Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
124.Bab 123


❤️ Happy Reading ❤️


''Fa...kamu kok diem aja sih...ngomong dong,membela diri kek atau apa kek.''ucap Luna yang gregetan pada sahabatnya yang hanya diam saja dari tadi.


''Fa...kenapa kamu melakukan ini setelah sekian lama...setelah kami menikah.''drama Siska lagi.''Kasihan mertuaku Fa...mareka tidak bersalah dan tidak tau apa-apa.''lanjutnya.


''Ehm...sudah selesai ngomongnya.''kata Sifa yang akhirnya buka suara.''Kalau sudah kami permisi.''ucapnya lagi dan hendak meninggalkan tempat itu namun tangannya di cekal oleh Luna.''Ada apa?''tanya Sifa pada Luna.


''Setelah mereka mempermalukan kamu...kamu mau pergi dari sini begitu saja tanpa melakukan pembelaan apa pun pada diri kamu sendiri?''tanya Luna heran sambil menampilkan senyum masamnya.''Kamu itu terlalu baik...polos...atau bodoh sih Fa.''ujar Luna geram.


''Kalau orang yang sudah disakiti dan dihina terus menerus tapi dia hanya diam...itu bukan berarti bodoh Lun,tapi level moralnya lebih tinggi di atas mereka yang menyakitinya.''tukas Sifa dengan kalimat menohok.''Jika aku membalas lalu apa bedanya aku dengan mereka,dan jikapun aku membela diriku sendiri buat apa...toh semua orang yang ada disini...yang melihat dan mendengar ini semua tidak kenal dengan kita...tidak tau kenyataan yang sebenarnya itu seperti apa.''sambung Sifa lalu meraih tas dan barang belanjaannya lalu melangkah pergi dari sana yang disusul dengan Luna di belakangnya.


Sikap Sifa yang tenang dan tak terpancing emosi membuat Siska dan ibunya bertambah kesal...lagi dan lagi mereka gagal untuk mempermalukan calon nyonya muda Wijaya itu dan mereka berdua pun pergi dari sana.


*****


''Gila ya mereka itu gak dimanapun ketemunya selalu saja bikin gara-gara.''gerutu Luna saat mereka sudah sampai di parkiran dan duduk di jok mobil.''Dan kamu juga bisa-bisanya sesantai itu dalam mengahadapi mereka...aku aja sudah emosi sampai ke ubun-ubun.''lanjutnya.


''Buat apa marah-marah...nanti bisa lekas tua.''sahut Sifa.''Santai aja...''lanjutnya.


''Salut sih aku sama kamu...bisa tenang gitu.''pujinya.''Kalau aku...bisa tegang setiap hari ni urat kalau ngedepin mereka terus.''sambungnya yang membuat Sifa tersenyum.


''Fa...''panggil Luna setelah beberapa saat terjadi keheningan di sana.


''Emangnya bener ya kalau tu duda mau buat bangkrut usaha keluarga Erik?''tanya Luna yang memang belum tahu.


''Iya...dengan catatan kalau mereka bikin gara-gara lagi maka Kevin akan memutuskan hubungan kerja sama perusaahan mereka dan akan memblacklist perusahaan keluarga Erik.''jawab Sifa.


''Termasuk Siska yang bikin gara-gara?''tanyanya.


''Itu malah poin utamanya.''sahut Sifa.


''Kok bisa?''tanya Luna lagi yang semakin penasaran.


''Ya ini bermula karena kejadian pas resepsi pernikahan mereka tempo hari itu...Kevin sangat marah.''kata Sifa memberi tahu.


''Wah laporin aja hal ini sama Kevin sekaligus yang pas habis lamaran kamu itu...biar habis yu Siska.''kata Luna.


''Jangan dong Lun,kasihan orangtua serta kakak Erik...mereka tidak tahu apa-apa,lagian aku juga gak enak sama papanya Siska yang notabene masih kakak ayah aku.''kata Sifa.


''Kamu sudah gak punya perasaankan sama Erik?''tanya Luna curiga.


''Ya enggaklah...aku cuma gak mau orang-orang yang gak bersalah kena imbasnya lagian seluruh hati,cinta dan perasaan aku sudah aku kasih ke kang ojek.''sahut Sifa.


''Dih bucin...''ledek Luna.