Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
107.Bab 106


❤️ Happy Reading ❤️


''Bagaimana Rik?''tanya papa Erik langsung saat sang putra dan menantunya baru saja melewati pintu utama kediamannya.


''Pa...biarkan mereka duduk dulu...baru tanya.''kata mama Erik.


Kemudian semuanya duduk di sofa ruang tamu.


''Bagaimana?''tanya ulang papa Erik lagi.


''Mereka mau memaafkan kami pa.''jawab Erik.''Dan mereka juga memberikan satu kesempatan lagi untuk perusahaan kita bekerjasama dengan perusahaan Golden Wijaya...''lanjutanya.


''Alhamdulilah.''ucap seluruh anggota keluarga dengan senyum merekahnya.


''Tapi...''kata Erik lagi.


''Tapi apa?''tanya papa.


''Mereka akan segera memutuskan hubungan kerja sama ini begitu ada masalah lagi.''tutur Erik.


''Masalah?''bingung papa Erik.


''Iya pa...kita tidak boleh menyinggung atau sampai melukai hati Sifa terutama Siska.''kata Erik sambil melirik ke arah sang istri di ujung kalimatnya.


''Kamu dengarkan semua masa ini berawal dari kamu dan saya tidak mau lagi kalau terkena masalah karena gara-gara kamu jika itu sampai terjadi maka siap-siap keluar dari rumah ini juga dari keluarga Hertanto.''peringat papa Erik pada menantunya.


''Dasar merekanya saja yang lebay.''sahut Siska.


''Siska!''bentak papa dan juga Erik bersama sehingga membuat


Mendapatkan dua bentakan sekaligus membuat Siska bertambah jengkel dan akhirnya di pergi begitu saja dari sana menuju ke kamarnya.


''Begitu...begitu sifat dan sikap wanita yang kamu nikahi Rik?''kata papa sambil sedikit memijat pangkal hidungnya karena pening melihat kelakuan menantu barunya.


''Kamu sudah membuang sebuah permata demi sebuah kerikil Rik...kerikil yang menjadi masalah bagi keluarga kita...papa sangat kecewa padamu.''ucap papa Erik lalu pergi menuju ke kamarnya untuk sekedar menenangkan pikirannya.


''Ma...''panggik Erik saat sang mama juga akan melangkah pergi.


''Sudah kita bicara lagi nanti...sekarang mama mau susulin papa kalian dulu.''jawab mama.


''Aku benar-benar bodoh kak...aku sudah buat kalian sua kecewa...aku sudah membuat masalah bagi keluarga kita.''sesal Erik yang saat ini berbicara dengan kakak dan kakak iparnya.''Aku sungguh sangat menyesal kak...''sambungnya.


''Menyesal sekarang tidak ada gunanya Rik...lebih baik kamu perbaiki semua yang terjadi...''sahut sang kakak ipar.


''Benar Rik walau itu semua takkan mudah.''timpal Erga.'' Ibarat sebuah kaca yang sudah pecah...bagaimana pun usaha kita memperbaikinya tak akan pernah kembali seperti semula tapi paling tidak kita sudah berusaha.''sahut Erga.''Dan satu lagi Rik...tolong kamu bicara pada istrimu itu agar dia biasa merubah cara bicara serta tabiatnya itu.''lanjut Erga.


''Bicaranya pelan-pelan saja Rik...''peringat sang kakak ipar.


''Baik kak.''jawab Erik lalu mereka meninggalkan Erik sendiri di sana.


*****


Cklek


''Siska...''panggil Erik.


''Hem.''jawab Siska acuh.


''Aku mau bicara.''kata Erik.


''Apa?''ketusnya.


''Tolong...aku mohon padamu agar kamu mau sedikit saja merubah perilakumu itu...''kata Erik.''Bersikaplah sopan pada mama dan papa...baru satu hari kita menikah saja kami sudah seperti itu...tolong hargai orangtuaku...mertuamu.''katanya lagi.


''Perilaku ku yang seperti apa yang harus aku rubah?''tanya Siska.''Kita menjalin hubungan bukan hanya sehari dua hari jadi aku rasa kamu sudah tau semua tentang aku...kenapa sekarang jadi kamu permasalahkan?''kata Siska.