
❤️ Happy Reading ❤️
''Lihat saja aku akan mengurungmu dengan cintaku sehingga kamu tidak akan mampu keluar dari sana walau hanya sedikit saja...''timpal Kevin.
''Baiklah aku akan menunggunya tuan Kevin Wijaya...''tantang Sifa.
''Wah nantangin ni...''kata Kevin.''Kita lihat saja nanti nyonya Wijaya...''lanjut Kevin.
''Dad...''panggil Sifa.
''Hem.''jawab Kevin.
''Nanti di sana kalau kamu denger macem-macem tentang aku jangan cepat emosi ya...aku mohon kamu bisa meredam emosimu seperti tempo hari pas arisan di rumah.''pinta Sifa.
''Kenapa?''tanya Kevin.
''Selama masih bisa aku tangani...akan aku tangani sendiri.''jawab Sifa.''Aku gak mau mereka menganggap aku lemah...akan aku tunjukkan bahwa aku wanita yang kuat.''kata Sifa.
''Ehm baiklah kalau itu memang mau kamu.''kata Kevin.''Tapi kalau mereka sudah sangat keterlaluan...jangan salahkan aku kalau emosiku bakal meledak.''tukasnya.
''Jangan dad...kita akan menghadapi mereka tanpa emosi...kita hanya perlu bersikap tenang....itu saja.''kata Sifa.
''Selama masih bisa aku tolerir...aku gak masalah.''sahut Kevin.
Sifa akhirnya diam dan tidak membahas hal itu lagi...karena dia tau takkan mudah berdebat dengan Kevin...selalu saja ada bantahan dari duda beranak satu itu mungkin karena dia yang basicnya seorang pemimpin yang selalu mutlak tak ada bantahan dari setiap kata-katanya.
*****
''Kamu sudah siap sayang?''tanya Kevin saat mobil mereka sampai di rumah mempelai wanita.
''Huft...iya.''jawab Sifa setelah menghela nafasnya dalam-dalam.
''Ayo.''ajak Kevin lalu keluar dan membukakan pintu untuk Sifa.
Perlakuan kecil seperti ini yang selalu saja di berikan oleh Kevin sudah membuat Sifa merasa dihargai...serasa di perlakukan istimewa.
''Ayo nyonya Wijaya...''kata Kevin sambil menyodorkan lengan kirinya.
Sudah lumayan banyak kendaraan di sana yang menandakan bahwa sudah lumayan banyak tamu yang hadir.
''Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kalian sudah datang rupanya...''kata bude Eka.
''Iya mbakyu.''jawab ibu.
''Calon mantu ikut hadir juga...''kata tante Yani.
''Iya dek...biar bisa lebih mengenal keluarga besar kita.''jawab ayah.
Tak lama berbincang-bincang terdengar bahwa rombongan keluarga calon mempelai pria telah tiba disana.
Prosesi demi prosesi telah di lalui bahkan ijab qabul pun sudah di ucapkan...hingga tiba acara santai...beramah-tamah sambil menikmati segala hidangan yang tersedia di sana.
''Mau makan pakai apa mas?''tanya Sifa.''Biar aku ambilin.''tawarnya.
''Ayo kita ambil sama-sama.''sahut Kevin lalu menggandeng tangan Sifa menuju ke area stand makanan.
Kevin meminta Sifa untuk mengambil makanan menggunakan satu piring saja...agar tidak terlalu repot ujarnya,jadi Sifa hanya membawa dua gelas minuman di tangannya sedangkan Kevin membawa satu piring makanan dan satu piring kue.
''Oh so sweet banget sih kak...''seru Gita saat menghampiri meja mereka berdua dan melihat sang kakak sepupu yang makan berdua dengan tunangannya.
Karena lingkingan suara Gita yang cukup keras membuat beberapa orang langsung menatap kearah mereka tak terkecuali sepasang suami istri yang baru saja resmi itu.
''Cik sok romantis.''cibir Siska.
''Begitu cintakah kamu padanya Fa...padahal dulu saat berpacaran dengan ku kita tak pernah seperti itu.''batin Erik dengan tatapan sendu melihat keromantisan mantan kekasihnya itu.
Sejujurnya dalam hati kecil Erik masih ada sebercak cinta untuk Sifa...tapi cintanya dulu di kalahkan oleh nafsu birahi.