
❤️ Happy Reading ❤️
''Eugh... ''lenguh Sifa setelah beberapa jam tak sadarkan diri.
''Sayang.''kata Kevin yang mendengarnya.
Karena saat ini Kevin sedang duduk di kursi tepat di samping tempat tidur Sifa,sedangkan yang lainnya sudah dia suruh pulang karena hari sudah sore dan mereka juga butuh untuk membersihkannya diri.
''Shtttt...''keluhnya lagi sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.
Sifa kemudian mulai menggerakkan kelopak matanya sampai terbuka sempurna.
''Mas...''panggil Sifa karena pandangan yang pertama kali dilihatnya adalah sang suami yang sedang memandang dirinya.
''Iya sayang.''sahut Kevin.
''Kendara mana mas?''tanyanya.
''Kendra pulang bersama mama dan yang lainnya sayang tapi nanti mereka akan kesini lagi.''jawab Kevin.
''Siska...Siska mas.''kata Sifa.
''Kamu tenang ya sayang anak buahnya sudah menangkapnya karena begitu dia mendorongmu,dia langsung di amankan oleh pihak keamanan sekolah Kendra.''jawab Kevin.
''Jangan...jangan penjarakan dia mas.''kata Sifa.
''Memang aku tak membawa dia ke kantor polisi tapi akan ku beri pelajaran secara langsung untuknya.''kata Kevin dengan menegakkan tangannya,terlihat jelas bahwa dirinya sedang menahan amarah.
''Apa maksudmu sayang?''tanya Kevin. tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya itu.''Dia sudah mencelakai kamu.''katanya lagi.
''Iya tapi aku sudah memaafkannya mas.''ucap Sifa.''Apa bedanya kita dengannya kali kita juga ikut menyimpan dendam yang hanya akan meracuni hati kita.''paparnya.
''Tapi...''kata Kevin.
''Siska itu mesin punya anak mas dan anaknya hampir seumuran dengan baby twins...tolong pikirkan bagaimana anaknya kalau sampai terjadi apa-apa padanya.''kata Sifa memotong omongan sang suami.''Coba bayangan bagaimana kalau baby twins yang merasakan apa yang anak Siska alami kalau Samapi kami menghukum mamanya.''nego Sifa lagi yang membuat Kevin diam sejenak mencerna ucapan yang terlontar dari bibir yang sudah menjadi candu untuknya itu.
''Baiklah.''jawab Kevin yang membuat sifa tersenyum.''Tapi aku gak bisa biarin dia berkeliaran di kota ini.''lanjutnya yang membuat Sifa mengernyitkan dahinya.
''Maksudnya mas?''tanya Sifa yang benar-benar belum paham dengan ucapan suami tampannya itu.
''Dia beserta ibu dan anaknya akan aku kirim ke pedesaan tapi mereka tetap dalam pengawasanku.''kata Kevin.
''Iya mas gak apa-apa,aku juga setuju supaya mereka bisa memulai hidup baru mereka.''kata Sifa.''Tapi untuk kehidupan mereka gimana mas?''tanyanya lagi.
''Kamu tenang saja...mereka akan bekerja di salah satu usaha milikku di sana.''kata Kevin.
"Terimakasih ya mas,karena bagaimanapun dia adalah saudaraku."ucap Sifa."Aku merasa beruntung banget mempunyai suami kaya kamu mas...sudah baik,tampan,kaya dan terlebih lagi sayang dan cinta sama aku."ucap Sifa.
"Aku yang harusnya berterimakasih sama kamu sayang karena kamu sudah mau menerima aku yang berstatus duda beranak satu ini dan terlebih lagi aku yang lebih beruntung karena punya istri cantik dan berhati malaikat seperti kamu."ucap Kevin dan mereka pun saling berpelukan.
"Ehm..ehm..bagus ya sudah sadar bukannya langsung ngabarin yang di rumah malah enak-enak pelukan.''sindir Arman yang baru saja datang dan malah di suguhi dengan ke uwuhan adik serta iparnya itu.
"Hehehe maaf kak...Sifa juga baru sadar kok."sahut Kevin.