
❤️ Happy Reading ❤️
''Gak apa-apa kok.''kata Sifa seolah tau apa yang ada di pikiran mantan istri dari suaminya itu.''Jangan terlalu di ambil hati dan kamu juga harus bisa memaklumi sikap mereka.''sambungnya.
''Iya aku tau kok Fa.''sahut Nana.''Aku sudah begitu banyak menggoreskan luka di hati mereka.''imbuhnya lagi.
''Nanti kita sambung lagi,karena sebaiknya kita cepat menyusul mereka.''ajak Sifa.
Mereka berdua melangkah menuju keruang makan menyusul anggota keluarga yang lain,lebih tepatnya mereka berjalan di belakang Kevin serta Carlo dan putranya Charli.
Di sepanjang makan tak ada obrolan apa pun yang terucap dari mereka,seperti biasa mereka makan dalam diam.
*****
''Ehm...nyonya...tuan...perkenalkan nama saya Carlo,maksud kedatangan kamu kesini untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang di lakukan oleh istri saya di masa lalunya.''kata Carlo membuka pembicaraan setelah mereka kembali keruang keluarga seusai makan malam.
Di sana hanyalah orang-orang dewasa saja sedangkan anak sedang berada di ruangan lain di temani oleh Mirna juga beberapa art.
''Istri?''tanya mama Iren sambil mengangkat salah satu alisnya.
''Iya benar.''jawab Carlo.''Nana adalah istri saya.''sambungnya lagi.
Memang saat mereka datang tadi mereka ataupun Kevin dan Sifa belum memperkenalkan dirinya.
''Iya saya benar-benar minta maaf dengan segala yang saya lakukan pada keluarga ini terutama pada Kevin juga Kendra.''timpal Nana.''Saya sungguh-sungguh menyesal.''sambungnya lagi.
''Hah...dengan sudah itukah kamu meminta maaf setelah apa yang kamu lakukan pada keluarga kami.''sinis Kania.
''Saya tau memang kesalahan yang saya perbuat sangat sulit untuk di maafkan dan dengan beribu kata maaf yang saya ucapkan pun tak akan cukup,saya akui bahwa kesalahan saya sangatlah fatal.''lirih Nana.
''Nah itu kamu paham.''sahut Kania kembali.
''Kan,Nana sudah menerima teguran serta hukuman dari perbuatannya.''kata Kevin mencoba untuk menengahi.
''Aku tau memang sangat mudah memaafkan namun sangat sulit untuk menyembuhkan lukanya.''sahut Sifa.''Bagaikan gelas yang sudah pecah...walaupun kembali di satukan namun tak akan sempurna.''sambungnya lagi.''Tapi alangkah baiknya bila kita saling bisa memaafkan.''katanya lagi.
''Bener banget kata kak Sifa.''sahut Putri.''Dengan tidak ada dendam serta kita ikhlas memaafkan maka hati kita akan tenang juga damai.''imbuhnya lagi.
''Tapi...''protes Kania.
''Seperti yang sudah dikatakan kemarin...kak Kevin saja yang secara langsung di sakiti masih mau memaafkan kenapa kita tidak.''potong Chiko.
''Kita ini hanya manusia biasa tempat salah dan dosa...kalau Allah SWT saja mau memaafkan kenapa kita dengan angkuhnya tak mau memaafkan...''sambung Putri memberi nasehat.
''Huft...baiklah saya memaafkanmu.''kata mama Iren yang beru budak suara setelah mendengar semua omongan dari anak dan menantunya.
''Saya juga sudah memaafkanmu.''kata papa Adi.''Saya juga berterimakasih padamu karena telah memberi cucu pada kami.''sambungnya.
''Honey...''panggil Chiko pada istrinya.
''Ayah...''panggil Putri pada suaminya.
''Iya...iya aku juga sudah maafin.''kata Kania.
''Aku juga.''sahut Kemal.
''Alhamdulillah.''ucap Kevin,Sifa,Chiko dan Putri.
''Terimakasih banyak.''ucap Nana.
''Nah kalau gini kan enak jadinya.''celetuk Chiko.
*****
Sebelumnya aku mau ucapin banyak terimakasih untuk semua yang sudah dukung dan ikuti cerita ini,maaf karena masih banyak kekurangan dan mungkin kurang menarik atau yang lainnya...
Aku cuma mau ngasih tau kalau cerita ini hanya tinggal beberapa bab saja.
Dan bagi yang ingin tau kisah percintaan Kendra bagaimana...bisa ikutin di karya aku yang baru...yang baru up hari ini dengan judul ''Deadline Cinta''....mampir ya...dan semoga suka.Sekali lagi terimakasih 😊🙏