Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
142.Bab 141


❤️ Happy Reading ❤️


Pagi ini adalah pagi pertama mereka menjalankan ibadah sholat subuh bersama.


Ada perasaan hangat yang menjalar di kala Kevin menjadi imam untuk istrinya yang tak pernah dia alami sebelumnya dengan sang mantan,begitu pula dengan Sifa...dia sampai meneteskan air matanya antara harus dan bahagia karena hari ini datang juga dimana dia menjadi makmum dari orang yang resmi menyandang status suami untuknya.


Mereka berdua tidak menyangka ternyata Tuhan sangat baik kepada mereka berdua sampai mereka bisa sampai ke tahap ini.


Begitu selesai mengaminkan do'a yang telah di panjatkan Kevin,Sifa pun langsung meraih serta mencium tangan Kevin yang ada di depannya.Kevin pun langsung mengecup dalam kening sang istri kemudian dia pun mendekap tubuh Sifa.


*****


''Yank...''panggil Kevin yang langsung membuat Sifa menoleh ke arahnya.''Kebawah yuk...sudah di tunggu sama yang lainnya buat sarapan.''kata Kevin.


Ketika mereka berdua turun tenyata seluruh anggota keluarga sudah berkumpul disana.


Mereka duduk di hadapan satu meja panjang agar mampu menampung semua anggota keluarga.


''Selamat pagi.''sapa Sifa juga Kevin berbarengan.


''Selamat pagi.''sahut semuanya.


''Ini dia ni pengantin baru kita.''seru Kemal.


Setelah mencium pipi mama dan putranya Kevin menarik kursi untuk di duduki istrinya.


Sifa pun mencium sang ibu juga anak sambungnya itu.


''Gimana semalam tidurnya?''tanya mama Iren.''Nyenyak.''katanya lagi.


''Ya gak nyenyaklah ma...mereka pasti gak tidur.''sahut Kemal yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak.


Rasa bersalah kembali muncul dalam hati Kevin mengingat kejadian semalam.


''Mau makan pakek apa dad?''tanya Sifa yang ingin mengambilkan makan untuknya.


''Nasi goreng aja yank.''jawab Kevin.


''Jagoan mommy...mau makan pakek apa sayang?''tanya Sifa pada sang putra yang duduk di sampingnya.


Saat ini Sifa duduk di antara dua orang pria tampan beda generasi yang di sayanginya.


''Boleh dong sayang.''jawab Sifa lalu mengambilkan makanan Kendra.


''Di habiskan ya sayang.''ucap Sifa sambil mengelus kepala Kendra setelah meletakkan piring di depan bocah tampan itu.


''Kalian berangkat jam berapa?''tanya papa Adi.


''Jam sembilan pa.''jawab Kevin.


''Ya sudah cepet kalian sarapan supaya gak telat ke bandaranya.''peringat sang mama.


''Tenang aja sih ma...mama lupa putra mama itu siapa.''sahut Kania.


''Orang pesawat yang di pakek pesawat punya sendiri ini bukan pesawat komersil jadi kenapa mesti takut telat.''timpal Kemal.


''Tau ni mama.''sahut Kania lagi.


''Tenang ma...aku sudah siapin heli kok di atas hotel untuk berangkat ke bandaranya.''kata Kevin santai.


*****


''Sayang...baik-baik ya di sana.''pesan ibu Dewi.


''Nak Kevin...ayah titip Sifa ya.''pinta ayah Harun.


''Insyaallah yah.''jawab Kevin.


''Jangan lupa oleh-olehnya ya kak.''kata Kania.''Ponakan lucu buat aku.''bisiknya di telinga Sifa yang membuat sang empunya langsung merona.


''Baik-baik sama oma opa juga mami ya sayang.''kata Kevin pada sang putra.


''Tapi boleh gak main tempat kakek dan nenek?''tanyanya.


''Tentu saja boleh dong sayang tapi minta anter sama oma dan harus bawa encus ya...biar gak ngrepotin kakek nenek serta om dan tante.''pesan Kevin.


''Iya dad.''jawab Kendra.


''Baik-baik ya sayang...mom love you.''kata Sifa lalu mencium dan memeluk putranya dan hal yang sama pun dilakukan oleh Kevin.