Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
243.Bab 242


❤️ Happy Reading ❤️


Setelah para tamu undangan pulang...kini giliran keluarga Wijaya memberi bingkisan serta amplop yang sudah disisi...walaupun nominalnya tak seberapa yang terpenting adalah ke iklasannya.


Sedangkan bingkisan untuk para lansia di panti jompo serta orang-orang dan anak-anak yang tidak mampu yang ada di jalanan juga sudah di berikan siang tadi oleh para anak buah Kevin yang langsung di koordinir oleh sang asisten.


Semua lega dan bahagia karena acara berjalan dengan sangat lancar.


Puja dan puji syukur tak pernah lelah mereka panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmad serta kebahagiaan yang mereka dapatkan sampai saat ini.


''Kami pulang dulu ya...''kata ibu Dewi pada Sifa.


''Loh kok pulang bu'...nanti saja atau nginep aja sekali-kali.''sahut Kevin.


''Maaf kami gak bisa menginap...mungkin lain kali karena tau sendiri besok Kitakan harus kembali ke rutinitas masing-masing.''jawab ibu Dewi.


''Tapi mbak sama mas sering-sering lo main kesini.''timpal mama Iren.


''Tentu saja jeng.''jawab ibu Dewi.''Titip putri sama ketiga cucu saya ya jeng.''kata ibu Dewi lagi.


''Mbak ni ngomong apa...cucu mbak kan cucu saya juga dan putri mbak juga putri saya.''sahut mama Iren.


''Ya sudah kalau gitu kami permisi dulu.''kata ayah Harun.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Hati-hati.''seru mama Iren lagi.


*****


''Kendra sayang...kita ke atas yuk mandi.''ajak Sifa.''Biar seger dan gak bau acem.''lanjutnya.


''Iya mom.''jawab Kendra.


''Sini sama daddy.''pinta Kevin yang membuat Kendra langsung kearah sang daddy.


''Oma,opa,mami,ayah,bunda dan Boby sama Bila...Kendra mandi dulu ya...''kata Kendra.


''Iya sayang.''sahut mama Iren menanggapi sang cucu.


Baby twins di letakkan di stroller bayi lalu di dorong oleh Sifa sedangkan Kendra di gendong oleh sang daddy.


Mereka nak ke lantai atas menggunakan lift,karena akan sangat repot dan susah bila mereka naik ke lantai atas dengan mendorong stroller bayi bila menggunakan tangga.


Setelah perusahannya berkembang dan sukses,Kevin memang merombak hunian utama keluarga Wijaya bak sebuah hotel yang lengkap dengan segala fasilitasnya.


Dia ingin seluruh anggota keluarga menjadi nyaman dan betah apabila berada di rumah.


*****


Sedangkan di tempat lain,papanya Siska juga baru saja sampai di kediamannya setelah beberapa menit berjibaku dengan kemacetan kota.


''Sudah pulang?''tanya mamanya Siska dengan ketus.


''Seneng donk baru saja kumpul dengan keluarga besar...dan melihat pesta aqiqahan sang ponakan.''kata mama Siska lagi.''Padahal di rumah ada anak yang lagi sedih eh tapi papanya malah seneng-seneng.''nyinyirnya lagi.


''Cukup ma.''kata papanya Siska dengan datar.


''Keluarga kamu pasti senang bila mendengar kabar tentang hancurnya rumah tangga Siska.''tuduh mama Siska lagi.


''Aku bilang cukup ma.''kata papa Siska lagi dengan sedikit menaikan satu oktaf suaranya.


''Kenapa kamu tidak terima aku ngomong jelek tentang keluarga kamu?''tuduhnya lagi.''Memang ya keluarga kamu itu tu bener-bener...''lanjutnya.


''Cukup ma aku bilang cukup.''seru papa Siska memotong kalimat yang terlontar dari istrinya.''Aku capek ma...pusing jadi tolong diamlah sebelum aku lepas kendali.''kata papa Siska memperingatkan sambil menggenggam tangannya erat untuk menahan emosinya.


''Papa berani teriak sama mama...bentak mama.''seru mama Siska yang selalu ini tak pernah di bentak seperi itu oleh sang suami.''Kalau aku gak mau diam...papa mau apa?''tantangnya yang membuat emosi papa Siska semakin membuncah.


Plak