
❤️ Happy Reading ❤️
''Bagaimana sayang...apa kamu mau memaafkan mereka?''tanya Kevin sambil menatap sang pujaan hati.
''Huft...iya aku maafkan.''jawab Sifa yang berusaha berlapang dada.
''Kamu memang sangat baik sayang.''puji Kevin sambil mengusap sebelah pipi Sifa dengan satu tangannya.''Seperti kata calon istriku...kalian di maafkan.''kata Kevin pada Erik dan Siska.
''Terimakasih tuan...''ucap Kevin.''Ehm...mengenai tentang kerjasama perusahaan kami dengan perusahaan tuan...apa masih bisa di pertimbangkan?''tanya Erik ragu-ragu.
''Kalai itu aku terserah pada calon istriku ini.''sahut Kevin.''Bagaimana keputusanmu nyonya Wijaya?''tanya Kevin.
''Aki serahkan semuanya pada tuan Wijaya saja...''sahut Sifa.
''Baiklah aku beri satu kesempatan untuk perusahaan Hertanto.''jawab Kevin dan langsung membuat Erik merasa lega.''Tapi...''katanya lagi yang membuat Erik tegang kembali.''
''Tapi apa tuan?''tanya Erik.
''Kalau sampai satu kali lagi kalian menyinggung kami...tidak akan pernah ada kesempatan lagi.''tegas Kevin.
''Baik tuan...terimakasih.''ucapnya.
''Tolong ajari dan awasi istri anda agar menjaga tingkah dan prilakunya terhadap calon istri saya...atau semuanya..boom...dalam sekejap.''peringat Kevin.''Anda mengerti maksud saya bukan?''tanya Kevin.
''Baik tuan...saya mengerti.''jawab Erik.''Kalau begitu kami permisi...dan sekali lagi kami ucapkan terimakasih.''pamit Erik.
''Hem.''jawab Kevin angkuh.
''Pak boss yakin?''tanya Leo saat kedua tamunya sudah pergi.
''Hem...ada yang bilang kasihan sama orang-orang yang gak tau apa-apa tapi malah terkena dampaknya.''kata Kevin sambil melirik ke arah Sifa.
''Oh...kalau gitu saya permisi pak boss.''pamit Leo.
''Dad,aku balik juga ya kerumah sakit.''kata Sifa dan di angguki oleh Kevin.
''Hati-hati dan sampai ketemu nanti sore.''ucap Kevin lalu di balas senyuman oleh Sifa.
Begitu Sifa keluar Kevin langsung menghubungi sang supir agar standby karena sang calon nyonya Wijaya akan kembali ke rumah sakit...tak lupa dia pun mewanti-wanti agar sang sopir tidak terlalu cepat mengemudikan kendaraannya.
''Oh ini dia yang mengaku punya seorang dokter ternyata malah keliaran ke perusahaan seorang laki-laki.''sindir Siska yang tak sengaja bertemu dengan Sifa di parkiran.''Atau jangan-jangan sudah sering ya seperti ini dan bukan hanya pada satu laki-laki saja...''tuduhnya.''Pantas saja hanya seorang dokter bisa mendapatkan calon suami seorang pengusaha yang kaya raya...jangan-jangan tubuh kami itu sudah dijajakan kemana-mana.''katanya lagi yang terus mengoceh.
''Tolong jaga bicara anda nyonya Erik Hartanto.''peringat Sifa.''Dan perlu anda ingat saya bukanlah anda... sebelum anda meletakkan itu pada saya tolong koreksi dulu gimana kelakuan anda nyonya Erik Hartanto yang terhormat.''hardik Sifa menohok.
''Siska...kamu itu apa-apaan sih!''bentak Erik yang keluar lagi dari dalam mobil begitu mendengar apa yang dibicarakan oleh istrinya itu.
''Tuan Erik Hartanto yang terhormat tolong ajari istri anda sopan santun dalam berbicara dengan orang lain.''kata Sifa.''Anda masih ingatkah apa yang tadi sudah diperingatkan oleh calon suami saya...anda tahu kan konsekuensinya apa untuk perusahaan keluarga anda kalau sampai hal ini diketahui oleh calon suami saya.''tukas Sifa.
''Maaf...maafkan kami Sifa...tolong jangan sampai ini terdengar oleh tuan Kevin.''mohon Erik.
''Itu semua tergantung pada perilaku anda dan istri anda tuan Erik.''kata Sifa lalu melenggang dari sana menuju mobil yang sudah di siapkan untuk di naikinya.