
❤️ Happy Reading ❤️
''Dan terimakasih sudah mau mengandung darah daging Kevin.''ucapnya lagi.
''Harusnya Sifa yang berterimakasih ma.''kata Sifa sambil menggenggam tangan ibu mertuanya.''Sifa sudah di terima dengan baik di sini...''lanjutnya.
Kemudian mama Iren membawa Sifa kedalam pelukannya.
Dulu dengan menantu pertamanya...mama Iren tidak bisa sedekat ini jangankan untuk seperti ini...sekedar mengobrol pun tidak karena sang menantu sangat sibuk dengan dunianya sendiri.
''Apa Kevin sudah cerita tentang Kendra yang sebenarnya?''tanya mama Iren Karen tidak ingin ada hal sekecil apapun yang di tutup-tutupi dalam hubungan rumah tangga anak dan menantunya itu.
''Sudah ma.''jawab Sifa singkat.
''Terimakasih karena kamu masih mau menerima Kendra dengan baik meskipun sudah mengetahui kenyataan kalau Kendra bukanlah anak kandung dari Kevin.''ucap mama Iren.''Walaupun secara biologis Kendra bukan cucu kandung keluarga ini namun bagi kami di tetaplah cucu kami...cucu yang kami jaga dan rawat dari masih bayi dengan tangan serta cinta dan kasih sayang yang kami punya.''lanjut mama Iren lagi.
''Sifa juga sayang banget sama Kendra ma...dia sudah bisa mencuri dan menempati salah satu tempat terpenting di hatiku semenjak kami bertemu untuk pertama kalinya.''sahut Sifa.''Dan terlepas dari kenyataan siapa Kendra sebenarnya tak akan ada pengaruhnya sama sekali dengan rasa yang ada di hati dan perasaanku ma.''sambung Sifa.''Selamanya dia akan jadi Kendra Wijaya...putra tersayang dan putra sulung Kevin Wijaya dan Asifa.''lanjutnya lagi sambil menatap Kendra yang tengah tertawa riang bermain dengan pengasuhnya.
''Mommy...''seru Kendra saat melihat sang mommy tengah melihat kearahnya.
''Iya sayang.''sahut Sifa.
''Mama sangat sangat bersyukur...bukan hanya mama tapi keluarga ini sangat bersyukur Kevin bisa mendapatkan dan menikah dengan wanita sebaik kamu nak.''kata mam Iren lagi.''Entah bagaimana jadinya hidup mereka berdua kalau Kevin tidak menikah denganmu atau menikah dengan wanita lain.''sambungnya.''Mama dan papa sangat lega dan bahagia dengan melihat kehidupan rumah tangga kalian.''katanya lagi.
Karena sinar matahari sudah semakin terik akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
*****
Setelah sholat dzuhur dan makan siang Sifa memutuskan untuk istirahat di kamarnya dan tentu saja dengan di temani oleh Kendra di sampingnya.
''Bobok siang dulu ya sayang.''kata Sifa pada Kendra setelah merek berada di atas tempat tidur kamar Sifa.
''Tapi Kendra takut nanti kalau bobok dekat mommy Kendra jadi ngelukain adek bayi mom.''lirih Kendra yang membuat Sifa sedikit mengerutkan keningnya.
''Siapa yang bilang sayang?''tanya Sifa.
''Mami yang bilang.''jawab Kendra.''Kata mami Kendra gak boleh bobok sama mommy lagi nanti takutnya kaki atau tangan Kendra gak sengaja mukul atau nendang perut mommy yang ada adek bayinya.''jelasnya dengan polos dan itu membuat Sifa tersenyum.
''Gak apa-apa kok sayang...''kata Sifa namun Kendra masih menggelengkan kepalanya.''Baiklah bagaimana kalau di kasih guling buat pembatas.''usul Sifa.
''Baik mommy tapi Kendra boleh gak cium adek bayi yang ada di perut mommy.''kata Kendra penuh harap.
''Tentu saja sayang.''sahut Sifa.''Pasti adek bayi seneng di cium sama kakak Kendra.''kata Sifa.''Sini...''kata Sifa lagi lalu mengambil posisi yang enak biar Kendra mudah untuk mencium perutnya.