Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
73.Bab 72


❤️ Happy Reading ❤️


Waktu terus bergulir hingga sudah pukul sepuluh malam...akhirnya Sifa,Kevin,Egi serta Lula memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Mereka berempat berpisah di parkiran dan masuk ke dalam mobil masing-masing.


Karena malam Minggu jalanan jauh lebih rame dari hari-hari biasanya.


''Mau mampir kemana dulu gak?''tanya Kevin.


''Gak usahlah mas,langsung pulang saja.''jawab Sifa.


''Ya udah.''sahut Kevin.


''Ehm mas...maaf ya karena bela aku mas jadi terseret dalam masalah tadi.''ujar Sifa yang merasa tidak enak.


''Itu sudah kewajiban aku sebagai kekasih sekaligus calon suami kamu.''kata Kevin sambil menggenggam tangan kanan Sifa menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya harus memegang kendali stir mobil.


''Tapi nanti kalau benar kamu terlibat masalah dengan keluarga Hendarto bagaimana?''kata Sifa khawatir.''Keluarga Hendarto itu bukan keluarga sembarangan lo mas...mereka termasuk pengusaha yang besar.''lanjutnya.


''Kamu tenang saja...aku jamin aku bisa handle semuanya.''kata Kevin.


''Tap...''kata Sifa.


''Stttt...sudah percaya sama aku.''potongnya.''Ternyata pacar aku ini belum begitu mengetahui siapa kekasih dan calon suaminya ya...''seloroh Kevin yang disertai dengan tawa yang membuat Sifa memberengut kesal.


Karena sejatinya Sifa tidak pernah mencari tau tentang jati diri Kevin...yang dia tahu hanya Kevin nak dari papa Adi dan mama Iren,daddy dari Kendra,kakak dari Kemal dan Kania serta seorang pengusaha...sudah hanya itu saja.


''Nih...''kata Kevin yang sudah melepaskan tangan Sifa lalu menyodorkan ponsel miliknya.


''Apa?''tanya Sifa.


''Ini ambil...''kata Kevin.


''Buat apa?''tanya Sifa lagi.


Kevin dan saudara-saudaranya memang jarang atau bahkan hampir tidak pernah muncul di media karena mereka bilang mereka butuh privasi dan tak terlalu mau terekspos...kadang berita dan namanya saja yang ada tapi potret mereka tidak ada.


Setelah mengetik caption keluarga Wijaya di sana tertulis adalah salah satu keluarga pengusaha yang sukses dan bla bla bla...masih banyak lagi.


''Mas...ini serius keluarga kamu?''tanya Sifa.


''Hem...coba kamu cari lagi dengan menggunakan caption namaku...''pintanya.


Dan Sifa pun langsung berseluncur di dunia Maya untuk mencari tahu tentang kekasihnya itu.


''Oh ya ampun...mas aku gak nyangka kalau ternyata kekasih aku adalah salah satu pengusaha muda tersukses dan paling berpengaruh...''kagetnya.


''Nah sudah tahukan sekarang...jadi kamu gak perlu khawatir lagi.''ucap Kevin.


''Tapi melihat kenyataan kamu serta keluarga kamu yang ternyata seperti ini malah membuatku menjadi merasa tidak pantas untuk bersanding denganmu mas...''lirih Sifa.


Cittt


Kevin langsung menepi dan mengerem mobilnya.


''Maksud kamu apa sayang?''tanya Kevin sambil menghadap dan menggenggam kedua tangan kekasihnya itu.''Tidak ada yang pantas mendampingiku selain kamu sayang...Asifa Putri.''tergasnya namun dengan nada lembut.''Bagi aku dan keluargaku...kami tidak pernah membeda-bedakan seseorang hanya dari strata perekonomiannya...bukan dari harta dan tahta.''lanjutnya lalu dia kembali lagi menjalankan kereta besinya.


*****


''Mau mampir mas dulu gak mas...''tawar Sifa saat mereka sudah sampai di depan rumah Sifa.


''Gak usah sayang...terimakasih.''ucap Kevin.''Lagian aku juga gak enak kalau mampir...inikan sudah malam.''lanjutnya.


''Ya sudah kamu hati-hati ya di jalan...jangan ngebut-ngebut dan harus langsung pulang kerumah.''pesan Sifa.


''Baik nyonya muda Wijaya.''sahut Kevin.''Tapi kamu juga harus cepet istirahat dan gak boleh mikir yang macem-macem...oke.''tuturnya.


''He'em.''jawab Sifa dan Kevin pun langsung mengecup kening kekasihnya lalu menginjak pedal gas mobilnya begitu sang kekasih sudah masuk kedalam rumah.