Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
242.Bab 241


❤️ Happy Reading ❤️


Sepanjang acara di aqiqahan anak Sifa dan Kevin,papanya Siska lebih banyak diam dan menyendiri...dia berusaha selalu menghindar dari keluarga besarnya karena mereka selalu menanyakan sang istri juga putrinya,tak mungkin pulakan dia mengatakan yang sejujurnya tentang apa yang terjadi dalam rumah tangganya juga rumah tangga putrinya saat ini,tak mungkin pula dia mengatakan bahwa istri dan anaknya begitu iri dengan apa yang di dapatkan oleh Sifa dalam hidupnya...karena dia merasa malu dan ada sedikit gengsi di hatinya karena itu semua adalah aib baginya juga bagi rumah tangganya dan sang putri.


''Alhamdulillah acaranya lancar.''kata Sifa saat semua anggota keluarga inti sedang duduk bersama sambil memperhatikan para tamu undangan.


''Iya tenang lagi...gak ada yang bikin panas.''sahut Nia.


''Maksudnya?''tanya Sifa dan yang lainpun menatap Nia minta jawaban juga.


''Iya gak ada yang koar-koar dan nyinyir.''jawab Nia.''Gak ada Siska dan mamanya yang suka bikin darah dan emosi naik ke tegangan tinggi karena omongannya yang pedes kayak cabe rawit sekilo.''sambungnya dengan ceplas-ceplos.


''Nia.''tegur ibu.''Jangan gitu ah...gak enak kalau sampai kedengaran sama pakde nanti.''kata ibu Dewi lagi.


''Biarin aja bu' toh memang itu kenyataannyakan.''sahut Nia.


''Iya tapikan...''sahut ibu Dewi.


''Ayah sama ibu itu terlalu baik...terlalu sabar bu'.''potong Nia.''Seberapa baik ayak dan ibu mereka tetap saja selalu menghina keluarga kita dari dulu...bahkan mereka tak merasa bersalah sedikitpun atas apa yang mereka lakukan ke Sifa tapi mereka malah bangga dengan hal itu.''cerocos Nia lagi.


''Kamu cuma berusaha ikhlas untuk menerima semua ini.''jawab ibu.''Kalau kita membalas apa yang mereka lakukan ke kita...lalu apa bedanya kita dengan mereka.''kata ibu Dewi lagi dengan sangat bijak.''Lagi pula mereka adalah kakak dari ayah...lebih tua dari kita jadi sudah sewajarnya kalau kita menghormati mereka dan kami juga gak ingin kalau sampai tali persaudaraan kita putus begitu saja.''sambungnya lagi.


''Terimakasih ya bu',karena ibu sudah selalu sabar menghadapi keluarga ayah.''ucap ayah Harun.


''Sama-sama yah...mereka juga adalah keluarga ibu.''sahut ibu Dewi.


''Ibu memang yang terbaik.''kata Arman memuji ibunya.


''Ibu juga sayang kalian semua.''sahut ibu Dewi.


''Wah Kevin...kamu beruntung banget lo punya mertua seperti ibu Dewi dan ayah Harun.''celetuk papa Adi.


''Iya papa kamu bener Vin.''sahut mama Iren.


''Iya ma,pa,kalian benar.''sahut Kevin.


''Kita juga beruntung ya ma...punya besan semuanya baik.''kata papa Adi.''Semoga saja Kania nanti juga mendapatkan mertua yang baik seperti Kevin dan Kemal.''harapan papa Adi.


''Amin...semoga saja.''sahut semuanya.


''Kode Kan...kode...''ujar Nia.


''Ih apaan sih kak...kok aku lagi yang kena.''sungut Kania yang membuat semuanya terkekeh.


''Buruan cari Kan...jangan sampai kamu jadi perawan tua nantinya.''ledek Kemal.''Entar gak ada yang mau lagi kalau sudah tua...hahaha...''sambungnya.


''Kakak...''teriak kesal dari Kania.''Kak Putri suaminya tu...''adu Kania pada sang pawang kakak keduanya itu.


''Ayah...gak boleh tau ngomong kayak gitu.''kata Putri pada sang suami.''Kalau ngomong itu jangan jujur-jujur banget napa...''sambungnya yang membuat semua orang terkekeh kembali.


''Uh dasar laki bini sama aja.''sewot Kania dengan wajah cemberutnya.