Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
kembali ke Indonesia (suara hati David)


Akhirnya aku sampai ke Jakarta setelah melalui perjalanan yang melelahkan. Aku memilih untuk meneruskan perjalanan ku ke medan. Nenek tidak ikut bersama ku. Dia menetap di Amerika bersama kakak.


Aku menikmati perjalanan ku mengingat masa-masa bersama Nandini dan tiba-tiba aku teringat perkataannya terakhir kali dirumah sakit ketika dia menolak dan tidak membutuhkan ku. Tanpa sengaja air mata ku jatuh mengalir. Sakit rasanya, tapi aku tidak tau harus bagaimana.


“Maaf” seorang menyodorkan tissu kepada ku.


Ternyata itu adalah elsa.


“terimakasih “ sahut ku.


Apa kamu memikirkan Nandini?” tanya elsa


Aku hanya tersenyum malu.


“Nandini pasti akan sembuh total, setelah berhasil masa kritis dia pasti akan sembuh. Dia gadis yang kuat “ lanjut elsa.


Aku tau Elsa tidak menyukai Nandini, dia selalu cemburu kepada Nandini. Aku juga tau dia sangat mencintai ku. Hanya saja hatiku hanya milik Nandini.


“kamu dari mana? “ tanya ku.


“dari bali, aku berlibur untuk mengambil kesibukan supaya bisa melupakanmu” sahut elsa.


Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya.


“kamu tau aku sangat mencintai mu, kamu pasti tau bahwa selama ini aku selalu mengikutimu tapi kamu tetap mengabaikan ku” lanjut elsa.


“Maafkan aku, hanya saja hatiku hanya ada Nandini. Aku sangat mencintai gadis itu walaupun dia hanya menganggap ku sebagai teman” sahut ku.


“apa kamu akan tetap mencintai dia sekarang ini? Kamu tau bahwa dia tidak secantik dulu” tanya elsa.


“Cintaku tulus untuknya, tidak memandang seburuk apa wajahnya saat ini” jawabku.


"dia sangat beruntung dicintai pria hebat seperti mu" puji Elsa.


melihatku tidak menjawab pujiannya,


Elsa hanya tersenyum dan memalingkan pandangannya.


Sudah sampai dirumah aku mengambil ponselku dan menemukan nama Nandini, aku sangat merindukannya tapi aku tidak memilih keberanian menelponnya, aku mencari nomor ibunya dan menelponnya.


Sangat cepat terhubung


“halo nak David “sahut ibu nandini dalam telpon.


“ya hallo tante, apakabar? “tanya ku.


“Sehat nak, kamu apa kabar?. Gimana keadaan ayah mu? Apa sudah sehat?Kapan kembali ke sini lagi? “tanya tante kembali.


Seperti sedang diwawancarai begitu banyak Pertayaan yang dilontarkan ibu Nandini. Aku tarik nafas dan menjawab pertanyaannya,


“ya tante aku sehat. Dan ayah (mengepal tangan) sudah meninggal dunia tante (sambil tertunduk lemas). Aku baru sampai di medan, Nandini apa kabar?” Membalas pertanyaan tante.


“ya ampun maaf nak tante tidak tau tentang ayah mu, ibu turut berdukacita nak. Nandini masih dirumah sakit nak, datanglah melihatnya. Dia sangat merindukan mu”jawab tante.


“tante aku mau minta tolong jangan beritahu Nandini kalau aku sudah disini. Biar aku sendiri yang memberi tahunya nanti”pinta ku.


“Ohh baiklah nak. Oh y tante lagi kerja nanti kita lanjut lagi” lanjut tante.


“Baiklah tante” sembari menutup ponsel.


Aku menarik nafas berjalan menuju kamar. Aku memutuskan untuk tidak memberi tahu Nandini kalau aku sudah di medan. Mengingat dia tidak menginginkanku aku sangat malu dengan hal itu.


***


Aku mulai mengawasinya dari kejauhan, aku tidak memiliki keberanian menemuinya. Sebenarnya kedua orang tuanya tau aku sudah dimedan, tapi aku meminta jangan diberitahu Nandini.


Setiap hari aku kerumah sakit untuk melihatnya. Aku akan masuk keruangannya saat dia tertidur dan akan pergi saat dia sudah terbangun. Setiap hari aku membeli makanan kesukaannya dan menyiapkan obatnya di atas meja. Itu juga akan mengurangi kerjaan kedua orang tuanya yang lumayan sibuk.


Seperti hari ini aku memasak seefod kesukaannya seperti beberapa cumi-cumi yang ukuran besar di tumis dan gurita tumis. Aku memasaknya cukup lama supaya mudah digigit Nandini nantinya.


Aku sangat semangat memasaknya dan membawanya kerumah sakit. Sudah jam 06.00 wib. Nandini belum bangun. Aku cepat-cepat menyiapkan makanannya diatas meja yang terletak disamping tempat tidurnya dan menyiapkan beberapa potong buah, setelah itu aku langsung pergi sebelum dia bangun. Meninggalkan ruangan itu aku sangat senang sekali.