Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
227.Bab 226


❤️ Happy Reading ❤️


Di saat usia kandungan Sifa sudah menginjak usia sembilan bulan dan mendekati HPL(hari perkiraan lahir) si twins...Kevin lebih memilih mengerjakan segala pekerjaannya di rumah.


Di biarkannya sang asisten sibuk bolak balik ke rumahnya untuk hanya sekedar mengantarkan berkas yang harus di periksa dan di tandatanganinya.


Kevin akan keluar dari rumah bila hanya ada metting penting yang gak bisa di wakilkan dan gak bisa secara virtual sehingga mengharuskannya untuk hadir.


Semuanya mulai bersikap over protective terhadap Sifa bahkan sekarang kal beserta istri dan anak-anaknya jadi lebih sering menginap di rumah.


''Mas.''panggil Sifa.


''Iya sayang.''sahut Kevin.


''Memangnya kamu gak kasihan mas sama asisten kamu itu kalau setiap hari harus bolak balik dari rumah ke kantor?''tanya Sifa.


''Ya habisnya mau gimana lagi yank...aku juga gak bisa ninggalin kamu saat kehamilan kamu sudah besar seperti ini.''jawab Kevin.


''Padahal aku gak apa-apa lo mas...lagian di rumahkan juga banyak orang yang jagain aku.''kata Sifa.


''Aku tetap aja gak tenang sayang.''kata Kevin.''Walaupun aku berangkat kerja aku malah gak bisa konsentrasi karena fokus pikiran aku hanya ke kamu...kalau di rumahkan aku bisa kerja sekaligus lihat dan awasin kamu sayang.''jelas Kevin.


''Ya sudahlah terserah anda pak...toh memang anda bosnya.''cibir Sifa tapi sejujurnya dalam hati dia sangat-sangat merasa senang dan tersanjung dengan segala cinta kasih dan perhatian yang Kevin tujukan padanya.


Sebagai seorang perempuan,istri sekaligus ibu dia benar-benar merasa di hargai dan di cintai...dan hal itu membuatnya sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.


''Yes i'm boss.''kata Kevin di sertai kekehan.


''Ck.''decak Sifa mendengar perkataan Kevin yang membuat sang empunya semakin terkekeh.


''Yank.''panggil Kevin.


''Temenin aku metting bentar ya.''pinta Kevin yang mengetahui bahwa sang istri akan pergi keluar dari kamar mereka.''Please...aku ada metting virtual sebentar.''sambungnya.


''Huft...baiklah.''pasrah Sifa.


Tak lama setelah mereka berbincang metting virtual Kevin dengan beberapa para pengusaha yang berasal dari dalam maupun luar negeri pun dimulai.


Sifa selalu memperhatikan sang suami yang begitu sangat berkarisma dan berwibawa saat sedang memimpin metting virtual itu.


Dia begitu sangat-sangat terpesona melihat keseriusan sang suami saat metting dan hal itu semakin membuat aura Kevin semakin bersinar.


''Ehem...ehem.''dehem Kevin namun Sifa sama sekali belum tersadar dari lamunannya.


*****


Setelah satu jam metting pun selesai,begitu setelah membereskan laptop serta seluruh berkasnya dia pun menghampiri sang istri.


''Ehem.''dehem Kevin untuk mengembalikan kesadaran sang istri yang masih diam melamun sambil menatap ke arah dimana tempat duduknya tadi.


''Eh mas.''kaget Sifa.''Sudah selesai ya?''tanyanya.


''Lagi mikirin apa sih istriku ini sampai suami sudah ada di depannya masih belum sadar juga.''goda Kevin.


''Gak mikirin apa-apa kok mas.''sahutnya cepat.


''Oh gitu.''kata Kevin sambil manggut-manggut.''Atau sebegitu gantengnya suamimu ini sampai membuat istriku yang cantik jelita sangat terpesona.''ucapnya dengan rasa yang sangat penuh percaya diri.


''Apaan sih mas.''sahut Sifa dengan pipi yang memerah karena ketahuan diam-diam sangat mengagumi serta terpesona dengan ketampanan Kevin.