Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
Extra


❤️ Happy Reading ❤️


Waktu terus berlalu hingga tak terasa anak-anak Kevin dan Sifa sudah beranjak dewasa.


Bahkan Kendra pun sudah menyelesaikan pendidikan strata satunya, hanya tinggal wisuda saja.


''Kak, ada yang ingin mommy dan daddy omongin ke kamu.'' kata Sifa sesaat setelah mereka selesai makan malam bersama.


''Kami tunggu di ruang kerja daddy.'' imbuh Sifa lalu melangkah bersama Kevin.


''Kakak susul mommy sama daddy dulu ya...kalian langsung masuk kamar saja.'' kata Kendra pada kedua adiknya...adik kembarnya yang dulu sangat menggemaskan sekarang sudah beranjak dewasa dengan paras cantik dan tampan.


''Iya kak.'' jawab keduanya.


''Sebenarnya ada apa sih kak...kok kayaknya ada sesuatu yang sangat serius?'' tanya Kirana.


''Kakak juga gak tau Ra.'' jawab Kenan. ''Kayaknya memang serius banget karena kalau enggak, gak mungkin mereka bicara sampai di ruang kerja daddy.'' sambungnya.


''Hem aku jadi penasaran.'' celetuk Kirana.


''Jangan pemasaran dengan urusan orang lain,ingat nasehat mommy sama daddy.'' peringat Kenan.


*****


Tok


Tok


Tok


''Masuk.'' seru Kevin.


Cklek


Kendra langsung membuka pintu begitu mendengar sahutan dari yang punya ruangan, tak lupa di tutupnya kembali begitu dirinya masuk.


''Duduk kak.'' kata Sifa yang sudah duduk di kursi dekat sang suami.


Kendra pun menurut dan langsung duduk di kursi yang berseberangan dengan sang daddy dan hanya terhalang meja kerja saja.


Brak


Kendra yang melihat hal itu sontak saja kaget, karena terlalu tiba-tiba dan tak biasanya daddynya itu seperti ini.


'''Buka dan lihat.'' titah Kevin.


Kendra yang bingung serta tak tau apapun langsung meraihnya dan perlahan membuka.


''A...apa ini dad?'' tanya Kendra.


''Kamu masih tanya apa?'' tanya balik Kevin dengan geram. ''Daddy dan mommy mau kamu putuskan hubungan dengan wanita itu.'' tegasnya.


''Gak bisa dad...aku sayang sama dia bahkan kamu berdua saling mencintai.'' bantah Kendra.


''Saling mencintai kamu bilang.'' seru Kevin dengan senyum smirk yang tercetak di bibirnya. ''Buka matamu Ken...bukan kalian saling mencintai tapi hanya kamu yang mencintainya.'' ejek Kevin.


''Itu gak bener dad, dia juga sangat mencintaiku.'' sanggah Kendra.


''Kalau dia mencintaimu...gak mungkin dia melakukan hal seperti itu dengan banyak pria.'' kata Kevin. ''Apa semua bukti itu belum cukup untukmu Ken?'' tanya Kevin dengan sedikit geram.


''Aku gak percaya dengan semua itu dad...bisa saja ada orang yang sengaja menjebaknya atau ada juga orang yang mengedit semua photo-photo itu untuk menjatuhkannya.'' kata Kendra.


''Apa maksud perkataanmu kak?'' tanya Sifa.


''Ya itu bisa saja hanya rekayasa kalian...karena daddy dan mommy tak menyukainya...iya kan.'' tuding Kendra.


''Ya ampun kak...bisa-bisanya kamu bicara seperti itu... biasa-bisanya kamu menuduh kami.'' kata Sifa.


''Kamu benar-benar sudah di butakan dengan cinta yang salah Ken.'' sahut Kevin dengan sedikit gelengan kepala karena tak habis pikir dengan apa yang ada di benak putranya.


''Selama aku belum membuktikan serta melihat dengan mataku sendiri...aku gak akan mempercayai semua itu dad.'' kata Kendra lalu bangkit dari duduknya.


''Duduk Ken, kami belum selesai berbicara padamu.'' kata Kevin.


''Kendra rasa sudah tak ada yang perlu kita bicarakan lagi dad, mom.'' sahut Kendra dengan enteng lalu berjalan keluar.


''Setelah wisuda kamu akan langsung berangkat ke luar negri untuk melanjutkan kuliah S2'mu.'' seru Kevin saat sang putra sudah hendak membuka pintu.


''Terserah.'' ucap Kendra lalu benar-benar pergi.