
Hari ini aku membawa Nandini kerumah ku. Aku sudah belanja sebelum menjemput Nandini dari rumahnya dan hari ini aku rencananya akan memasak seefod kesukaannya. Mengingat dia ulang tahun hari ini aku sudah menyiapkannya jauh-jauh hari, aku membawanya ke dapur. Aku mulai memasak untuknya. Aku menata meja dengan banyak makanan, ada kue ulang tahun juga dengan lilin angka umur Nandini tahun ini. Nandini menunggu diruang tamu sembari menonton. Aku tidak mau dia ke dapur selama aku menyiapkan semuanya. Karna ini kejutan untuknya.
Setelah satu jam mempersiapkan semuanya aku memanggilnya, dia terharu dengan kejutan yang aku berikan, setelah meniup lilin aku memberi kado ulang tahun berupa kalung liontin. Bisa dilihat betapa bahagianya dia dengan kejutan yang aku berikan. Setelah kami menyantap makanan yang aku sediakan kami kembali keruang tamu untuk menonton.
Kepalanya menyandarkan di bahu ku dan kami menikmati suasana ini. rasanya aku tidak ingin saat-saat ini terlewatkan begitu cepat.
“Aku baru tau ternyata kamu yang memasak seafood dan menyediakan makanan ku selama aku dirumah sakit “ Nandini memecahkan suasana hening kami.
Aku hanya tarik nafas mendengar perkataan Nandini.
“Kenapa kamu tidak menemuiku dulu? “ lanjut Nandini.
“Aku sangat mencintai mu, akan aku lakukan segalanya untuk kamu Nandini, saat itu aku tidak siap menemui mu. Aku takut kamu akan mengusir ku seperti saat kamu mengusir sebelum kamu operasi. Maka dari itu aku melakukan semuanya secara diam-diam “Jawab ku mulai gemetaran. rasanya sakit hati dulu kembali terusik.
“semua ini pasti sulit buat kamu(sambil meneteskan air mata). Maafkan aku? Aku hanya bisa menyakiti hati mu dan tidak ada selama kamu membutuhkan sandaran untuk bertahan saat ayah mu meninggalkan mu. Maafkan aku (terus menangis) “ sahut Nandini berurai air mata.
Aku mengusap pipinya dengan lembut, aku menciumnya untuk menenangkannya. Semakin dia membalas lumatan ku semakin ganas juga melumat Bibir dan lidahnya. Aku juga menciumi seluruh wajahnya dan menjilat lehernya. Tanganku membuka satu persatu kancing bajunya. Aku * buah dadanya dan meraba perutnya. kulitnya begitu lembut dan bisa ditebak kalau perut Nandini begitu langsing.
Dia mengambil posisi tidur diatas sofa, aku menjilat seluruh dadanya sampai ke perutnya. Sudah tidak tahan akan nafsuku yang sudah meronta-ronta segera aku membuka roknya, aku mengangkatnya dan membawa ke kamarku. Aku membaringkannya dan mulai menjilat ** * nya, dia mendesah dan sangat menikmatinya. Aku
Sudah tidak tahan cepat-cepat aku memasukkan MR ku kedalam * nya, Nafas kami begitu cepat. Aku mengganti beberapa posisi sampai akhir nya
“aaahhhh sakit sayang “desah Nandini,
Aku menarik MR ku dan mendapati *** nya mengeluarkan darah.
"sayang aku lapar lagi" ucap Nandini manja.
"baiklah kalau begitu kita pesan makanan siap saji saja" jawabku.
"ya udah pesanlah, aku mandi dulu" sahut Nandini mulai bergerak,
segera aku merangkulnya "bareng" sahutku kembali.
Nandini
hanya tersenyum dan melepaskan rangkulanku.
setelah memesan beberapa makanan, aku segera kekamar mandi menyusul Nandini sedang mandi. aku menariknya dan membuatnya menungging lalu memasukkan MR q. begitu sempit sehingga Nandini
mendesah kesakitan. aku memaksa beberapa kali dorongan sampai spermaku keluar lalu segera aku mendorong kepala Nandini
untuk mengisap MR ku. rasanya begitu hebat, Nandini
mengisapnya begitu
enak. rasanya tidak ingin aku melepaskan MR ku dari mulut nandini
***