
❤️ Happy Reading ❤️
''Bagaimana sayang?apa kamu sudah siap?''tanya Kevin pada sang istri saat mereka berdua masih di kamar.
''Huft...he'em.''jawab Sifa setelah menghela nafasnya dalam.
Sejak kemarin Sifa sudah gelisah bahkan sampai tadi malam pun gelisah masih melanda dirinya sehingga membuatnya susah tidur karena memikirkan bahwa hari ini adalah akhir pekan...untung saja ada sosok suami siaga yang selalu berusaha untuk menenangkan pikirannya.
Seharian ini seharusnya Sifa masih berada di kediaman orangtuanya tapi karena mereka ada janji jadi mereka harus pulang lebih awal dan kedua orangtua serta kakak dan kakak iparnya pun memberi dukungan penuh untuk pasangan pasutri ini dan tak lupa pula mereka ikut memenangkan Sifa dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
''Baikala ayo kalau begitu kita berangkat sekarang.''ajak Kevin.
Tap
Tap
Tap
Bunyi sepatu Kevin serta sandal high heels Sifa yang beradu dengan lantai.
''Jadi pergi sekarang?''tanya ibu Dewi.
''Iya bu'.''jawab Kevin.
''Padahal masih kangen sama cucu-cucu kakek ini...''kata ayah.
''Besok lagikan mereka kesini lagi yah atau kita juga bisa berkunjung ke sana.''sahut ibu.
''Ki pergi dulu ya yah...bu'.''pamit Kevin.
''Baiklah...hati-hati ya di jalan.''kata ibu Dewi.
''Pamit dulu ya kak.''kata Kevin pada kakak serta kakak iparnya.
''He'em.''sahut Nia.
''Pamit dan salim dulu sayang sama kakek nenek juga om tante.''kata Sifa memberi tahu.
''Inget nak...jangan lupa baca basmalah.''pesan ibu.
''Iya bu'...bismillahirrahmanirrahim.''ucap Sifa.''Assalamualaikum.''salamnya sebelum keluar dari rumah.
''Wa'alaikumsalam.''
''Kita do'akan saja yang terbaik buat mereka bu'.''sahut ayah Harun.
''Mereka berdua itu orang baik bu' dan sudah banyak masalah yang mereka hadapi jadi aku yakin mereka berdua bisa melewati semua ini.''kata Arman.
''Iya semoga badai ini cepat berlalu...kasihan mereka.''timpal Nia.
*****
Di perjalanan menuju salah satu restoran milik Kevin...Kevin tak pernah melepas sedikit pun tangan Sifa walaupun saat ini dirinya sedang menyetir....di genggamnya salah satu tangan sang istri dengan salah satu tangannya guna memberinya ketenangan serta kekuatan.
Sedangkan ketiga buah hati mereka sedang duduk serta bercengkrama di kursi belakang.Tak hanya canda tapi juga gelak tawa yang mereka hadirkan di sana.
''Loh kita mau kemana dad?''tanya Kendra yang menyadari kalau mereka bukan ke jalan arah pulang.
''Kita mampir ke salah satu resto milik Daddy bentar ya...''jawab Kevin.''Soalnya Daddy ada janji ketemu sama teman Daddy.''sambungnya.
''Kalian gak apa-apakan nak?''tanya Sifa.
''Iya gak apa-apa mom.''sahut ketiganya.
Begitu sampai di restoran mereka berlima pun turun dari kereta besi mewah milik sang daddy.
''Apa tamu saya sudah datang?''tanya Kevin pada salah seorang pelayan yang kebetulan melintas di dekatnya.
''Iya pak boss mereka sudah menunggu di private room yang pak boss minta.''jawabnya.
Memang sebelumnya Kevin sudah menghubungi pihak restoran untuk menyiapkan ruangan private room yang akan di gunakan untuk pertemuan hari ini.
Cklek
''Assalamualaikum.''ucap salam Sifa ketika masuki ruangan.
''Wa'alaikumsalam.''jawab Nana juga Carlo.
''Maaf kami sedikit terlambat.''ucap Sifa.
''Oh tidak apa-apa kok...kami juga belum lama sampai.''sahut Nana.