa karena memang Kevin dan Sifa menerapkan jam tidur untuk anak-anaknya tak boleh lebih dari jam 9 malam...apa pun itu alasannya terkecuali akhir pekan,mereka dapat dispensasi sampai jam sepuluh malam dari kedua orangtuanya.
''Iya kami sudah yakin pa.''jawab Kevin.''Lagian kami juga sudah memberikan beberapa syarat padanya seperti tak boleh memberi tahu jika dia ibunya Kendra dan tak boleh juga mengambil hak asuh Kendra dari kami.''tutur Kevin.
''Kalau dia melanggarnya bagaimana?''tanya papa Adi yang tak ingin kehilangan cucu yang telah di rawatnya dari sejak masih bayi itu.
''Tidak akan pa.''sahut Kevin.
''Wanita itu...apa kalian mempercayainya begitu saja.''kata mama Iren dengan nada tak percayanya.
''Kami sudah merekam semuanya ma dan kalau dia macam-macam kami bisa menggunakan itu untuk bukti.''jawab Kevin.
''Semoga saja dia tak berulah.''kata papa Adi lagi.
''Mama itu sebenarnya tetap masih tak habis pikir dengan jalan pikiran kalian...kenapa kalian mau-maunya menuruti permintaan wanita itu.''kata mama Iren sambil menggelengkan kepalanya.
''Bagaimanapun juga dia tetap ibu kandungnya Kendra ma...tempat di mana di bawah telapak kakinya terdapat surganya Kendra dan aku tak mau kalau putraku tak mengetahui letak surganya.''kali ini Sifa yang menyahut perkataan mama Iren.
"Tapi..."kata mama Iren lagi.
"Bukannya aku tak takut kehilangan Kendra ma...atau kekhawatiran-kekhawatiran lainnya tapi sebagai seorang wanita terlebih sebagai seorang ibu...kita juga paham dan mengerti apa yang di rasakan...kita tidak boleh egois ma."tutur Sifa lagi dengan lembut dan sopan.
"Baiklah mama percaya dan mendukung kalian karena itu pasti kalian memilih hal yang terbaik."kata mama Iren pada akhirnya."Tapi jangan paksa mama untuk bisa berbuat baik apa lagi ramah serta mempercayai wanita itu dengan begitu saja."lanjutnya.
"Terimakasih ma...dan semoga semuanya baik-baik saja."sahut Kevin.
*****
''Apa yang kamu pikirkan sayang?''tanya Kevin saat dia keluar dari kamar mandi.
''Ah aku tidak memikirkan apa-apa mas.''jawab Sifa.
''Kenapa hem?''tanya Kevin lagi sambil membalik tubuh Sifa yang sedang duduk di hadapan cermin riasnya.
''Sudah aku bilang aku gak apa-apa mas.''kata Sifa lagi.
''Kamu gak bisa membohongi aku yank...aku tau bagaimana kamu sayang.''kata Kevin sambil memegang pundak Sifa.
''Aku cuma sedikit takut kalau Kendra bakal ngelupain aku setelah dia ketemu dengan ibu kandungnya.''kata Sifa dengan suara yang bergetar.
Di raihnya tubuh sang istri di dalam dekapannya.
''Jangan takut sayang...dia tak akan lupa siapa mommy yang sudah merawatnya selama ini.''kata Kevin.''Kamu memang bukan yang mengandung juga melahirkannya tapi kamu yang memberinya kasih sayang dengan tulus selama ini.''sambungnya lagi.''Sudah jangan di pikirkan lagi...sekarang lebih baik kita istirahat agar besok lebih fresh.''ajaknya kemudian.