Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
115.Bab 114


❤️ Happy Reading ❤️


Setelah acara istirahat...keluarga Kevin undur diri dari sana tapi sebelumnya pihak keluarga calon mempelai wanita sudah menyerahkan barang balasan seserahan untuk mempelai laki-laki.


''Oh jadi calon suami kamu itu duda?''tanya mama dari Siska begitu yang ada di sana hanya keluarga saja.


''Iya bude.''jawab Sifa.


''Jangan-jangan kamu itu pelakor ya...''sinis mama Siska lagi.


''Ya ampun mbakyu...''kata ibu Dewi.


''Kamu ini apa-apaan...kalau ngomong itu dipikir dulu.''tegur bude Eka.


''Lo memang benar begitu mbakyu...Sifa menikah dengan seorang pria yang sudah beranak...ya siapa tau saja dia yang menyebabkan keretakan rumah tangga calon suaminya itu.''sanggah mama Siska lagi.


''Tolong kalau bicara itu di jaga bude...dipikir dulu itu bisa melukai perasaan orang lain atau tidak.''ucap Sifa tenang...berusaha tak terprovokasi.


''Kamu mengajariku!''bentaknya.


''Bukan begitu bude.''sahut Sifa.


''Dasar pelakor...''ejeknya.


''Maaf bude...seharusnya sebelum mengatakan itu bude berkaca dulu...bukannya sebutan tersebut lebih pantas untuk putri bude yang paling cantik itu di bandingkan aku.''kata Sifa yang sudah sangat geram sehingga tak sanggup lagi menahan emosinya yang sudah memuncak.


''Dan asal bude tahu mas Kevin memang seorang duda dan mempunyai anak tapi dia sudah tidak mempunyai hubungan apapun dengan wanita manapun saat dia bersama denganku bahkan beberapa waktu sebelum bersamaku.''terang Sifa.''Maaf bude jangan samakan aku dengan putri bude itu.''lanjutnya.


''Kamu...!''bentak Siska.


''Apa?mau marah?''tanya Sifa.''Silahkan...tapi jangan lupakan konsekuensi apa yang akan kalian terima dari calon suami aku itu...''kata Sifa lagi.''Kamu gak amnesiakan?jadi aku rasa tak perlu lagi mengingatkan padamu.''sambung Sifa.


''Siska...jaga perilaku dan ucapanmu karena semua itu berdampak pada keluargaku juga perusahaan...''bisik Erik.''Kalau semua yang kita takutkan itu sampai terjadi...kamu akan tau apa konsekuensinya yang bisa aku berikan padamu.''ancamnya sehingga membuat Sifa langsung terdiam.


''O iya satu lagi.''seru Sifa.''Calon suamiku yang selama ini di hina karena di anggap sebagai pegawai rendahan itu tapi nyatanya dia adalah putra mahkota keluarga Wijaya...pemilik Golden Wijaya corp.''sambungnya karena tak ingin Kevin selalu di hina.''Dan silahkan bude tanyakan pada putri bude itu...konsekuensi apa yang akan di dapat jika bikin masalah denganku.''sarkasnya.


''Sesekali sombong tak apalah...''pikir Sifa.


''Kamu terlalu sombong Sifa...''kata mama Siska kesal.


''Bukannya selama ini kalian yang terlalu sombong...kalau aku...''kata Sifa sambil menunjuk dirinya sendiri.''Hanya berusaha membela diri karena tak mau jika calon suamiku itu di injak-injak harga dirinya terus-terusan oleh kalian.''lanjutnya.


''Dewi...apa begini caramu dan Harun dalam mendidik putri kalian...''seru mama Siska pada orangtua Sifa.''Tak punya sopan santun...''sambungnya.


''Maaf bude...aku rasa orangtuaku sudah sangat dan tak perlu di ragukan lagi cara mendidik kami anak-anaknya...jadi tolong dalam hal ini jangan sangkut pautkan tentang bagaimana cara mendidik orangtuaku dengan apa yang terjadi saat ini.''sahut Sifa.''Apapun yang bude serta Siska katakan selama ini tentang aku...sudah sangat aku terima tapi maaf aku bukan malaikat tapi cuma manusia bisa yang mempunyai batas kesabaran.''katanya lagi.''Dan kalau bude masih mempertanyakan cara mendidik orangtuaku...lalu apa kabar dengan cara mendidik bude...''cecarnya lagi.


''Apa maksudmu?''tanya mama Siska dengan emosi.