
❤️ Happy Reading ❤️
Sore menjelang jadi seluruh keluarga besar Sifa sudah berpamitan untuk kembali kekediaman masing-masing.
''Bu'...''panggil Sifa.
''Apa dek?''tanya ibu.
''Bu'...apa menurut ayah sama ibu tadi aku keterlaluan sama Siska dan mamanya?''tanya Sifa yang sedikit merasa tidak enak hati,walau bagaimanapun mereka saudara ayah...kakak ipar dan keponakan ayahnya.
''Gak kok nak...ayah tidak keberatan dengan sikap kamu tadi.''jawab ayah.''Sesekali mereka memang harus di bantah.''ujarnya.
''Ibu juga setuju dengan ayah...mulut mereka itu memang pantas untuk di bungkam sekali-kali.''sahut ibu.
''Kakak malah suka banget sama sikap kamu tadi dek.''kata Arman.''Dan gak nyangka aja kalau adik kakak ini bisa bersikap seperti tadi.''sambungnya.
''Kalau aku jadi kamu Fa...sudah langsung aku sumpel aja itu mulut mereka berdua.''kesel Nia yang membuat semuanya tertawa.
''Tadinya aku takut kalau kalian akan kecewa dengan sikapku tadi.''lirih Sifa.
''Sekarang lebih baik kamu mandi dan istirahat...pasti kamu capekkan...''saran ibu.
''Iya ni bu' pengen rebahan bentar.''sahut Sifa.
''O iya bilangin sama Kevin...ucapin terimakasih karen sudah bantu persiapin semuanya juga sudah mengirim orang buat bantu beres-beres dan bersih-bersih juga.''kata ibu dan di angguki oleh Sifa.
*****
Saat ini Sifa sudah berada di dalam kamarnya...dia sudah selesai membersihkan diri sehingga dia memutuskan untuk rebahan di kasur empuknya.
Segala seserahan yang di berikan Kevin sudah tertata rapi di kamarnya sehingga tak bosan-bosannya dia menatap ke arah seserahan itu sambil senyum-senyum sendiri mengingat moments yang baru dilaluinya dengan sang pujaan hati siang tadi.
Dret
Dret
Dret
''Halo assalamualaikum dad.''kata Sifa begitu menerima panggilan di ponselnya.
''Wa'alaikumsalam sayang.''sahut Kevin.''Lagi apa?''tanya Kevin.
''Ini lagi istirahat aja di kamar...soalnya para keluarga belum lama pulangnya.''jawab Sifa.''O iya tadi ibu sama ayah ucapin terimakasih karena kamu sudah bantu semuanya...''ucap Sifa.
''Gak usah sungkan gitu...kayak sama siapa aja.''kata Kevin.''Gimana suka gak sama barang-barang seserahannya?''tanya Kevin.
''Suka...suka banget tapi ini apa gak terlalu berlebihan dad...''kata Sifa.''Kirain kemarin itu gak sebanyak ini yang mau di bawa kesini...''lanjutnya.
''Gak apa-apa dong...itu memang layak di berikan untuk nyonya Wijaya.''kata Kevin sambil terkekeh.''Yank...aku juga mau ngucapin terimakasih untuk itu...''kata Kevin sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah balasan seserahan yang di berikan oleh Sifa tadi.''Harusnya kamu gak perlu repot-repot kayak gini...''kata Kevin lagi.
''Gak repot kok dad...lagian itu juga gak sebanding dengan apa yang sudah kamu kasih ke aku.''jawab Sifa.
''Gak sebanding apanya?itu sangat berarti dan sangat bermanfaat buat aku yank...''kata Kevin.
Sifa memberikan balasan seserahan kepada Kevin berupa satu tasbih,satu Al-Qur'an,satu buah peci(kopiah),satu baju koko,satu sajadah yang di kemas dalam satu kotak,terus ada sepasang sepatu pantofel untuk Kevin ke kantor juga sepasang kaus kaki yang di kemas satu kotak pula,juga ada dompet,sapu tangan dan dasi serta ikat pinggang yang di kemas dalam satu kotak,serta ada satu kotak lagi yang berisi beberapa skincare pilihan Sifa untuk Kevin....jadi totalnya ada empat kotak yang di berikan Sifa untuk Kevin.