
❤️ Happy Reading ❤️
Di usia kehamilannya yang sudah masuk usia tujuh bulan ini Sifa sudah banyak mengurangi aktivitasnya...walaupun belum ambil cuti dari rumah sakit namun dia pulang lebih awal setiap harinya dan itupun karena dia yang membujuk Kevin dengan segala rayuannya kalau tidak hot daddy yang mantan duren alias duda keren itu sudah tidak memperbolehkannya untuk berangkat kerja ke rumah sakit.
Dan kebetulan juga rumah sakit sudah di serahkan pada Sifa karena dokter Vito harus menggantikan posisi ayahnya dalam memimpin sebuah perusahaan farmasi keluarganya.
Bahkan hanya untuk sekedar naik turun tangga pun sudah tak di perbolehkan oleh suami posesifnya itu...bahkan Kevin pun sampai membuat lift dirumahnya untuk memudahkan sang istri.
Hari ini kebetulan seluruh anggota keluarga Wijaya berkumpul di kediaman Wijaya.
''Aku gak nyangka lo kalau kak Kevin sampai ngelakuin hal ini...''kata Putri.
''Bikin lift di rumah mah belum seberapa kak...kakak gak tau aja gimana protektif serta posesifnya kak Kevin sama tu bocil.''kata Kania memberi tahu.
''Oh tapi kak Kevin itu so sweet banget...ayahnya anak-anak aja dulu gak sampai segitunya.''kata Putri.
Mereka bertiga sedang duduk bersantai di teras belakang sambil memperhatikan anak-anak yang bermain di sana.
''Lagi ngomongin apa sih?''tanya Kevin. yang baru saja muncul bersama dengan Kemal.''Seru banget kelihatannya.''sambung Kevin lagi.
''Biasa kak masalah wanita.''sahut Kania.
''Mama papa belum pulang dek?''tanya Kemal.
''Belum tu kak kayaknya.''sahut Kania.
''Mama sama papa tumben perginya lama...''kata Kevin.''Eh nanti malam bikin acara apa ni kita?''tanya Kevin.
''Apa ya kak...''kata Kania yang malah balik tanya.
''Heh dodol...orang di tanya kok malah balik tanya.''sembur Kevin pada adik bungsunya.
''Kamu ini sudah besar...ajak dong pacar kamu kesini biar tambah akrab dengan keluarga.''kata Kemal.
''Pacar apaan kak...aku gak punya tau.''sahut Kania dengan sewot.
Ya begitulah Kania kalau di singgung tentang pacar.
''Makanya jangan terlalu banyak milih-milih.''kata Kemal lagi.
''Milih apanya sih kak...memangnya baju milih-milih.''sahut Kania.''Tapi bukannya harus ya kita itu selektif dalam mencari jodoh?''tanyanya.
''Selektif boleh asal jangan terlalu berlebihan saja.''sahut Putri.
''Akukan ingin mencari yang terbaik dan paling sempurna kak.''kata Kania.
''Tidak ada makhluk Tuhan yang sempurna...semua ada plus dan minusnya masing-masing.''kata Sifa.''Tinggal bagaimana kita menyikapinya,lagi pula kita itu memang di ciptakan untuk melengkapi kekurangan pasangan kita masing-masing agar menjadi nyaris sempurna.''nasehat Sifa.
Kenapa nyaris sempurna...bukan sempurna...karena segala kesempurnaan hanyalah milih Allah SWT.
''Aduh ampun deh ibu hamil satu ini kalau sudah buka suara.''kata Kania.''Dalem banget kata-katanya...langsung mak jleb kena di hati plus jantung.''sambungnya lagi.
''Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh kak Sifa.''timpal putri.
''Pikirkan dek..jangan sibuk kerja terus.''kata Kevin.
''Bener tu kak.''sahut Kemal.''Umur ku setiap harinya itu semakin bertambah dan kakak rasa di umur kamu yang sekarang ini kamu sudah sangat cukup umur untuk menikah.''sambungnya dan hal itu membuat Kania terdiam.
''Anak-anak...kesini dulu yuk sayang.''seru Sifa memanggil Kendra juga Boby dan Bila yang sedang sibuk bermain untuk mengalihkan suasana.