
❤️ Happy Reading ❤️
''Baiklah aku setuju tapi apa alasan kalian tidak memberi tahu Kendra tentang aku yang sebenarnya?''tanya Nana penasaran.
''Karena kami memikirkan tentang psikis Kendra.''sahut Sifa.''Sebuah kenyataan yang mendadak seperti ini tentu saja akan mempengaruhi pikirannya.''sambungnya lagi.''Dan kami tidak ingin itu terjadi.''imbuhnya.
Dan Nana menerima alasan tersebut.
''Jadi kapan kalian akan menemukan kami?''tanya Nana lagi yang sudah tidak sabar.
''Secepatnya.''jawab Sifa.''Emm kalau akhir pekan bagaimana?''tanyanya.
''Kenapa mesti akhir pekan?''tanya Nana yang merasa terlalu lama kalau harus menunggu akhir pekan.
''Karena kami hanya ada waktu pada hari itu.''jawab Sifa.
''Alu dan istriku punya pekerjaan serta kesibukan sendiri-sendiri jadi hanya ada waktu di akhir pekan.''kata Kevin ikut bicara.
''Baiklah terserah kalian saja.''kata Nana dengan lesu.
''Dan kak...kami juga tidak ingin kalau nantinya kalian mempermasalahkan tentang hak asuh Kendra.''kata Sifa.''Hak asuh Kendra tetap pada kami...selamanya.''lanjutnya lagi.''Kak Nana harus berjanji akan hal itu.
''Iya kau berjanji tak akan mempermasalahkan atau menggugat hak asuh Kendra yang berada di tangan kalian.''kata Nana pasrah.
''O iya satu lagi kak.''seru Sifa.''Jangan coba-coba mengingkari apa yanga udah kita sepakati ini...karena...''kata Sifa penuh penekanan lalu memutar rekaman tentang percakapan mereka tadi.
''Ah kamu...''seru Nana yang terkejut karena tak menyangka kalau pembicaraan mereka di rekam oleh istri dari mantan suaminya itu.
Kevin pun tak menyangka kalau istrinya akan melakukan hal itu tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia memuji kepintaran Sifa.
''Kamu tenang saja kami tak akan macam-macam.''kata pria yang ada di samping Nana...yang sejak masuk sampai sekarang baru buka suara.
''Tidak ada.''jawab Nana.
''Sayang apa masih ada yang ingin kamu bicarakan?''tanya Sifa pada sang suami dengan menggunakan kata ''sayang'' namun Kevin menggelengkan kepalanya.''Bisakah kita pamit sekarang...karena aku masih ada urusan.''sambungnya dan langsung di angguki oleh Kevin.
''Karena sudah tidak ada yang kita bicarakan lagi...maka kamu undur diri.''pamit Sifa.''Oh iya hampir lupa.''kata Sifa lalu merogoh tas miliknya dan mengeluarkan kartu nama yang kemudian di letakkannya di atas meja depan Nana.''Ini adalah kartu namaku jadi kamu bisa hubungi nomorku untuk konfirmasi kapan kita akan bertemu lagi dengan ada Kendra tentunya.''Assalamu'alaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
Cklek
Klik
Setelah Sifa dan Kevin pergi...Nana meraih kartu nama yang di tinggalkan oleh nyonya Wijaya tersebut.
''Dokter Asifa.''gumamnya.
''Ada apa sayang?''tanya laki-laki yang ada di sebelah Nana.
''Oh tidak apa-apa.''jawab Nana dengan cepat.''Em rupanya dia seorang dokter sekaligus pemilik salah satu rumah sakit terkenal di sini...pantas saja dia sangat pandai sekali dalam berbicara.''katanya lagi lalu memberikan kartu nama itu pada laki-laki di sampingnya.
*****
Sedangkan di tempat lain...lebih tepatnya di sebuah mobil ada seorang istri yang sedang merengek meminta makan pada suaminya.
''Mas,bisa tidak kita mampir makan sebentar?''pinta Sifa.''Cacing di perutku sudah pada demo semua ni minta makan.''sambungnya lagi.''Huh gara-gara bertemu dengan mantan istri kamu itu,kita tidak jadi makan siang berdua.''gerutunya dengan bibir yang sudah mengerucut pertanda istri seorang Kevin Wijaya sedang kesal.
''Aduh maaf ya sayang.''ucap Kevin.''Baiklah sekarang lebih baik kita cari tempat makan terlebih dahulu baru balik kerumah sakit.''sambung Kevin lagi.
Niat hati ingin makan siang berdua,namun apa daya malah ketemu dengan sang mantan...alhasil semuanya gagal total.