Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
279.Bab 278


❤️ Happy Reading ❤️


Siang ini Kevin menjemput sang istri di rumah sakit.


Seperti katanya tadi pagi setelah mengantar anak-anak dan Sifa,bahwa Kevin ingin mengajak Sifa untuk makan siang bersama.


''Mau kemana bu'?buru-buru amat.''tanya Luna yang tak sengaja berpapasan dengan Sifa.


''Eh Lun...maaf-maaf aku tadi gak lihat kamu.''kata Sifa yang sudah menghentikan langkahnya.


''Mau kemana?''tanya Luna lagi.


''Ini daddynya anak-anak minta buat makan siang bareng.''jawab Sifa.''Eh maaf banget ya Lun...aku duluan...soalnya ni sudah di tungguin di depan.''kata Sifa.


''Ya sudah sana...kasihan juga sama pak bos yang sudah nunggu.''kata Luna.


''Pergi dulu ya...assalamualaikum.''pamit Sifa.


''Wa'alaikumsalam.''sahut Luna.


*****


Tok


Tok


Tok


Begitu sudah sampai di samping mobil yang di gunakan sang suami...Sifa mengetuk kaca mobilnya.


Klik


''Assalamu'alaikum...Maaf ya mas jadi nunggu.''ucap Sifa.


''Wa'alaikumsalam....gak apa-apa kok sayang,belum lama juga sampainya.''jawab Kevin.


Kemudian Kevin meminta supir untuk menjalankan mobilnya membelah jalanan yang sedikit ramai karena memang jam makan siang menuju ke salah satu restoran miliknya.


Lima belas menit perjalan di isi dengan berbagai topik perbincangan antara Sifa dan Kevin...mulai dari tentang rumah sakit,perusahan Kevin juga sampai ke urusan anak-anak.


''Sudah sampai pak...bu'.''kata sang supir menghentikan pembicaraan mereka.


''Baik pak terimakasih dan bapak juga bisa makan siang sekalian di dalam.''kata Kevin.


''Terimakasih pak bos.''jawab sang supir.


Ini bukanlah sesuatu yang aneh karena Kevin dan Sifa memang selalu begitu...mereka akan meminta supir yang mengantarkan mereka untuk makan di tempat yang sama dengan mereka makan meskipun duduknya terpisah karena kalau Kevin biasanya akan lebih memilih private room sedangkan supirnya di tepat biasa.


*****


Baru saja menginjakkan kaki kedalam resto dan ingin menuju private room yang biasa dia gunakan...eh sudah di panggil oleh seseorang yang mau tak mau mereka harus menghentikan langkahnya.


''Kevin.''serunya memanggil.


Mendadak hati Kevin bergemuruh...nafasnya sedikit memburu...isinya juga sudah naik ke ubun-ubun yang membuat rahang kokohnya mengeras dan tak elakkan pula bahwa tangannya sudah terkepal keras sampai menampilkan otot-otot yang ada di punggung tangannya tersebut.


Tatapan mata yang menyalang tajam bagaikan elang yang seolah siap menguliti siapa saja yang di tatapnya.


Sifa melihat itu semua...melihat reaksi yang di tampilkan sang suami terhadap mantan istrinya.


''Mas.''panggil Sifa lembut sambil memegang lengan Kevin.Diberikannya usapan yang lembut di sana dan hal itu membuat Kevin secara refleks menoleh...dan jangan lupakan tatapan mata Sifa yang teduh serta seulas senyum yang lembut disertai gelengan kepala kecil yang menandakan bahwa Kevin harus meredam amarahnya membuat Kevin benar-benar terhipnotis dan takluk pada istri cantiknya itu.


Berangsur emosi itu pun kian menurun dan stabil.


Tap


Tap


Tap


''Vin.''panggil Nana sekali lagi dan kini jarak mereka lebih dekat.


''Ada apa?''tanya Kevin dengan datar namun tak mengalihkan pandangan matanya pada sang istri.


''Apa bisa kita bicara?''tanya Nana lagi dengan hati-hati.


''Ikut aku.''jawab Kevin lalu melangkahkan kakinya dengan tangan yang masih bertaut dengan tangan Sifa.


Di belakang mereka ada Nana dan satu pria mengikuti dari belakang.


Cklek


''Duduk.''kata Kevin setelah mereka masuk kedalam private room.''Bicaralah.''titahnya namun Nana melirikkan matanya kearah Sifa.


''Dia istriku,jadi bicaralah.''kata Kevin seolah tau arti lirikan mata mantan istrinya itu.


''Kevin...aku kesini...em kedatanganku kesini...aku ingin meminta maaf padamu...pada keluargamu serta pada Kendra atas semua yang aku lakukan di masa lalu.''lirih Nana.


''Cih semudah itu kamu meminta maaf setelah apa yang kamu lakukan ke kami.''kata Kevin.


''A...aku benar-benar menyesal atas semua itu Vin.''kata Nana.


''Lalu maumu apa?''tanya Kevin to the poin tanpa basa-basi.


''Apakah boleh aku bertemu dengan Kendra?''tanyanya ragu-ragu.


''Untuk apa?''kata Kevin.


'''Aku hanya ingin meminta maaf padanya...dan aku juga sangat rindu padanya.''jawab Nana.


''Rindu...hahaha...kemana saja kamu selama ini...setelah sekian lama kamu bilang rindu ke dia.''cemooh Kevin.''Bertahun-tahun kamu meninggalkan dia...baru sekarang kamu mencarinya dan bilang rindu...''katanya lagi.


''Aku menyesal...sungguh menyesal.''sesalnya.


''Taukah kamu bagai mana perasan kami...taukan kamu seberapa besar luka yang sudah kamu torehkan di hati kami...pernahkah terbersit olehmu rasa sakit yang kami rasakan...hah.''kata Kevin yang meninggikan suaranya.''Dimana kamu saat dia membutuhkan sosok seorang ibu...dimana kamu saat dia masih sangat membutuhkan asi darimu...dimana?''teriak Kevin.''Lalu sekarang dengan mudah dan seenaknya kamu datang dengan kata menyesal dan mengucapkan maaf.''kata Kevin lagi.