
❤️ Happy Reading ❤️
Keluarga kecil Kevin Wijaya sudah berada di mall milik keluarga Wijaya...
Mereka berlima berangkat setelah drama ngambek si princess Wijaya dengan akar permasalahan kesel nungguin mommy dan daddynya.
''Mau kemana dulu ni?''tanya Kevin yang menggendong princess Kirana.
''Mau beli bandana...''sahut Kirana.
''Oke,ayo kita ke toko aksesoris dulu.''timpal Sifa.
Dari toko aksesoris,mereka lalu berlanjut membeli keperluan rumah baru setelahnya mereka ke wahana permainan.
''Capek mom.''keluh Kirana setelah di puas bermain di sana dan menghampiri kedua orangtuanya yang sedari tadi duduk di kursi sambil mengawasi mereka bertiga.
''Uh kasian...sini anak mommy sayang.''kata Sifa sambil melambaikan tangannya kepada ketiga anaknya.
Di twins bersama Kendra sedikit berlari untuk menghampiri kedua orangtua mereka.
Entah karena sangking senang sekaligus antusias ingin segera sampai di tempat orangtuanya duduk atau terlalu ceroboh sehingga membuat Kendra tak sengaja menabrak seseorang.
Bugh
Tidak sampai jatuh memang tapi membuat tubuh Kendra sedikit mundur kebelakang karena yang di tabraknya jauh lebih dewasa.
''Sayang...''
''Kakak...''
Suara seruan yang berbarengan antara Sifa,Kevin juga si kembar.
Setelah berseru,Sifa langsung berdiri dari duduknya dan berlari kearah Kendra.
''Kakak gak apa-apa?''tanya Sifa khawatir.
''Enggak apa-apa kok mom.''sahut Kendra.
''Saya mewakili putra saya meminta maaf nyonya karena putra saya sudah menabrak anda.''kata Sifa meminta maaf dengan tulus juga sopan.''Sayang,nak...ayo minta maaf.''kata Sifa pada putranya.
''Saya minta maaf nyonya.''kata Kendra.
''Sekali lagi kami minta maaf nyonya...''kata Sifa yang menggantung kata-katanya karena tidak mengetahui nama wanita di depannya itu.
''Nana...nama saya Nana.''kata wanita itu memperkenalkan diri.
''Saya Sifa dan ini putra sulung saya...Kendra.''sahut Sifa.
Deg
Hatinya terasa berdetak kencang dengan wajah yang langsung menatap kearah bocah yang menabraknya tadi.
''Gak...ini hanya kebetulan saja...iya hanya kebetulan namanya yang sama.''gumamnya.
''Bagaimana sayang apa ada yang luka?''terdengar suara bariton yang tiba-tiba datang dari arah belakang.
''Oh gak apa-apa kok dad.''sahut Sifa.
Tanpa mereka sadari raut wajah wanita yang di tabrak Kendra tadi terlihat berubah...tersirat ketegangan tercetak nyata di wajahnya.
''Gak...gak mungkin dia...suara itu...''gumam wanita itu dalam hati.
''Nyonya perkenalkan ini suami saya...''kata Sifa yang langsung membuat Nana membalikan badannya.
''Kev...''kata Kevin terhenti.''Nana...''katanya lagi yang tak kalah kaget dari wanita yang ada di depannya.
''Loh dad...jadi rupanya kalian sudah saling kenal?''tanya Sifa namun tak di jawab oleh Kevin karena tatapan mata tajamnya seolah ingin menguliti hidup-hidup wanita yang sudah menyakiti dirinya serta putranya beberapa tahun yang lalu.
''Kev...ak...aku...''kata Nana terbata.
''Sudah selesaikan urusannya?''tanya Kevin pada sang istri.''Ayo kita pergi dari sini.''ajaknya dengan tegas.
''Tapi dad...''kata Sifa langsung terhenti seolah tercekat di tenggorokan begitu mendapat sorotan tajam dari mata sang suami.
Melihat tatapan suaminya saja sudah cukup melihat ada sesuatu antara Kevin dengan wanita yang ada di depannya itu.
''Maaf nyonya kami permisi.''pamit Sifa.
''Tap...tapi...''kata Nana terbata.