Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
79.Bab 78


❤️ Happy Reading ❤️


Didalam kamar setelah membersihkan diri Sifa dan Luna mengobrol di tempat tidur Sifa...ya Luna tidur di kamar Sifa sedangkan Egi tidur di kamar tamu.


Luna juga sibuk meng-upload photo dirinya dan Sifa tadi di insta story media sosial miliknya...tak lupa pula dia menandai akun media sosial milik Sifa dan di berinya caption


🎉🎉🎊🎊''Selamat ya zayengku...semoga lancar sampai hari H 😘''🎊🎊🎉🎉


tak lupa pula diraihnya tangan Sifa yang tersemat cincin tunangan disana dan di photo serta uploadnya lagi dan lagi-lagi menandai akun sosial media Sifa disana dengan caption


''Sultan mah beda cincin tunangannya...hehehe...''


sontak saja langsung banyak yang komen yang masuk di laman akun media sosial milik Sifa juga Luna...banyak yang mengucapkan selamat dan banyak pula yang penasaran dengan siapa Sifa bertunangan...serta banyak juga yang memuji kecantikan mereka berdua...bahkan ada dua orang yang geram melihat ini semua...ya siapa lagi kalau bukan Erik dan Siska...


Erik dan Siska memang masih suka melihat-lihat akun sosial media milik Sifa juga Luna karena akun mereka berdua tidak di privasi jadi mudah saja semua orang untuk melihatnya...Kenapa gak di privasi aja?jawabannya karena mereka itu tergolong orang-orang yang jarang sekali aktif di media sosial...hanya sekedar punya saja meskipun followers mereka tergolong banyak.


''Ma...mama...ma...!teriak Siska menggema di seluruh rumah padahal keadaan sudah malam.


''Ya ampun Siska...kamu itu apa-apaan sih teriak-teriak malam-malam gini!''tugur sang mama.


''Ada yang mau aku kasih lihat ke mama...ini penting banget.''kata Siska.


''Apa?''tanya sang mama.


''Ma,lihat ini...''pinta Siska sambil menunjukan gambar di ponselnya.


''Loh ini Sifa kan...''kata mama.


''Iya kamu benar.''jawab mama.''Papa...pa...papa...''seru mama.


''Ada apa ma?''tanya papa yang baru keluar dari kamarnya.


''Papa lihat ini masa ponakan kamu tunangan kita gak di undang.''kata mama sambil menyodorkan ponsel Siska ke papa.''Adek kamu itu gimana sih...''lanjutnya.


''Papa juga gak tau ma...''kata papa.''Sudahlah papa mau tidur dulu...''kata papa yang kemudian masuk ke kamar kembali.


''Tapi kalau di lihat-lihat ini cuma di rumah deh ma...''kata Siska.


''Iya kamu bener Sis.''jawab mama.


''Mungkin dia malu ma ngundang kita secarakan tunangan aku itu orang kaya...anak pengusaha.''kata Siska lagi.


''Iya mungkin tunangan sepupu kamu itu cuma orang biasa...bisa jadi temen dokternya atau cuma seorang dosen bahkan guru seperti kakak dan orangtuanya.''sahut mama.


''Bukan ma...kalo gak salah pacarannya itu penanggung jawab salah satu hotel keluarga Wijaya.''ujar Siska.''Tapi tunggu deh ma...cincinnya bagus banget.''kata Siska yang melihat foto jari tangan Sifa.


''Alah itu mungkin cuma cincin berlian palsu.''sahut mama.''Mana mungkin kekasihnya kamu bilang cuma penanggung jawab hotel itu mampu membeli cincin yang mahal...''timpal mama.


''Bener juga sih ma sedangkan Erik aja yang notabene seorang pengusaha dan anak pengusaha aja enggak bisa beliin cincin berlian buat tunangan kita kemarin.''kata Siska.


''Kita lihat saja besok waktu acara keluarga...gimana?''usul mama.


''Iya ma,aku juga sudah gak sabar buat bikin malu tu anak...''sahut Siska.