Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
128.Bab 127


❤️ Happy Reading ❤️


Satu minggu kemudian setelah mereka photo prewed sekarang Kevin dan Sifa sedang melakukan fitting pakaian pengantin baik untuk ijab maupun untuk resepsi.


Sesudahnya mereka berdua makan malam di kediaman Kevin.


''Vin...''panggil mama Iren saat sekarang mereka berkumpul di ruang keluarga selepas makan malam.


''Iya ma.''sahut Kevin.


''Vin...kalian berdua mulai besok lusa harus sudah di pingit.''kata mama.


''Hah...di pingit ma.''seru Kevin.''Ma,kalau besok lusakan masih satu mingguan sebelum kami menikah ma...''kata Kevin lagi.


''Iya memangnya kenapa?''tanya mama Iren.


''Apa gak bisa gitu ma di pingitnya satu hari atau paling lama tiga hari gitu jangan satu minggu.''tawarnya.''Kelamaan ma...''lanjutnya.


''Ya udah kalau gitu mulai besok aja kalian di pingitnya.''sahut mama Iren yang malah menggoda putra sulungnya itu.


''Ya jangan dong ma...''kata Kevin memberengut.


''Dan satu lagi...''kata mama Iren tiba-tiba.


''Tiga hari sebelum kalian menikah...kalian berdua tidak boleh saling berhubungan jadi ponsel kamu bakalan mama sita.''kata mama Iren lagi.


''Loh kok gitu sih ma...''protes Kevin.''Terus nanti kalau ada urusan perusaahan gimana.''katanya memberi alasan.


''Tiga hari sebelum kamu menikahkan berarti cuti kamu sudah mulai berjalan Vin.''sahut papa Adi.''Jadi perusahaan sudah beralih menjadi tanggung jawab papa.''lanjutnya yang membuat Kevin semakin cemberut sedangkan kedua adiknya sudah tertawa cekikikan dan Sifa hanya diam sambil sesekali tersenyum.


''Apa kalian berdua ketawa-ketawa...seneng sama penderitaan aku.''keselnya pada kedua adiknya.''Awas aja kamu Kania gak ada uang jajan dari kakak dan kamu Kemal gak ada uang jajan buat anak-anak kamu dari aku.''sungutnya.


''Eh kok gitu kak...jangan dong.''pinta Kania dengan wajah memelasnya.


''Iya kak...jangan ya...''sambung Kemal tak kalah dari Kania.


*****


''Ih kenapa sih yank harus ada pingit-pingitan segala...''keluh Kevin saat di mobil mengantar Sifa pulang.


''Ya memang tradisinya gitu dad.''jawab Sifa.''Hampir semua calon pengantin juga mengalami hal ini.''kata Sifa.


''Terus nanti kalau aku kangen sama kamu gimana yank...''lirih Kevin.


''Ya kan tinggal telepon atau video call aja dad.''jawab Sifa lagi.''Gitu aja kok repot.''sambungnya.


''Terus nanti pas ponsel kita disita gimana yank?''tanyanya Kevin lagi yang benar-benar galau memikirkan perpingitan yang akan mereka jalani.


''Kan cuma tiga hari aja.''sahut Sifa.


''Tiga hari itu sama aja tiga abad buatku sayang...''kata Kevin.


''Cih lebay.''cibir Sifa.


''Memangnya kamu gak bakal kangen gitu sama aku yank?''tanyanya.


''Kangen itu pasti tapi apa salahnya kalau kita menahan sebentar saja dan setelahnya kita bakal bersama setiap hari.''jawab Sifa.''Ambil nilai positifnya aja dad...''kata Sifa lagi.


''Tapi itu berat buat aku yank...selama inikan keta setiap hari ketemu.''rengeknya.


''Iya kau tahu dad...memang bener kata dilan kalau rindu itu berat.''seloroh Sifa dan setelahnya dia terkekeh.


''Sayang...kamu ngeledek aku ya...''kata Kevin.


''Enggak kok.''sahut Sifa cepat.


''Awas aja kamu ya...aku balas nanti kalau kita sudah halal.''ancam Kevin yang membuat Sifa bergidik ngeri.


Sifa bukan gadis polos atau gadis bodoh yang gak tau apa maksud dari perkataan Kevin barusan.