Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
135.Bab 134


❤️ Happy Reading ❤️


Acara inti para tamu undangan bersiap untuk menikmati segala hidangan yang sudah tersedia di sana...walaupun hanya di adakan di rumah namun dekorasi serta makanan ya g tersaji tak kalah dengan sebuah pesta di hotel.


Semua menu yang ada di sana di masak dan di persiapkan oleh koki dari beberapa cabang restoran milik Kevin sedangkan beberapa lagi termasuk koki hotel mempersiapkan hidangan untuk pesta resepsi mereka nanti malam di ballroom hotel utama Golden Hotel.


''Wah Sifa maharnya gak main-main ya...''seru beberapa tamu yang mulai membicarakan kedua mempelai.


''Iya gak nyangka banget...''


''Walaupun nikah sama duda tapi dudanya ganteng dan masih muda gitu plus tajir melintir aku sih juga mau...''


''Iya ya apalagi anaknya...uh cakep banget kayak bapaknya...bikin gemes.''


''Kelihatan banget ya kalau suami Sifa sayang banget sama dia...''


''Bener...bener...mereka berdua itu serasi banget,yang satu cantik dan yang satunya ganteng...klop pokoknya.''


Perkataan demi perkataan yang tak sengaja di dengar oleh Siska dan mamanya semakin membuatnya panas sampai ke ubun-ubun.


''Halah cuma gitu aja di puji-puji terus.''sahut Siska ketus.


''Iya bener ni...pada norak.''kata mama Siska menimpali.


''Heh Siska emangnya kamu kemarin pas nikah dikasih mahar apa?''tanya salah satu dari mereka.


''Iya bukannya suami kamu itu katanya juga pengusaha dan anak dari orang kaya.''timpal yang lainnya.


''Kalau calon suaminya mampu kenapa tidak.''sahut seseorang yang ternyata mendengar pembicaraan mereka.''Lagian anak saya dan keluarga kami juga tidak keberatan memberikannya.''timpal orang itu lagi yang ternyata adalah mama Iren.


''Dan saya juga yakin kalau menantu saya bukan wanita materialistis dalam arti tanda kutip.''lanjut mama Iren lagi.''Ya kita sebagai wanita itu memang harus matre...gimana ya kita apa-apa juga butuh uang kok.''sambungnya lagi.''Lagian cuma harta segitu gak ada apa-apanya bagi putra saya dan putra saya juga mencari uang untuk anak dan istrinya.kata mama Iren sombong.


Semua orang yang disana terdiam mendengar omongan mama Iren,bahkan Siska dan mamanya juga langsung kicep tapi dengan perasaan yang dongkol omongan mama Iren bagaikan tamparan yang besar untuk mereka.


Setelah ngomong seperti itu mama Iren langsung melenggang pergi dari sana.


*****


Setelah semua acara selesai sekitar pukul satu siang,semua keluarga dan tamu yang hadir berpamitan untuk pulang,termasuk orangtua serta anak dan adik-adik Kevin.


''Fa,kamu ajak Kevin ke kamar gih...kalian istirahat dulu,kami semua juga mau istirahat sebentar.''kata ibu Dewi.


''Iya nak...lebih baik kalian istirahat agar nanti kalian tidak terlalu kecapek'an waktu resepsi.''sambung ayah Harun.


''Baiklah yah,bu' kalau gitu kami berdua istirahat dulu.''kata Sifa.


''Permisi yah,bu'.''pamit Kevin.


Cklek


''Masuk dad.''kata Sifa setelah membuka pintu kamarnya.


Begitu masuk kamar pertama yang dilihat Kevin adalah sebuah kamar yang sangat rapi dengan ornamen-ornamen didalamnya yang simpel.Meja rias,ranjang,meja kecil memakai warna kayu jati,dengan Sifa yang berwarna coklat,tak lupa juga di sana ada beberapa lemari kaca...satu lemari besar enam pintu untuk pakaian dan dua lemari empat pintu full kaca berisi sepatu,tas juga hiasan-hiasan disana....sedangkan dindingnya berwarna biru muda yang smooth.