
❤️ Happy Reading ❤️
Keadaan di kediaman orangtua Siska semakin memanas setelah kejadian tadi malam.
Papanya Siska yang sudah berada di level di ambang batas kesabarannya pun mulai mudah sekali tersulut emosi.
Setelah pagi ini tanpa sepatah katapun terlontar dari papa dan mama Siska,malam ini di mulai lagi sebuah ketegangan di sana karena lagi dan lagi terjadi pertengkaran.
''Pa...''panggil Siska begitu melihat papanya masuk ke dalam rumah.
''Hem.''jawab papa Siska dengan datar.
''Papa harus bantu aku untuk bertemu dengan Erik.''pintanya tapi dengan nada arogannya.''Papa harus bantu aku agar tak bercerai dengannya.''lanjutnya lagi.
''Papa gak bisa.''jawab papanya Siska karena jujur dia merasa sudah tidak punya muka terhadap keluarga yang akan menjadi mantan besannya itu.
''Maksud papa apa?''tanya Siska dengan menggebu.''Papa sudah gak sayang sama aku.''serunya lagi namun papa Siska hanya diam lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu yang di tempatinya saat ini.
''Sudahlah Siska tak ada gunanya kamu merengek dengan papamu itu.''sahut mamanya Siska.''Papamu itu memang laki-laki yang tak berguna.''lanjutnya lagi yang seketika membuat sang suami menghentikan langkahnya.
''Apa kamu bilang?''tanaya papa ya Siska sambil membalikkan badannya menghadap pada wanita yang sampai saat ini masih menyandang status sebagai istrinya itu.
''Kamu laki-laki yang gak berguna.''lantang mama Siska yang membuat papanya Siska geram.
Dia merasa sebegitu tak berharga dan di hormati serta di hargai sang istri atas segala yang sudah dia beri serta usahakan untuk mereka...terus selama ini dia dianggap apa...,pikir papanya Siska.
''Kalau memang aku lelaki yang tidak berguna.''kata papa Siska menjeda ucapannya.''Mulai hari ini,jam ini,menit dan detik ini aku menjatuhkan talak untukmu.''serunya.''Aku haramkan engkau untukku.''sambungnya lagi yang membuat Siska dan mamanya terdiam,mereka masih tercengang dan berusaha mencerna ucapan papanya Siska,sedangkan papanya Siska sendiri langsung masuk ke kamarnya.
Setelah beberapa saat dia kembali keluar dengan menyeret sebuah koper di tangannya.
''Besok akan aku kirimkan gugatan perceraian kita.''kata papanya Siska.
''Pe...pe...perceraian.''cicit mamanya Siska.''Kamu serius mau bercerai denganku...papa gak sedang lagi bercandakan...''ucap mamanya Siska yang masih tak percaya dengan semua ini.
''Iya.''jawab papanya Siska lalu mulai berjalan untuk keluar dari rumah itu.
''Kamu akan menyesal karena sudah menceraikan aku.''seru mamanya Siska.''Ingat itu.''teriaknya lagi namun sama sekali tak di gubris oleh sang suami yang baru saja menjatuhkan talak untuknya itu.
Begitu masuk kedalam mobil...papa Siska berusaha untuk menenangkan hati dan perasannya...dia mengambil napas dalam-dalam dan di hembuskannya dan dia melakukannya beberapa kali sampai sedikit tenang.
Papa Siska sebenarnya mengalami pergulatan batin yang sangat berat dalam mengambil keputusan ini tapi apa mau dikata dia sudah merasa gagal dalam mengurus rumah tangganya serta mendidik anak dan istrinya.
Setelah lebih tenang...papanya Siska melajukan kendaraannya menuju ke kediaman kakak tertuanya,untuk sementara dia akan numpang tinggal di sana sekaligus untuk menenangkan pikiran serta butuh teman untuk membagi keluh kesahnya.
*****
''Arrgghh...''teriak mama Siska sambil membanting segala benda yang ada di dekatnya.
Prang
Prang
Prang
*****
Maaf aku cuma bisa up satu bab dan maaf juga kemarin gak bisa up🙏🙏🙏🙏🙏