
❤️ Happy Reading ❤️
Kendra sama sekali tak rewel selama sang mommy menerima pasiennya...benar-benar anak yang pintar dan hal itu membuat Sifa sangat bangga sekaligus bersyukur.
''Sayang...''panggil Sifa lalu menghampiri sang putra setelah melepas jas dokter serta mencuci tangannya dengan sabun dan memakai hand sanitizer walau bagaimanapun dia baru selesai memeriksa pasiennya.
''Iya mom.''jawab Kendra melihat kearah sang mommy.
''Makan siang yuk.''ajak Sifa dan di angguki oleh Kendra.''Ayo mbak Mir...''ajak Sifa juga pada pengasuh putranya.
*****
''Mau mam pakek apa sayang?''tanya Sifa begitu mereka sampai di kantin rumah sakit.
''Mau bakso mom.''sahut Kendra sambil menatap ke arah orang yang sedang menikmati semangkuk bakso.
Sifa pun memanggil salah satu pelayan kantin untuk memesan makannya.
''Selamat siang ibu dokter.''sapa sang pelayan.
''Siang mbak.''jawab Sifa.Sifa tergolong orang yang sangat ramah dan tak membeda-bedakan status sosial seseorang...dia juga sangat baik...makanya banyak sekali yang akrab dengannya di rumah sakit tersebut.
''Wah ini siapa dok?''tanya mbak pelayan.
''Oh ini putra saya mbak.''jawab Sifa.
''Gantengnya...''puji pelayan itu pada Kendra.''O Iya mau pesen apa dok?''tanyanya kemudian.
''Pesen bakso satu tanpa mie juga tanpa micin ya mbak,terus soto ayam satu.''kata Sifa.''Mbak Mir mau makan sama apa?''tanya Sifa.
''Ketoprak aja bu' boss.''sahut Mirna.
''Es teh aja bu'.''sahut Mirna yang sadar akan tatapan majikannya.
''Baiklah bu dokter...mohon di tunggu sebentar.''kata sang pelayan lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
*****
Satu persatu pesanan mereka sudah berada di meja yang ada di hadapan mereka bertiga.
Sifa mengambil bakso Kendra lalu menaruhnya di sebuah piring yang tadi di minta Sifa,di pisahkannya dari kuah di mangkok dan di potongnya kecil-kecil agar sang putra mudah untuk memakannya dan supaya juga cepat dingin.
Bakso milik Kendra sama sekali tak memakai micin,kecap,saos apalagi sambal dan sebenarnya tadi Mirna sudah menawarkan diri untuk membantu Kendra tapi ditolak oleh Sifa karena dia sendiri yang ingin melayani sang putra.
Setelah selesai di potong di berinya barulah di berinya kuah.
''Sudah...''kata Sifa lalu menggeser piring itu di depan Kendra.''Sebelum makan kita harus ber...''tanya Sifa pada Kendra.
''Berdo'a.''jawab Kendra.
''Pinter banget anak mommy ini.''puji Sifa lalu mereka pun membaca do'a sebelum makan.''Selamat makan sayang...''ucap Sifa kemudian.
''Pelan-pelan sayang...''peringat Sifa saat melihat sang putra begitu lahap memakan baksonya,bukan apa-apa tapi Sifa khawatir jika nanti putranya jadi tersedak.
''Wih makan kok gak ajak-ajak onty sih...''kata Luna yang baru saja datang ke kantin dan langsung menghampiri meja Sifa begitu melihat sang sahabat di sana.
''Eh maaf ya Lun tadi aku kesini duluan soalnya aku takut kalau Kendra kelaparan.''sahut Sifa.
''Iya gak apa-apa...santai aja Fa...kayak sama siapa aja.''kata Luna.''Ponakan onty asik banget makannya...enak ya sayang?''tanya Luna dan hanya di angguki oleh Kendra karena mulutnya masih penuh dengan potongan bakso.