Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
77.Bab 76


❤️ Happy Reading ❤️


Cklek


''Dek.''panggil Nia.''Keluarga Kevin sudah dateng tu...kamu disuruh ke luar.''katanya memberi tahu.


''Iya kak.''jawab Sifa.


''Deg-degan ya Fa?''bisik Luna saat mereka berjalan menuju ruang tamu.


''Iya nih.''lirih Sifa.


Di ruang tamu sudah ada ayah,ibu,kak Arman,kak Nia juga ada Egi disana...sedangkan dari pihak Kevin ada Kevin,mama Iren,papa Adi,Kendra,Kania,Kemal,Putri serta kedua anak mereka.


Tap


Tap


Tap


Suara high heels mengalihkan atensi mereka semua...semua menatap takjub kecantikan wanita bak bidadari yang baru hadir di sana.


Walaupun dengan make up yang natural dan itupun make up sendiri tapi Sifa terlihat cantik di tambah lagi berbalut gaun yang sederhana namun elegan dengan harga yang gak main-main serta high heels yang menambah kesan jenjang di kakinya semakin membuatnya terlihat anggun.


''Kedip kak.''kata Kania sambil menyenggol lengan sang kakak yang membuat kesadaran Kevin kembali.


Kevin sangat terpana dengan penampilan Sifa malam ini.


Sifa berjalan maju dan menyalami kedua orang tua Kevin,serta Kemal,Putri,Bila dan Boby,Kendra dan Kania juga Kevin.


''Kakak cantik banget.''puji Kania saat dia menyalaminya.


''Duduk sini dek.''kata Arman sambil menepuk ruang kosong yang ada di antara dirinya dan sang ibu.


*****


''Baiklah karena sudah ada nak Sifa di sini jadi saya mau menyampaikan sesuatu.''kata papa Adi membuka omongan.


''Iya silahkan pak.''jawab ayah Harun mempersilahkan.


''Pertama-tama saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak sekeluarga karena sudah berkenan menyambut dan menerima kedatangan keluarga kami kesini...''kata papa Adi.''Kami sekeluarga ke sini pertama ingin bersilaturahmi dan lebih mengenal keluarga bapak dan yang kedua kami ingin menyampaikan tujuan utama kami datang kesini.''kata papa Adi lagi.''Saya sebagai ayah kandung dari Kevin ingin menyampaikan maksud putra kami yang ingin lebih serius menjalin hubungan dengan putri bapak...ingin menjadikan putri bapak sebagai pendamping hidupnya...yang intinya kami ingin melamar putri bapak untuk anak saya Kevin.''lanjut papa Adi.''Itulah maksud dan tujuan kami datang kemari...''tutup papa Adi.


''Saya ingin menyampaikan terimakasih karena bapak dan keluarga berkenan bertamu di rumah kami dan kami sekeluarga sangat menyambut baik niat bapak sekeluarga tapi kembali lagi segala keputusan ada di putri kami...''jawab ayah Harun.''Kami sebagai orangtua hanya bisa mendukung...mendo'akan dan memberikan restu.''lanjut ayah Harun.


''Bagaimana nak Sifa...apakah berkenan menerima lamaran dari anak kami Kevin?''tanya papa Adi pada Sifa.


''Huft...insyaallah saya bersedia dan menerimanya.''jawab sifa setelah sejenak dia terdiam dan mengambil nafasnya dalam.


''Alhamdulillah...''sahut semuanya.


''Vin,mana cincinnya...''kata mama Iren yang melihat Kevin masih terdiam karena merasa kalau ini bagaikan mimpi untuknya.


''Eh iya ma.''jawab Kevin begitu sadar dari lamunannya.


Kevinpun langsung beranjak dari duduknya menghampiri Sifa dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


''Terimakasih karena sudah mau menerima aku...sudah mau menjadi pendamping hidupku dengan segala kekuranganku.''ucap Kevin ketika berada di depan Sifa yang sama-sama sudah berdiri.


''Sama-sama...aku juga mengucapkan terimakasih karena kamu sudah memilihku...dan aku menerimamu dengan segala kekuranganmu juga kelebihanmu...yang aku lihat kamu yang apa adanya bukan ada apanya.''sahut Sifa.