Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
194.Bab 193


❤️ Happy Reading ❤️


Tanpa ba bi bu Kevin langsung melangkah dengan setengah berlari menuju di mana sang istri berada di ikuti oleh anggota keluarga yang lain.


Kevin langsung menghampiri Sifa yang sudah tergeletak di lantai dengan tak sadarkan diri.


''Mom...sayang...''panggil Kevin begitu sudah memindahkan kepala Sifa ke pangkuannya.


''Bawa ke rumah sakit Vin.''kata papa Adi yang di angguki oleh Kevin.


Karena biasanya setiap berangkat kerja Kevin dan Sifa menggunakan supir makanya sudah ada mobil lengkap dengan supir yang standby di luar rumah.


Kevin membopong Sifa menuju ke mobilnya.


''Kamu berangkat duluan dengan Sifa...mama dan papa mengikuti kalian dari belakang.''kata papa Adi.


''Baik pa.''sahut Kevin lalu masuk kedalam mobilnya.


*****


''Ayo ma.''ajak papa Adi.


''Opa...mommy kenapa?''tanya Kendra.''Kendra ikut...''katanya lagi.


''Baiklah ayo cucu opa.''ajak papa Adi.''Kamu juga ikut Mir.''kata papa Adi pada Mirna.


''Baik pak.''jawab Mirna patuh.


Kemudian mereka semua masuk kedalam mobil untuk menyusul Kevin dan Sifa.


''Papa mau telpon siapa?''tanya mama Iren saat sang suami sudah mendekatkan ponselnya di telinga.


''Mau telpon rumah sakit ma...ngasih tau biar mereka standby di lobi.''jawabnya.


''Oh...''beo mama Iren.


''Ma...kak Sifa kenapa ya?''tanya Kania yang cemas juga.


''Mama juga gak tau Kan.''jawab mama Iren.''Semoga saja bukan sesuatu yang buruk...''lanjutnya.


''Kita berdoa saja ma semoga menantu kita baik-baik saja.''sahut papa Adi dan di angguki oleh mama Iren.


*****


Kevin mengangkat tubuh Sifa dan kemudian meletakkannya di brangkar dorong.


''Lakukan yang terbaik.''titah Kevin saat sang istri di bawa masuk ke ruang IGD untuk mendapatkan tindakan.


Tentu saja Sifa akan mendapatkan perawatan yang paling terbaik di sini karena selain dia dokter di sini,dia jugalah pemilik rumah sakit ini...rumah sakit yang merupakan mas kawin dari sang suami.


''Vin...''panggil mama Iren.


''Ma.''sahut Kevin dan langsung memeluk mamanya.


''Kevin takut ma...Kevin takut terjadi apa-apa dengan istri Kevin.''lirihnya dengan suara serak serta luruh sudah air matanya.


''Suttt...semuanya akan baik-baik saja...percayalah.''kata mam Iren menenangkan sang putra.


''Kania yakin kak Sifa bakalan baik-baik saja kak...kak Sifa kan wanita yang kuat.''hibur Kania.


''Kamu sudah hubungi mertua kamu belum Vin?''tanya papa Adi namun di jawab dengan gelengan kepala oleh Kevin.


''Belum pa..nanti saja kalau Sifa sudah siuman.''jawab Kevin kemudiaan.''Aku gak mau bikin mereka khawatir.''lanjutnya.


''Daddy...mommy mana?''tanya polos Kendra yang sedari tadi memperhatikan interaksi orang-orang dewasa di hadapannya.


''Mommy ada di dalam sayang...''jawab Kevin.


''Mommy napa?''tanyanya lagi.


''Mommy gak kenapa-napa sayang.''jawab Kevin setenang mungkin di hadapan sang putra.''Kendra sama mbaknya dulu ya...duduk di sana biar gak capek.''kata Kevin memberi tahu sambil menunjuk ke arah kursi tunggu dan Kendra pun menurutinya.


Tap


Tap


Tap


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Dokter Luna...''sapa Kevin.


Baru saja Luna ingin berbicara pada Kevin keburu sudah ada seorang suster yang keluar lalu meminta Luna untuk segera masuk ke ruangan...alhasil Luna langsung pamit pada Kevin dan keluarga.