
❤️ Happy Reading ❤️
''Ada masalahkah?''tanya Sifa lagi.
''Enggak.''jawab Kevin singkat.
''Kamu kenapa sih mas?''tanya Sifa lagi.''Kalau ada masalah...tolong berbagilah padaku...karena aku itu istrimu mas.''kata Sifa lagi.''Atau aku ada salah mas?Apa aku sudah melakukan sebuah kesalahan?''cerocos Sifa.''Kalau aku salah...aku minta maaf mas meskipun aku belum tau di mana letak salahku.''ucap Sifa.''Tapi tolong jangan bersikap seperti ini mas...karena aku jadi merasa asing dan tak mengenali dirimu...suamiku sendiri.''lanjutnya lagi.
Tubuh Sifa sedikit bergetar karena sudah tak mampu menahan air mata yang sedari tadi sudah menumpuk di pelupuk matanya,karena semakin dia tahan...semakin sesak yang dia rasakan.
Sejenak Sifa terdiam dengan Kevin yang juga terdiam membisu tapi masih dengan posisi yang sama.
''Huh...''Sifa membuang nafasnya sedikit kasar setelah keheningan yang terjadi.
Sifa merasa terabaikan...di acuhkan...serta tak di anggap tapi Sifa juga berusaha memahami semua sikap Kevin ini.
Perlahan namun pasti Sifa mulai melepaskan pelukannya...menarik kedua tangannya dari Kevin...lalu mulai berbalik dan berjalan.
Namun baru saja beberapa tapak dia melangkah tangannya sudah di tarik kebelakang sehingga tubuhnya berbalik dan menabrak dada bidang suaminya...tubuhnya di rengkuh dengan sangat erat.
''Maaf...maafkan aku.''gumam Kevin.''Maaf...''gumamnya berkali-kali sambil tak henti-hentinya mengecup puncak kepala sang istri.
''Maaf...seharusnya aku tak melakukan ini padamu...tak mendiamkan dirimu.''kata Kevin lagi begitu sadar akan apa yang dilakukannya tadi.
Sifa membalas pelukan Kevin dan sedikit mengelus punggung sang suami.
Setelah sang suami sedikit tenang,Sifa menuntun Kevin untuk duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
''Mau kemana?''tanya Kevin dengan tangan yang mencekal salah satu pergelangan tangan Sifa.
''Sebentar.''jawab Sifa sambil menoleh dan tersenyum dengan sangat manis sehingga mau tak mau Kevin melepas tangannya.
Cklek
Ternyata Sifa berjalan kearah pintu kamar dan menguncinya,kemudian dia menuang air mineral ke dalam gelas lalu membawanya dan di berikannya pada Kevin agar suaminya itu lebih tenang lagi.
''Minumlah mas.''kata Sifa sambil menyodorkan satu gelas air minum.
''Terimakasih.''ucap Kevin seraya meraihnya.
Glek
Glek
Glek
Dalam tiga kali teguk air minum tadi sudah habis tak tersisa dan di letakkannya di atas meja sedangkan Sifa kini juga sudah duduk di samping sang pemilik hatinya.
''Huft...''Kevin menghela nafasnya dalam.''Aku...''kata Kevin.
''Sudahlah mas...aku tak ingin menuntut
kamu untuk cerita sama aku tentang apa yang sebenarnya terjadi...ada masalah apa sebenarnya.''kata Sifa berusaha mengerti.''Kamu bisa cerita sama aku kali kamu sudah bener-bener siap dan yakin...karena yang lebih penting buatku...kamu tak bersikap seperti tadi padaku dan terlebih ada atau pada anak-anak.''sambungnya.
''Ehm.''demem Kevin berusaha untuk lebih menetralkan sedikit emosinya.''Kamu tau wanita tadi?''tanya Kevin.
''Wanita.''gumam Sifa.''Wanita yang mana mas?''tanyanya.''Oh wanita yang ada di mall tadi?''tanyanya lagi dan di angguki oleh Kevin.
Sifa baru sadar bahwa sang suami terlihat marah setelah bertemu dengan wanita yang tertabrak Kendra tadi dan mereka juga saling mengenal satu sama lain terbukti mereka tau nama masing-masing.
''Dia adalah ibu kandung Kendra.''kata Kevin dengan datar.
''Hah...''kata Sifa yang sedikit kaget.''Ja...jadi di...dia.''kata Sifa.
''Iya dia adalah ibu Kendra sekaligus mantan istriku.''sahut Kevin.''Wanita yang sudah banyak menorehkan luka pada ku dan terutama pada Kendra.''lanjutnya.
Sifa menggenggam tangan Kevin yang terkepal sambil sedikit mengelusnya menggunakan jempol jarinya.
''Melihatnya sama saja mengingat serta seolah membuka luka lama yang sudah tertutup.''imbuh Kevin lagi.''Seakan kenangan-kenangan pahit itu terputar kembali.''katanya lagi.
Sifa tak menimpali satu patah kata pun...dia berusaha menjadi pendengar yang baik,namun dia baru akan buka suara setelah Kevin lebih tenang dan lega karena sudah menceritakan semuanya,agar suaminya itu tak terpancing emosi.
''Aku tak apa dia pernah menyakitiku tapi Kendra...''kata Kevin.''Kendra adalah darah dagingnya sendiri.''imbuhnya.''Disaat anak-anak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orangtuanya tapi Kendra sudah tak merasakan hal itu dari semenjak dia bayi.''sambungnya.
''Dulu sering kali aku mendapati Kendra dengan mata berkaca-kaca apabila melihat seorang anak yang bersama kedua orangtuanya terutama ibunya.''kata Kevin menerawang.''Dulu juga dia sering bertanya apakah dia nakal sampai dia tak mempunyai ibu seperti yang lain.''lanjutnya.''Bahkan yang lebih membuatku sakit...Kendra yang masih kecil sering diam-diam menangis di kamarnya dan bergumam bahwa dia ingin seorang ibu,bertemu ibunya,kenapa ibunya tak kembali padahal dia menjadi anak yang baik.''ceritanya lagi.
''Tapi setiap aku bertanya padanya...dia selalu bilang bahwa dia tidak apa-apa.''lanjutnya lagi.
Sifa yang mendengar cerita Kevin,sudah menangis sesenggukan...dia ikut membayangkan bagaimana putranya itu dahulu apalagi di tambah dengan kehidupan mereka yang tak seperti sekarang ini.