
❤️ Happy Reading ❤️
''Teman kamu itu mana yank?''tanya Kevin saat mereka berjalan menuju lobi.
''Sudah ada di dalam mas.''jawab Sifa.
''Selamat malam pak...bu...'''sapa salah resepsionis.
''Selamat malam.''jawab Sifa.
''Loh pak boss...selamat malam.''sapa seseorang pria menghampiri kami.''Pak boss kok gak bilang kalau mau ke sini?''tanyanya yang ternyata adalah manager hotel tersebut.
''Iya lagi nemenin calon istri saya...ada acara reuni di sini.''jawab Kevin.
''Oh selamat malam bu boss.''sapanya pada Sifa.
''Selamat malam.''jawab Sifa.''Mas...''bisik Sifa pada Kevin.
''Nanti aku jelasin sayang.''sahut Kevin yang seolah tahu apa yang akan di bicarakan oleh kekasihnya.
''Hai Fa...''seru Luna.''Ngapain di sini...yuk masuk.''ajaknya.
''Kok kamu disini?''tanya Sifa.
''Sengaja mau jemput kalian.''jawab Luna.''Yuk...''ajaknya lagi namun Sifa hanya diam dan melirik ke arah Kevin.
''Kamu masuk dulu sama temen kamu ya yank...aku masih ada sedikit urusan...nanti aku bakal cepet nyusul.''kata Kevin.
''Ya sudah aku masuk dulu.''sahutnya.
''Ada yang mau aku bicarain.''kata Kevin setelah Sifa dan Luna pergi.''Ayo.''ajaknya.
*****
''Ada apa pak boss?''tanya sang manager was-was setelah mereka sampai di ruangan Kevin.
''Di ballroom apa semua cctv aman...?''tanyanya.''Aku gak mau kalau sampai ada yang rusak karena ada calon istriku disana.''lanjutnya.
''Aman pak boss.''jawab sang bawahan.
''Dan aku ingin kamu tetap standby di ruang kendali mengawasi segala kegiatan di ballroom hotel.''perintah Kevin lagi.
''Baik pak boss.''jawabnya lalu mereka berdua ke ruang kendali keamanan untuk melihat jalannya acara.
Sedangkan di tempat acara saat ini terlihat sudah sangat ramai karena hampir semuanya sudah datang.
''Sifa...akhirnya setelah sekian purnama elo mau dateng juga ke acara kayak gini.''candanya.
''Lebay lo.''sahut Sifa.
''Fa...penampilan kamu...wow.''puji Egi.
''Bisa aja lo.''kata Sifa.
''Eh tunggu...tapi bener apa yang di bilang Egi...aku baru nyadar dan barang-barang yang kamu pakek...bikin aku geleng-geleng.''sahut Luna.
''Bisa aja...''kata Sifa.
Mereka bertiga duduk dalam satu meja sambil mengobrol dan sesekali ada teman mereka yang menyapa.
''Hai...Sifakan?''tanyanya.
''Oh hai iya aku Sifa.''jawab Sifa.
''Tambah cantik aja lo.''pujinya.
''Terimakasih.''jawab Sifa.
Tanpa mereka sadari ternyata dari tadi ada seseorang yang memandang mereka..
*****
''Ehem...''terdengar suara deheman seseorang yang datang menghampiri meja Sifa cs.''Halo sepupuku...''sapanya dan hanya di tanggapi oleh senyum hambar dari Sifa.''Apa kabar?''tanyanya.
''Baik.''jawab Sifa tanpa ekspresi.
''Waow sepupuku apakah sekarang kamu sudah jadi simpenan om-om hidung belang atau jadi sugar baby...!''serunya sehingga membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah mereka.
''Apa maksud kamu?''tanya Sifa yang masih berusaha sangat tenang meski dalam hati dan perasaannya mudah bergemuruh.
''Ya lihatlah penampilan kamu sekarang...yang memakai barang-barang branded dan aku yakin kalau dengan hadiah kamu yang hanya seorang dokter itu gak bakal mampu untuk memakai barang-barang seperti ini.''cibirnya dengan masih mengeraskan suaranya sehingga memancing kasak kusuk yang membicarakan tenteng mereka disana.
''Kalau yang ngomong cewek bener aja...''sindir Luna.
''Heh apa maksud kamu!''bentak Siska.''Kamu sama sekali gak ada urusannya dengan hal ini...''sentaknya lagi.
''Terang saja aku...''kata Luna.