
❤️ Happy Reading ❤️
"Kalian sedang tidak ada masalahkan?''selidik mama Iren.
Insting seorang ibu itu tidak pernah bisa di ragukan.
''Mama tenang saja.''ucap Sifa.
''Maaf ma...bukan maksud Sifa untuk berbohong dengan mama tapi nanti biar mas Kevin yang menjelaskan semuanya.''ucap Sifa dalam hati.
''Sifa...nak...''panggil mama Iren yang melihat sang menantu terbengong serta tak meresponnya.''Sifa...''panggil mama Iren lagi yang kali ini sambil sedikit menggoyang bahu Sifa.
''Eh iya ma...ada apa?''tanya Sifa yang sedikit kaget.
''Kamu beneran sedang tidak ada masalah dengan Kevin kan?''selidik mama Iren lagi.
''Enggak kok ma.''bantah Sifa dengan cepat.
''Tapi sikap kamu ini seperti tidak menunjukkan kalau baik-baik saja...seperti sedang banyak memikirkan sesuatu.''terka mama Iren.
''Gak apa-apa kok ma...aku cuma sedikit lelah saja.''alasan Sifa.
''Ya sudah kalau kamu memang sedang lelah...kamu istirahat saja gak perlu memasak...biar para maid yang menyelesaikannya...atau kita bisa delivery order.''kata mama Iren lagi memberi masukan.
''Aduh salah ngomong ni...''gumam Sifa.
''Apa kamu sedang ngomong sesuatu nak?''tanya mama Iren yang merasa sedikit mendengarkan suara orang bicara.
''Eh iya ini ma lagi cek apa ada bahan sama bumbu yang kurang.''kata Sifa.
''Sudah biar di terusin sama yang lain...kamu istirahat saja.''kata mama Iren lagi karena tak mau kalau sampai menantunya itu sakit karena kelelahan.
''Gak usah ma...aku gak apa-apa kok.''kata Sifa.
''Ya sudah sini mama bantu.''tawar mama Iren.
''Gak usah ma...lagian aku juga sudah di bantuin sama mereka kok.''kata Sifa sambil menunjuk dengan kedua ekor matanya pada dua orang maid yang membantu di dapur.''Mama istirahat saja.''kata Sifa lagi.
''Baiklah kalau begitu mama mau lihat si kembar sama Kendra dulu.''kata mama Iren yang di angguki oleh Sifa kemudian berlalu keluar dari dapur bersih.
Setelah berkutat beberapa waktu dengan alat tempur di dapurnya...akhirnya selesai juga semua hidangan sajian makan malam bersama nanti.
Sifa meletakkan semua masakannya satu persatu kedalam piring juga mangkuk.
''O iya mbak inikan tadi aku sengaja bikin sayur sama sambalnya banyakan...jadi yang masih di panci sama wajan itu...mbak bawa saja di belakang untuk makan malam sama yang lain.''kata Sifa.''Dan jangan lupa nanti bisa di tambahin ikan...entah mau kalian bakar atau goreng juga bisa goreng tempe dan tahu.''katanya lagi memberi tahu.
''Baik nyonya.''jawab salah satu maid.
''Iya masih ada nyonya.''jawabnya.
''Ya sudah kalau begitu saya keatas dulu ya mbak...mau bersih-bersih dan tolong nanti setelah sholat magrib dan isya makanannya di tata di meja makan seperti biasa.''pintanya dengan sopan.
''Baik nyonya.''sahut keduanya.
Memang di sana baik mama Iren ataupun Sifa tak pernah membeda-bedakan,kalau mereka makan ikan ya yang bekerja juga makan ikan...dan tak jarang mereka di beri makanan dari rumah utama...dari dapur Sifa dan mama Iren.
Di paviliun yang di gunakan untuk tempat istirahat para pekerja yang ada di mension di lengkapi dengan dapur yang lengkap dengan kulkas yang berisi banyak bahan makanan...mereka juga di berikan banyak cemilan untuk menemani mereka di kala waktu istirahatnya.
Begitu baiknya keluarga Wijaya sampai yang bekerja di sana sangatlah betah dan juga bekerja dengan sepenuh hati karena mereka merasa bahwa majikan mereka sangatlah perhatian.
*****
Cklek
''Sudah selesai masaknya?''tanya Kevin sambil berjalan menghampiri sang istri yang baru saja masuk kedalam kamar mereka.
''He'em.''jawab Sifa.
Setelah jarak semakin dekat...di tariknya tubuh sang istri dengan sekali hentakan langsung berada dalam pelukannya.
''Mas.''pekik Sifa kaget karena ulah suaminya itu.
''Iya sayang.''jawab Kevin dengan santainya.
''Mas,lepasin dulu...''kata Sifa.''Badan aku masih bau dapur lo.''sambungnya lagi karena Kevin tak juga melepas pelukannya.
''Siapa bilang?''tanya Kevin.''Tubuh istri aku ini sama sekali gak bau kok.''kata Kevin sambil mengendus-endus tubuh Sifa.
''Mas,aku mau mandi...gerah.''kata Sifa.''Lagian nanti keburu magrib.''katanya lagi.
''Mandi bareng ya...''kata Kevin.
''Eh tapikan kamu sudah mandi mas.''sahut Sifa.
''Tak masalah untukku mandi lagi sayang.''kata Kevin lagi lalu menarik tubuh sang istri untuk masuk kedalam kamar mandi.
Dan seperti kata Kevin...mereka benar-benar mandi berdua...tapi bukan hanya sekedar mandi bila sudah bersama sang mantan duren,melainkan mandi plus-plus...hehehe...
Mandi yang seharusnya hanya butuh waktu beberapa menit saja berubah menjadi lebih dari setengah jam-an akibat ulah ayah tiga anak itu.
Tubuh sang istri yang sudah bagaikan candu untuknya sehingga tak pernah bosan untuk selalu lagi dan lagi mencicipi serta menikmatinya.