Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
102.Bab 101


❤️ Happy Reading ❤️


''Ingat Erik...kamu dan Siska harus buat temu janji dengan tuan Kevin beserta Sifa.''ultimatum papa Erik saat mereka ada di meja makan untuk sarapan.


''Iya pa.''jawab Erik.


''Dan kamu Siska papa minta kamu bisa menjaga sikap kamu.''peringat papa Erik.


''Aku...kenapa dengan aku...itu saja mereka yang terlalu lebay.''kata Siska enteng.


''Kamu...''bentak papa.


''Sabar pa...sabar...''kata mama Erik sambil mengelus tangan suaminya untuk menenangkan.


''Huft...Erik...papa dan mama sudah dengar semuanya tadi malam jadi sekarang kami ingin bertanya padamu,apa benar semua yang di ucapkan Sifa bahwa kamu berselingkuh saat masih menjalin hubungan dengannya?''tanya papa ingin mencari kebenaran yang terjadi atas kandasnya hubungan Erik juga Sifa yang terjalin lama.


''Sifa yang menjadi penghalang hubungan cinta kami...''sahut Siska.


''Diam!''bentak papa Erik.''Saya bertanya dengan putra saya Erik bukan padamu...jadi saya tidak butuh jawaban satu patah katapun darimu.''tegas papa.


''Be...benar pa...''jawab Erik takut.


''Erik...Erik...apa yang kamu lihat dari wanita ini sampai kamu melepaskan gadis seperti Sifa...''kata papanya sambil geleng-geleng kepala.''Kamu memilih dan menikahi wanita yang belum ada satu hari menjadi anggota keluarga Hartanto saja sudah memporak porandakan bisnis serta kehormatan keluarga kita...''cibir papa lalu dia beranjak meninggalkan ruang makan dan di ikuti oleh yang lainnya kecuali Siska dan Erik.


Orangtua serta kakak Erik memang sudah sangat mengenal Sifa karena lamanya jalinan kasih antara Sifa dan Erik...tapi mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat hubungan mereka berdua berakhir...padahal dulunya keluarga Erik sangat berharap bahwa Sifa akan menjadi bagian dari anggota keluarga mereka.


''Nanti siang setelah jam makan siang kita akan bertemu dengan Sifa juga calon suaminya....''kata Erik setelah entah menghubungi siapa lewat ponsel pintarnya.


''Maleslah...kamu aja.''sahut Siska seenaknya.


''Tidak bisa...kamu harus ikut.''tegas Erik.


''Bisa besar kepala nanti tu orang kalau kita berdua kesana dan meminta maaf...''kata Siska yang masih gengsi.


''Tidak ada cara lain lagi...''ujar Erik.''Atau kamu mau hidup melarat bersamaku kalau perusaahan keluargaku bangkrut...''kata Erik lagi.


''Gak...aku gak mau.''sahut Siska cepat.


''Sifa lagi...Sifa lagi...selalu saja.''kesal Siska.


*****


''Gimana pipi kamu sayang...masih sakit?''tanya Kevin saat mereka berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit.


''Sudah enggak kok.''jawab Sifa.


''Sayang...''panggil Kevin.


''Hem.''jawab Sifa.


''Nanti siang kamu makan siang di kantorku ya...''pinta Kevin.''Please...ya...''bujuk Kevin.


''Iya...''jawab Sifa.


''Nanti kalau pasien kamu gak banyak...kamu visit pasien aja langsung jadi kamukan gak buru-buru balik nanti...''kata Kevin yang membuat Sifa memicingkan matanya.


''Kenapa?''tanya Sifa sedikit curiga.


''Ya supaya kamu gak terlalu capek aja kalau terburu-buru bolak balik.''alasan Kevin.


Sebenarnya tadi sekretarisnya sudah menghubungi bahwa Erik dan istrinya minta bertemu maka sebisa mungkin dia ingin ada Sifa di sana.


''O iya sayang...aku tadi pagi cerita sama orang rumah tentang kejadian semalem...''kata Kevin.


''Kok kamu cerita sih mas...''kata Sifa.


''Apa kamu lupa kalau acara semalam itu banyak para pengusahanya...''kata Kevin.''Dari pada mereka tau dari orang lain ya lebih baik tau dari kita sayang...''ujarnya.


''Terus papa sama mama gimana?''tanya Sifa.


''Tentu saja mereka marahlah...sampai tu mama mau nyamperin keluarga Hartanto buat bikin perhitungan sama Siska.''jawab Kevin sambil membayangkan gimana reaksi orangtua serta adiknya begitu dia cerita tentang hal yang semalam...gimana reaksi sang mama yang langsung marah dan ingin mendatangi Siska dan jambak-jambak rambut menantu dari keluarga Hartanto itu karena sudah berani menampar calon mantunya.