
❤️ Happy Reading ❤️
''Atau jangan-jangan...''terka Luna.
''Jangan-jangan apa?''tanya Sifa.
''Kamu ya yang sudah...''kata Luna sambil menunjuk ke arah Sifa.
''Ngaco...ya enggaklah.''sanggah Sifa.
''Secarakan kang ojek sudah pernah tau rasanya dan sudah sangat berpengalaman apalagi dia juga sudah lama puasakan...''kata Luna.
''Kita pacarannya sehat tau gak ada gitu-gitu...belum halal...belum muhrim...dosa.''kata Sifa.
''Kirain...hehehe.''kekeh Luna.
Pacaran sehat ini kalau menurut aku ya men temen itu pacaran yang no ***...,kadang suka niris banget kalau banyak berita tentang kasus aborsi karena pacarnya gak mau tanggung jawab...atau denger para gadis-gadis yang hamil di luar nikah akibat pergaulan bebas.
''Sudah ah yuk...''ajak Sifa.
''Oke lets go...''ucap Luna kemudian mereka beranjak meninggalkan kantin rumah sakit untuk memulai pekerjaan mereka.
*****
Syukurlah hari ini pasien Sifa tidak terlalu banyak jadi dia sedikit bisa bersantai...
''Sus...''panggil Sifa pada suster perawat yang masih ada di ruangannya.
''Iya dok.''jawabnya.
''Apa masih ada pasien lagi?''tanya Sifa.
''Ah tidak dok,itu tadi adalah pasien terakhir dokter.''jawab sang suster.''Apa masih ada lagi yang ingin dokter tanyakan?''tanya suster.
''Tidak ada sus.''jawab Sifa.
''Kalau begitu saya permisi dulu dok.''pamit sang suster dan di angguki oleh Sifa.
''Hah...siap-siap deh...nanti tinggal berangkat kalau sudah di jemput.''gumam Sifa.
Sifa merapikan mejanya dan menumpuk berkas pasien-pasiennya...
Baru saja selesai merapikan...eh sudah ada aja notifikasi di ponselnya dari kang ojek yang mengatakan bahwa sang supir sudah menunggunya di parkiran rumah sakit yang membuat Sifa langsung bergegas keluar dari ruangannya.
''Fa...''seru Luna saat Sifa berjalan terburu-buru di koridor rumah sakit...dan begitu mendangar ada yang memanggilnya membuat Sifa seketika menghentikan langkahnya.''Mau kemana?''tanya Luna.''Buru-buru amat...''lanjutnya heran.
''Ini aku mau ke kantor kang ojek...dan sudah di tunggu sama supirnya di parkiran soalnya.''jawab Sifa.
''Sip...aku duluan ya...assalamualaikum.''pamit Sifa pada sang sahabat.
''Wa'alaikumsalam.''jawab Luna.
*****
Begitu sampai di lobi kantor sudah ada Leo yang menunggu Sifa disana.
''Selamat siang bu' boss.''sapa Leo.
''Se...lamat si...siang.''jawab Sifa sedikit kikuk dengan panggilan yang di berikan Leo padanya.
''Mari bu' boss...''ajak Leo.
''I...iya.''jawab Sifa.
Lalu mereka berjalan dengan Leo yang menunjukkan arahnya.
''Siapa sih perempuan itu mbak?kok sepertinya pak Leo begitu menghormatinya?''tanya salah satu resepsionis yang ada di sana sepeninggal Leo dan Sifa.
''Itukan calon istrinya pak boss...masak kamu gak tau sih.''jawab resepsionis yang ada di sebelahnya.
''Aku gak tau mbak.''jawabnya.
''O iya kamu kemarin pas beliau kesini kamu pas gak masuk.''kata resepsionis yang satunya lagi.
''Cantik ya mbak calon istrinya pak boss.''pujinya.
Sedangkan di dalam lift saat ini Sifa sedang berbicara dengan Leo.
''Maaf...ehm...pak Leo tolong jangan panggil saya bu' boss dong...saya gak enak dengarnya.''kata Sifa memulai bicaranya.
''La emang andakan calon istrinya pak boss bu'.''kata Leo.
''Tapi saya risih dengernya pak Leo.''sahut Sifa.
''Terus saya harus panggil apa dong?''tanya Leo.
''Panggil saya Sifa saja.''kata Sifa.
''Kalau gitu panggil saya juga Leo jangan ada embel-embel pak.''kata Leo.''Tapi kalau kita sedang ada di luar bersama karyawan atau rekan bisnis pak boss saya harus panggil anda dengan bu' boss...gimana?''tawar Leo.
''Ehm...baiklah.''jawab Sifa.