
❤️ Happy Reading ❤️
Kendra yang sudah selesai dengan pendidikannya,memutuskan untuk segera kembali pulang ke negaranya.
Tak ada satu orang pun yang dia beri tahu tentang ke pulangannya ini. Tapi ya tentu saja sang orangtua akan tau apapun tentang drinya dari para anak buah yang di sebarkannya di sana untuk menjaga serta mengawasi sang putra.
Dengan penuh semangat Kendra berjalan keluar dari area bandara. Sejak dia turun dari pesawat...senyum manisnya tak pernah luntur.
''Ke toko bunga terdekat ya pak.''kata Kendra pada sang supir taksi yang di tumpanginya.
''Baik mas.'' sahutnya.
''Tunggu di sini sebentar ya pak.'' pinta Kendra dan di angguki oleh sang supir.
Dua puluh menit kemudian Kendra sudah keluar dengan membawa satu ikat bunga mawar merah yang di rangkai dengan sangat indahnya.
''Buat ke kasihnya ya mas?'' tanya sang supir sedikit ingin tahu karena melihat dari kaca kalau Kendra terus saja tersenyum sambil melihat bunga di sebelah tangan kanannya dan bergantian dengan satu buah kotak perhiasan di sebelah tangan kirinya.
''I...iya pak...hehehe...bapak tau saja.'' jawab Kendra.
''Saya juga pernah muda kali mas.'' sahutnya. ''Wah pasti pacar masnya bakal seneng banget...bunganya cantik.'' ujar sang supir lagi.
''Semoga saja pak.'' sahut Kendra.
*****
''Dia pasti seneng banget ngelihat aku pulang...'' gumam Kendra dengan kaki yang terus saja melangkah ke arah unit apartemen yang di tempati sang kekasih.
''Hem...aku sudah gak sabar ingin melihat wajah terkejutnya...'' gumam kendra lagi sambil senyum-senyum sendiri. ''Pasti bakal lucu dan ngegemesin.'' imbuhnya.
Tak terasa langkah kaki Kendra sudah sampai di depan pintu apartemen yang kini di tempati sang kekasih.
''Aku pencet belnya apa langsung masuk saja ya...'' gumam Kendra. ''Ah aku langsung masuk sajalah...lagian Clara juga pasti ada di dalam.'' imbuhnya lagi lalu memasukkan kode pintu apartemen yang memang Kendra tau karena itu adalah unit apartemen miliknya.
Satu langkah...masih sepi...dua..tiga langkah mulai masuk kedalam semakin terdengar suara seseorang.
''Itu pasti Clara...pasti dia sedang di kamarnya.'' gumam Kendra yang masih belum ada rasa curiga.
Suara-suara ******* lucnat yang keluar dari bibir kedua orang yang berbeda jenis kelamin.
''Gak...itu gak mungkin Clara...gak mungkin dia khianati aku.'' gumam Kendra yang terus meyakinkan dirinya. ''Itu pasti suara video film...'' imbuhnya lagi lalu berulang kali menarik dan menghembuskan nafasnya.
Di pegangnya handle pintu yang ternyata tak terkunci dari dalam dan di bukanya pelan-pelan dengan mata yang tertutup.
Setelah pintu terbuka, Kendra membuka matanya pelan-pelan dan ternyata...
Duuaarrr
Matanya langsung terbelalak...melotot melihat apa yang tersaji di depan matanya sendiri.
Dia melihat sang kekasih yang masih mendesah manja dengan napas yang sedikit tersengal-sengal karena sedang asik main kuda-kudaan dengan seorang pria yang kini berada di atas tubuh sang wanita. Sepasang anak manusia yang masih asik dengan kegiatannya tanpa tahu ada sepasang mata yang melihat di sana.
''Khem.'' dehem Kendra yang membuat kedua orang itu langsung menghentikan aktivitasnya.
''Ke...Kendra...'' lirih Clara begitu sang pria menyingkir dan melihat siapa yang berdiri di pintu kamarnya. ''Ka...kapan kamu pu..lang?'' tanyanya terbata karena sudah tertangkap basah.
''Itu gak penting.'' sahut Kendra. ''Aku dari bandara langsung kesini untuk memberikan surprise dengan membawa bunga juga cincin untuk melamarmu.'' kata Kendra sambil tersenyum kecut. ''Ternyata malah aku yang di berikan kejutan sebesar ini.'' imbuhnya. ''Aku menentang keluargaku untuk mempertahankan dirimu tapi ternyata kamu tak pantas untuk di pertahankan serta di perjuangkan...karena kamu hanya wanita murahan.'' sambung Kendra.
''Bu...bukan begitu Ken...dengarkan...'' kata Clara terhenti ketika Kendra mengangkat sebelah tangannya untuk memberi isyarat agar Clara berhenti bicara.
''Hubungan kita sampai di sini...semuanya telah berakhir.'' kata Kendra. ''Terimakasih untuk semuanya...kebahagian sekaligus penghianatan yang kamu berikan padaku.'' sambungnya. ''Aku tak mau melihat dirimu lagi...jadi secepatnya silahkan tinggalkan apartemen ini dan semua fasilitas yang aku berikan padamu, aku tarik kembali.'' imbuhnya lalu pergi dari sana.
Muak itulah yang rasakan saat ini, dirinya juga menyesal karena sudah tak percaya pada keluarganya sendiri.
Kendra keluar sambil meneteskan air mata yang sudah di tahannya sejak tadi.
*****
Selesai...dan terimakasih semuanya 🙏🙏🙏❤️❤️❤️
Kisah Kendra bersambung ke ''Deadline Cinta''❤️