
❤️ Happy Reading ❤️
''Pagi oma...opa.''sapa Kendra saat turun ke ruang makan untuk sarapan.'
''Pagi sayang.''sapa mama Iren dan papa Adi.
''Pagi mom...dad.''sapa Kendra berikutnya untuk mommy dan daddynya.
''Pagi.''sahut Kevin dan Sifa.
''Wah ceria sekali wajah cucu oma.''kata mama Iren.''Ada apa ni?''tanya mama Iren begitu penasaran.
''Tentu saja dong oma,semalamkan Kendra tidur sama mommy juga daddy.''jawab Kendra.
''Ah benarkah?''tanya mama Iren lagi.
''Iya oma,kalau gak percaya oma bisa tanya langsung ke daddy dan mommy.''jawab Kendra kembali,namun sebelum mama Iren bertanya...Sifa sudah menganggukkan kepalanya sebagai jawaban saat mama Iren menatap ke arah yang bergantian antara dirinya dan sang suami.
''Ih kakak curang!''seru si cantik Kirana saat baru menginjakkan kakinya di ruang makan mendengar perkataan sang kakak yang semalam tidur dengan mommy dan daddynya.
''Ada apa sayang?''tanya Kevin sambil meraih tubuh sang putri dan memangkunya saat kebetulan melewati dirinya yang sedang duduk di kursi makan.
''Kakak curang...kenapa semalam kakak bobok sama mommy dan daddy sedang kita berdua enggak.''kata Kirana dengan mulut yang di kerucutkan.
''Ehm bagaimana kalau nanti malam kita tidur berlima di kamar mommy dan daddy.''kata Sifa memberikan usul agar kedua buah hatinya yang lain tidak marah serta tak ada kecemburuan di antara merek bertiga.
Beginilah nasib sudah mempunyai tiga anak jadi harus pinter-pinter bersikap adil agar anak-anak tidak merasakan yang namanya pilih kasih sehingga menyebabkan mereka menyimpan kebencian antara yang satu dengan yang lain.
''Iya mau mom.''seru Kenan.
''Baiklah jadi sudah di putuskan kalau nanti malam kita akan bobok bareng...yeah...''kata Sifa dengan semangat.
Mama Iren dan papa Adi pun ikut bahagia melihat interaksi serta keharmonisan keluarga putranya,meskipun pernah sekali gagal dan ibarat menelan pil yang sangat pahit,namun kini Tuhan telah menggantinya dengan beribu-ribu kebahagiaan.
Hanya satu orang yang tak terlalu bersemangat untuk bersorak...yaitu Kevin si mantan duren.
''Kenapa dad?''tanya Sifa lirih.
''Kalau anak-anak tidur dengan kita berarti kita...''lirih Kevin.
''Kita apa dad?''tanya Sifa.
''Kita gak bisa bermesraan donk...samalam kan sudah gak dapet jatah masak malam ini gak dapet lagi.''keluhnya dengan suara sedikit berbisik jadi hanya Sifa dan Kendra yang mendengarnya.
''Ya ampun dad...besok-besok kan juga masih bisa.''kata Sifa masih dengan suara yang lirih agar obrolan absurd mereka berdua itu tak di dengar oleh yang lain terutama anak-anaknya.
''Huh...''kesal Kevin dengan wajah yang sedikit di tekuk.
Melihat suaminya seperti itu Sifa jadi merasa tak enak hati karena sudah main bilang kalau mengajak anak-anak mereka tidur bersama di kamar mereka tanpa diskusi dulu dengan suaminya.Dia berusaha memutar otaknya secepat mungkin agar suaminya itu tak ngambek lagi padanya.
''Bagaimana kalau di ganti dengan besok malam semalam full?''bisik Sifa dengan setengah menggoda.
''Beneran?''tanya Kevin memastikan apa yang di dengarnya.
''He'em.''jawab Sifa.
''Oke.''sahut Kevin dengan wajah yang sudah berbinar bahagia.
Dan Sifa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi sang suami,entah kenapa tingkat kemesuman suaminya itu tak juga berkurang di usianya yang semakin matang...gak inget apa kalau sudah memiliki tiga ekor di belakangnya.