Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
255.Bab 254


❤️ Happy Reading ❤️


''Beda tau...''ujar Luna.


''Masuk yuk...''ajak Sifa setelah matanya melihat sekeliling dan mereka berdua jadi pusat perhatian setelah pekikan Luna tadi.


''Ah iya ayok.''sahut Luna.''Ngomong-ngomong gimana ni kabar ketiga ponakan aku?''tanaya Luna.


''Mereka baik.''jawab Sifa.''Kak Kendra semakin pinter dan pengertian,terus baby twins juga semakin pinter dan gembul.''terang Sifa dengan wajah berbinarnya dan Luna seneng melihat itu semua karena berarti kehidupan sahabatnya itu bahagia.


Dia yang begitu tau bagaimana Sifa dahulu,sedihnya,terpuruknya...merasa ikut bersyukur dengan di pertemuan serta di satukannya sang sahabat dengan Kevin Wijaya...seorang CEO muda berbakat dengan status duda beranak satu.


''O iya kandungan kamu gimana?rewel gak?''tanya Sifa.


''Enggak kok cuma sedikit morning sickness aja tapi gak parah kok.''jawab Luna yang saat ini sedang mengandung dengan usia kehamilan yang beri menginjak tiga bulan.


''Alhamdulillah...syukurlah kalau begitu.''sahut Sifa.


''Nanti makan siang bareng yuk Fa...kangen ni sudah lama gak makan siang bareng sama kamu.''kata Luna.


''Boleh.''sahut Sifa.''Eh tapi aku gak bisa janji ya...''katanya lagi.


''Lah emangnya kamu mau kemana?ada janji makan siang sama suamimu gitu...''kata Luna.


''Enggak,tapi takutnya nanti orang rumah telpon karena baby twins rewel jadi mau gak mau aku harus pulang.''jawab Sifa.''Kamu tau sendirilah ini adalah kali pertama aku ninggalin mereka.''sambungnya lagi.


''Enggak,mama sama papa yang mau jaga mereka dan di bantu juga sih sama baby sitter Kendra juga para art di rumah.''jawab Sifa.''Sebenarnya aku mau pakek karena takut mereka kecapekan tapi ya mau gimana lagi mereka yang larang.''sambungnya lagi.


''Ya ampun Fa...bahagianya hidup kamu punya mertua yang baik,sayang,perhatian juga ipar yang baik lagi di tambah lagi suami yang super duper jadi idaman semua kaum hawa kerena peket komplit.''kata Luna.


''Iya kamu bener Lun,kehidupanku sangat bahagia setelah ketemu sama daddynya anak-anak.''sahut Sifa membenarkan ucapan sang sahabat.


''Ini adalah buah dari segala kesabaran kamu Fa,buah dari segala penderita...penghianatan yang pernah kamu rasakan.''kata Luna.


''Iya dan aku bersyukur akan hal itu.''jawab Sifa.''Terimakasih ya Lun..karena kamu dan suami kamu Egi selau ada untukku...selalu mendukungku...selalu menemaniku...menyemangati ku...dan selalu ada untukku dalam keadaan apapun.''ucap Sifa dengan tulus sambil menghadap sang sahabat serta memegang kedua tangannya.


''Sama-sama Fa...karena itulah gunanya seorang sahabat.''jawab Luna.''Karena sahabat sejati tak akan meninggalkan sahabatnya dalam kondisi apapun...sahabat sejati akan selalu ada di saat sang sahabat membutuhkan kehadirannya.''tuturnya lagi.


Dan terjadilah mereka saling berpelukan di lorong koridor rumah sakit.


''Terimakasih Lun...terimakasih.''ucap Sifa lagi di dalam pelukan sang sahabat.


''Itu sudah kewajiban kita sebagai seorang sahabat Fa...jadi kamu gak perlu berterimakasih.''kata Luna.''Sudah ah kok jadi mellow gini...''ucap Luna di sertai kekehan agar tak semakin haru.


''Ya sudah kalau gitu aku keruangan dulu ya...''pamit Sifa.''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''