
❤️ Happy Reading ❤️
Kevin ikut menemani Sifa masuk kedalam ruang persalinan sedangkan papa Adi menunggu di luar dengan rasa harap-harap cemas.
''Kita lihat dulu ya sudah pembukaan berapa.''kata Luna dan di angguki oleh Sifa.
Luna memulai memakai sarung tangan khususnya lalu memulai memeriksa keadaan Sifa.
Tapi saat Luna bersiap memakai sarung tangannya dia lebih dulu meminta salah seorang perawat untuk mengecek tekanan darah Sifa.
''Tekanan darahnya 120 per 80 dok.''kata perawat yang memeriksa tekanan darah Sifa.
''Bagus.''kata Luna yang kemudian langsung memeriksa pembukaan jalan lahir Sifa.
''Sudah pembukaan sepuluh jadi pembukaan sudah lengkap.''katanya lagi.
''Baiklah dok...mari ikuti aba-aba dari saya.''perintah Luna.
''Kalau saya bilang dorong...dorong ya dok.''kata Luna lagi yang lagi-lagi hanya di jawab anggukan oleh Sifa.
Sejak masuk ke ruang persalinan tangan Kevin. tak sedikitpun lepas dari menggenggam tangan Sifa sambil sekali-sekali di kecupinya.
''Mas.''panggil Sifa.
''Iya sayang aku di sini.''sahut Kevin.
''Mas,aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu baik yang aku sengaja ataupun tidak ya mas.''ucap Sifa.
''Iya sayang aku sudah memaafkan apapun itu kesalahan kamu.''sahut Kevin.
''Tolong sampaikan juga permintaan maafku pada ayah dan ibu ya mas.''kata Sifa lagi dan diangguki oleh Kevin.
''Kita mulai ya...''kata Luna.
''Bismillahirrahmanirrahim....Allahuakbar.''ucap sifa dan Kevin bersamaan.
''Ikuti intruksi dari saya ya...''pinta Luna.
''Tarik napas...hembuskan.''kata Luna beberapa kali.''Dorong dok.''katanya.
''Huh...huh...huh...''suara Sifa.
''Aku dan semua keluarga akan selalu berdo'a untukmu dan bayi-bayi kita sayang...kami tau kamu pasti bisa...aku akan selalu berada di sampingmu.''gumam Kevin di telinga Sifa.
Dadan Sifa pun melakukannya lagi sesuai interupsi dari Luna.
''Percayalah sayang,kamu pasti bisa melakukannya dengan baik...karena kamu adalah mommy yang hebat.''bisik Kevin lagi memotivasi.
''Ayo terus dorong dok...ini kepalanya sudah kelihatan.''seru Luna dan Sifa pun mengejan sekali lagi untuk mendorong bayinya.
''Oeek...oeek...oeek...''
''Alhamdulillah.''seru semua yang ada di sana terutama Sifa dan Kevin.
Bayi pertama telah lahir dengan selamat dan lengkap sempurna tanpa kekurangan suatu apapun.
''Selamat ya dok...pak...bayi anda yang pertama berjenis kelamin laki-laki.''kata Luna memberi tahu dan membuat Kevin serta Sifa meneteskan air matanya.
''Terimakasih sayang...terimakasih.''ucap Kevin sambil mengecupi tangan serta seluruh wajah Sifa saat sang istri sedang melakukan IMD pada putranya.
''Aduh...''rintih Sifa.
''Ada apa sayang?''tanya Kevin panik.
''Perut aku mules lagi mas.''kata Sifa.
Luna pun yang mendengar langsung memeriksa kali sang sahabat.
''Nampaknya baby twins yang satu lagi juga sudah akan keluar.''kata Luna.
Dan lagi-lagi Sifa kembali melakukan hal yang sama seperti beberapa menit yang lalu cuma bedanya ini lebih cepat lahir hanya dengan beberapa kali dorongan.
''Oeek...oeek...oeek...''
''Aku dan anak-anak kita bangga padamu...kami semua mencintaimu mommy.''bisik Kevin lalu kembali mencium Sifa.
''Selamat bayi anda yang kedua ternya princess.''kata Luna.''Selamat ya zayeng...bayi kalian lucu-lucu dan sehat semuanya.''ucap Luna pada sang sahabat.
''Terimakasih Lun.''ucap Sifa dan di angguki dengan senyuman oleh Luna.
Bayi kedua Sifa pun diletakkan di atas dada Sifa untuk melakukan IMD(Inisiasi Menyusu Dini) seperti sang kakak tadi sebelum dirinya lahir.
Mengapa bayi harus melakukan IMD?hal ini bertujuan untuk meningkatkan kasih sayang ibu dan bayi juga mempertahankan suhu bayi tetap hangat juga merangsang kontraksi otot rahim sehingga mengurangi resiko pendarahan sesudah melahirkan.